Monday, March 08, 2010

Merasakan Logika, Melogikakan Rasa

Ketika sepasang manusia menjalin kasih, tidak selamanya berjalan semulus cerita-cerita novel roman. Bahkan terkadang sangat bertolak belakang. Cinta, kasih dan sayang di ciptakan untuk membuat manusia lebih bahagia, tapi kenapa terhadap beberapa orang berlaku sebaliknya. Banyak diantaranya malah rela mati hanya demi cinta, hm…tindakan yang menurut saya sangat konyol.


Laki-laki di ciptakan dengan pemikiran logisnya yang lebih dominan, laki-laki cenderung berfikir dengan rasional dan realistis. Sedangkan wanita diciptakan dengan pemikiran yang lebih menggunakan perasaan. Baik dengan logika atau perasaan sama bagusnya apabila dipadukan dengan baik dan tidak ada yang dominan.

Dalam menjalin hubungan cinta baiknya dipadukan antara logika dan perasaan, laki-laki harus menekan logikanya dan lebih menggunakan perasaan begitu juga dengan si wanita menekan perasaannya dan lenbih menggunakan logika.

Ketika kita menjalin cinta lebih menggunakan logika, maka akan timbul keegoisan kita terhadap pasangan kita dan menjadi tidak terlalu pesuli karena secara logika, dia telah jadi milik kita dan tak akan berpaling ke mana-mana.

Ketika kita menjalin cinta lebih menggunakan perasaan, maka kita akan makan hati, akan menahan sakit hati, sebagaimana kasarpun kita di perlakukan kita akan tetap bertahan dengan alasan “saya masih sayang dia dan saya percaya suatu saat dia kan menyesalinya”. Padahal belum tentu nantinya dia jadi menyesal kan? Bisa jadi dia malah tambah semena-mena terhadap kita.

2 comments:

Feel free to SHARE this post with friends and family on your social media.

Don't forget to leave your thoughts in the comments section, I would love to hear from you :)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.