Monday, April 05, 2010

Laki-laki & Perempuan


Suatu hari, tanpa sengaja saya membaca satu buku yang lupa judul serta pengarangnya entah siapa.

Dalam buku itu disebutkan bila pertengkaran antar pasangan sering dipicu oleh pikiran "bila dia mencintaiku pasti dia bisa memahami aku". padahal pikiran ini salah dan bisa memicu keegoisan. sebenarnya, anggaplah pasangan kita seperti cermin kita, bukan dia yang harus memahami kita tapi kitalah yang harus memahami pasangan.

Laki-laki dan wanita adalah mahluk yang berbeda, tidak hanya dari fisik tapi juga cara berfikir dan kemampuan. Laki-laki tidak bisa melakukan beberapa pekerjaan sekaligus, tapi wanita bisa. Wanita bisa menelpon sambil nonton televisi, tapi tidak untuk laki-laki, laki-laki akan memilih mematikan telpon atau televisi. Laki-laki ahli dalam membaca peta, tapi tidak untuk wanita. Karna perbedaan inilah dibutuhkan adanya saling memahami satu sama lain antara laki-laki dan wanita.

Dalam setiap kisah percintaan yang tidak berjalan mulus sering sekali pihak laki-laki dikambinghitamkan. karakter laki-laki yang cenderung keras, egois dan semaunya sering dituding sebagai pihak yang bersalah sehingga menyebabkan tali percintaan itu putus. Sedangkan pihak wanita, yang terkenal lemah lembut, penyayang dan acap kali menangis menjadi pihak korban.

Zick Rubin, dalam bukunya Liking and Loving: an Invitation To Psycology (1973) mengungkapkan bahwa faktanya laki-laki lebih rapuh, cengeng dan naif soal cinta dari wanita. bahkan sebenarnya, laki-laki merupakan pihak yang jauh lebih sakit hati akibat putus cinta. Makanya laki-laki lebih berhati-hati memilih dan menentukan pasangan. Hal ini pula yang menyebabkan, pengalaman percintaan laki-laki lebih sedikit dari wanita.

Sistem saraf otonom laki-laki umumnya lebih sensitif dan reaktif dari wanita. Ketika laki-laki mengalami stress atau berada dalam kondisi dan situasi kompetitif, sebagian besar pria menunjukkan peningkatan tekanan darah, detak jantung, epinefrin yang lebih tinggi dari wanita. meskipun rapuh, tapi laki-laki justru sulit memperlihatkannya, karena susunan otak, hormon dan segala macam yang berbau fisiologis laki-laki itu beda. selain itu, budaya dan aspek pendidikan juga berpengaruh pada proses pengekspresian emosi laki-laki. Karna itulah antara laki-laki dan wanita harus mengenal bagaimana karakteristik masing-masing sehingga merespon emosi yang ditunjukkan oleh pasangan dengan cara tepat. 
Perbedaan antara laki-laki dan wanita diciptakan membuat mereka bersatu dengan cara saling memahami satu sama lain.

No comments:

Post a Comment

Feel free to SHARE this post with friends and family on your social media.

Don't forget to leave your thoughts in the comments section, I would love to hear from you :)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.