Wednesday, July 21, 2010

Film Horor Indonesia itu Memang "Mengerikan"



Penempatan kata mengerikan pada judul, bukan berarti film Indonesia itu benar-benar menyeramkan. Aku sendiri sebenarnya penggemar film dengan genre horror dan thriller, setiap memilih judul film di rental DVD, diantara 8 film 6 diantaranya adalah horror atau thriller. Dari buatan Hollywood, Jepang, Korea, China, sampai Thailand. Tapi maaf, sedikitpun aku tidak berminat menonton film horror ala Indonesia. Bukan berarti aku tidak mencintai karya anak bangsa, tapi sudah berulang kali aku dikecewakan dengan film horror buatan Indonesia. Hampir semua cerita horror di film itu serupa tapi tak sama dan sudah bisa ditebak jalan ceritanya.

Film horror Indonesia pasti menggunakan jenis setan berupa kuntilanak, genderuwo, pocong, tuyul, babi ngepet, kolor ijo, sundel bolong, suster ngesot dan teman-teman mereka. Ketika semua jenis setan sudah habis digunakan dalam film, maka muncullah “setan modifiksi”, contohnya suster keramas, pocong perawan dan bukan tidak mungkin besok-besok muncul kolor ijo perjaka.

Setan-setan tersebut datangnya pasti dalam misi membalas dendam kesumat yang menyebabkan dia meninggal dulu, tapi anehnya orang yang diserang setan-setan itu bukan orang yang membunuh atau menyakitinya, pasti sekelompok anak muda labil yang “iseng” mengusik tempat setan-setan itu menetap.

Namun pada akhirnya akan ketauan bahwa salah satunya masih punya hubungan darah dengan pelaku, entah anak, cucu, keponaan, sepupu dari keponaan anak kakek jauuuuuuuhnya si jahat. Kenapa harus menunggu bertahun-tahun untuk balas dendam ya? Pasti ingin menyusun rencana yang sangat matang biar tidak gagal.

Setan-setan itu munculnya biasanya di kamar mandi, ketika seorang tokoh bercermin dengan penerangan redup (seolah-olah menggambarkan kondisi PLN kita yg sering memadamkan aliran listrik) atau bisa juga muncul di kolong tempat tidur, lemari, jendela yang lagi-lagi dalam kondisi remang-remang (biar hemat listrik).

Ketika muncul di kamar lalu dibumbui dengan sedikit adegan ranjang. Ketika genre horror sudah tidak menarik lagi, maka beralih ke genre horno atau horror porno, kemudian ketika bosan dengan horror porno mungkin akan muncul horror komedi, horror politik, horror dangdut, horror keadilan, horror religi dan jenis horror-horror lainnya.

Dalam cerita horror sering memperlihatkan anak muda jaman sekarang yang digambarkan sebagai anak muda yang modern tapi percaya dukun dan kerjaannya menjelajahi makam atau bangunan kuno mencari hantu. Kapan negara kita maju kalo anak mudanya kayak gitu semua? Sibuk menjelajahi pedalaman yang tentu saja bukan untuk kepentingan arkeologi dan kepentingan ilmu pengetahuan dan mencari hal-hal mistis bukannya tekun belajar di sekolah.

Wajah si setan selalu di hiasi dengan bedak tebal, mata hitam, melotot dan suara tawa yang dibuat menyeramkan, serta menggunakan pakaian putih. Makin tebal dempulan wajah si setan maka makin dianggap menyeramkan setan itu. Padahal kadang wajahnya nggak mirip setan tapi malah mirip ondel-ondel.

Mungkin bisa aku bilang bahwa film horror buatan Indonesia tidak lagi menyeramkan tapi MENYEDIHKAN. Sayangnya walaupun ada beberapa film horror yang bagus, tidak terlalu menarik minat untuk menonton karena tenggelam diantara film horror yang tidak berkualitas. Ini pendapatku, bagaimana pedapat kamu?

2 comments:

  1. satu lagi, setan indonesia itu lebih suwexy2.. hahaha..

    ---------------------------

    Pasang Iklan Gratis

    ReplyDelete
  2. hahaha masa sie setan indonesia itu sexy >,<

    ReplyDelete

Feel free to SHARE this post with friends and family on your social media.

Don't forget to leave your thoughts in the comments section, I would love to hear from you :)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.