Thursday, October 13, 2011

Kuta, Dua Belas Oktober Dua Ribu Dua

Bom Bali I

12 Oktober 2002, Pukul 23:30 wita
Kira-kira apa yang sedang kamu lakukan pada tanggal tersebut? Ada yang masih ingat? Beberapa dari kita mungkin sudah lupa akan apa saja yang terjadi pada hari itu. Tapi ada beberapa orang yang tidak akan pernah melupakan tanggal dan mungkin juga jam itu. Karena pada malam itu, terjadi beberapa ledakan yang cukup dahsyat mengguncang Pulau Dewata, tepatnya di jalan Legian, Kuta. Dua ledakan pertama terjadi di Paddy's Pub dan Sari Club (SC) di Jalan Legian, Kuta, sedangkan ledakan terakhir terjadi di dekat Kantor Konsulat Amerika Serikat

Tercatat 202 korban jiwa dan 209 orang luka-luka atau cedera, kebanyakan korban merupakan wisatawan asing yang sedang berkunjung ke lokasi yang merupakan tempat wisata tersebut. Para pekerja di tempat tersebut juga banyak menjadi korban, mereka yang ingin mengais rejeki di tengah hiruk pikuk kehidupan malam di Kuta.

Setelah terjadinya peristiwa bom tersebut banyak bermunculan analisa-analisa tentang mengapa peristiwa itu terjadi, baik oleh mereka yang memang ahli dibidangnya ataupun oleh mereka yang berpura-pura sebagai ahli. Ada yang menyebut ini ulah kelompok agama tertentu yang memusuhi negara barat dan sekutunya, tapi ada juga yang menyebut bahwa ini adalah ulah negara barat dan sekutunya untuk memojokkan agama tertentu. Setiap pendapat dibarengi dengan pernyataan yang kalau bisa dibilang sama-sama meyakinkan.

Saya sendiri tidak dapat mengetahui dengan pasti siapa sebenarnya yang berada di balik layar atas peristiwa memilukan tersebut. Saya ingin marah, tapi pada siapa? Pada mereka yang katanya melakukan pengeboman itu? Pada negara barat yang katanya pelaku utama di peristiwa itu?

Saya hanya mampu menjadi penonton, menyaksikan berbagai media menceritakan Bom Bali dalam berbagai versi yang mungkin saja juga telah ditunggangi oleh berbagai kepentingan. Saya berharap, peristiwa serupa tidak terulang lagi dimanapun itu, oleh siapapun itu, karena akan ada banyak istri yang menjanda, suami yang menduda, anak yang yatim piatu, orang tua yang kehilangan anaknya.

Sekarang, marilah kita mengheningkan cipta sejenak, mendoakan mereka yang tewas agar dapat beristirahat dengan tenang, agar para calon pelaku tidak mengulanginya lagi, agar keluarga yang ditinggalkan serta korban selamat dapat melanjutkan hidupnya.

Damailah Negeriku..

Om Shanti Shanti Shanti Om

No comments:

Post a Comment

Feel free to SHARE this post with friends and family on your social media.

Don't forget to leave your thoughts in the comments section, I would love to hear from you :)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.