Friday, October 14, 2011

Coreng Moreng

Coreng Moreng
Halo kenalin, ini kelinci saya, namanya Coreng, lengkapnya Coreng Moreng. Saya beli Coreng di Bedugul, saat dalam perjalanan ke Denpasar. Terakhir saya memelihara kelinci itu sekitar 8 bulan lalu, sebelum kelinci-kelinci saya mati karena terkena diare dan juga kanker telinga dan juga kelinci saya ada yang hilang. Memelihara kelinci itu memang susah susah gampang, lebih banyak susahnya dari gampangnya. Sempat ingin beralih memelihara anjing atau kucing, tapi kedua binatang itu berisik, berbeda dengan kelinci yang suka membisu.
Saya membeli Coreng seharga 35.000 lengkap dengan kandang ala kadarnya. Tadi saya ditawari tiga jenis kelinci, pertama yang bulunya biasa, kedua yang bulunya seperti angora dan ketiga yang bulunya sangat pendek. Saya memilih yang bulunya agak panjang, agar lebih lembut ketika saya membelainya. Warna bulunya coreng itu putih keabu-abuan, saya suka melihat warnanya terutama saat terkena sinar matahari. Coreng ini betina, kata si penjual, saya sendiri belum sempat memeriksanya, karena bila masih muda agak sulit bagi saya membedakan jantan atau betina.

Sesampainya di Denpasar, saya langsung berburu pakan Coreng. Seperti yang sudah-sudah menemukan pakan Coreng itu susah, lebih banyak yang menjual untuk hamster. Kalaupun ada, saya mendapatkannya dengan harga yang cukup mahal. Untuk satu kilogram pellet harganya 25.000 itu pun karena saya memilih yang made in Indonesia, bila yang impor biasanya sekitar 40.000 sampai ratusan ribu perkilogram, timothy hay (rumput kering) untuk sekitar 200 gram harganya 60.000, lebih mahal makanannya dari pada kelincinya. Kalau ada yang punya informasi yang jualan timothy hay atau afalfa hay tolong kasih tau ya :)

No comments:

Post a Comment

Feel free to SHARE this post with friends and family on your social media.

Don't forget to leave your thoughts in the comments section, I would love to hear from you :)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.