Tuesday, October 25, 2011

Google+ Lebih Menyenangkan dari Facebook. Benarkah?

Ada apa sih antara Facebook dan Google+? Facebook sendiri merupakan jejaring sosial yang saya rasa memiliki pengguna paling banyak di Dunia, sedangkan Google+ adalah produk obsesi Google untuk membuat jejaring sosial dan mungkin ingin menyaingi Facebook. Saya pengguna keduanya, keduanya memiliki tampilan dan fungsi yang serupa tapi tak sama. Google+ mencontek Facebook dan kemudian Facebook juga mencontek Google+. Jadi siapa mencontek siapa? Jawabannya sama saja, sama-sama mencontek.

Awal saya gabung di Google+ banyak yang memuji dan memuja Google+, katanya di Google+ tidak ada user alay, tidak ada yang jualan, tidak ada yang update status lebay, status streamnya bermutu semua bikin pinter, lebih nyaman dan lain sebagainya. Awalnya saya mempunyai pendapat yang sama, saya merasa lebih nyaman di Google+ karena usernya masih dia lagi dia lagi, jadi bisa dibilang saya mengenal seluruh isi lingkaran saya.

Tetapi, setelah Google+ mulai menarik banyak orang untuk menggunakannya, apalagi setelah dibuka untuk umum, saya melihat Google+ mulai tidak jauh berbeda dengan Facebook. Ada yang menawarkan barang dagangan, ada user yang katanya alay, ada status-status lebay nan galau, pokoknya sama aja. Kemudian mulai muncul gerakan-gerakan beberapa orang yang merasa sesama 1st Generation Google+ untuk menolak kelompok-kelompok tertentu bergabung di Google+ ingin rasanya berucap: emang Google+ milik engkongmu?.


Bila diingat kebelakang, saya memang pernah sangat menyukai Google+ dan menjadi sangat tidak menyukai Facebook. Tapi itu dulu, awal saya mengenal Google+. Kini saya memiliki pendapat yang berbeda, itu setelah saya melamunkan dengan sangat mendalam, benarkah Facebook itu menyebalkan dan Google+ itu menyenangkan? Saya pun menemukan jawaban yang masih perlu diuji kebenarannya.

Pertama, semua bertolak dari cara si user memperlakukan Facebook, apabila dia hanya add atau approve orang-orang yang dia rasa kenal maka dia tidak akan merasa asing di tengah teman-teman Facebooknya. Apabila ada akun dagang atau user alay (menurut versi masing-masing) yang mengirimkan permintaan pertemanan ya abaikan saja, saya rasa mereka tidak akan mengganggu bila kita tidak berteman dengan mereka.

Kedua, Facebook menyediakan fitur BLOCK jadi bila memang ada user yang mengganggu mengapa tidak memanfaatkan fitur tersebut? Merasa tidak enak memBLOCK? Toh user yang bersangkutan sudah mengganggu kita

Ketiga, apabila notifikasi gamer menumpuk, mengganggu, aplikasi tersebut pun bisa di BLOCK, sangat simpel.

Keempat, bila menyangkut masalah privasi, saya sedikit kurang paham, menurut saya, dimana pun itu, bila sudah menuangkan informasi pribadi tentang diri sendiri  di internet sangat mungkin menjadi bocor, jadi ya solusinya adalah jangan menulis segala informasimu dengan sangat terbuka, jangan mengunggah photo-photo pribadimu, jadi tidak akan merasa privasimu terganggu.

Kelima, menyangkut masalah kriminalitas yang disebabkan oleh Facebook, saya rasa semua jejaring sosial apapun itu namanya mempunyai potensi yang sama dalam menyebabkan terjadinya sebuah tindak kriminal, mengapa Facebook yang menjadi sorotan, saya rasa itu disebabkan karena memang Facebook banyak penggunanya. Sama seperti sebuah kota, makin banyak penduduknya, makin tinggi pula tingkat kriminalitasnya.

Pada intinya semua balik lagi pada diri masing-masing, Google+ pun akan menjadi menyebalkan nantinya bila kamu memperlakukannya sama seperti kamu memperlakukan Facebook, menambahkan teman sembarangan, tidak menjaga informasi pribadimu atau apalah itu yang bisa membuatnya tampak menyebalkan.

Jejaring sosial akan menyenangkan atau tidak tergantung dengan siapa kamu bertemu, berkenalan, berteman dan ngobrol; menyenangkan bila mereka adalah yang satu pandangan/pemikiran dengamu; dan menyebalkan bila mereka adalah yang bertolak belakang dengan pandangan/pemikiranmu

Menggunakan Facebook atau Google+ sama saja, pilihan tergantung pada dirimu sendiri. Lebih nyaman di Facebook atau Google+, tidak ada yang memaksamu untuk memilih. Bahkan bila mau, kamu bisa menggunakan keduanya.

6 comments:

  1. pengguna Twitter juga tidak bisa terlepas dari gangguan BOT. hahaha...

    ReplyDelete
  2. pada dasarnya sih sama saja, tergantung bgaimnana memanfaatkannya.

    Cuman dr rumor yg sy dengar, facebook mulai merasa terancam dgn kberadangan google+ krn jumlah member google+ semakin bertambah.

    menghadapi ancaman itu facebook brencana menciptakkan browser dan mesin pencari untuk mnyaingi google.



    iHermanescence

    ReplyDelete
    Replies
    1. setuju, emang pada dasarnya sama saja kok.
      tapi saya malah mendengar bahwa G+ ini sudah mulai memperlihatkan "kegagalan" karena tidak bisa membuat penggunanya betah berlama-lama menjelajah G+. kalau saya sendiri sih emang mulai jarang membuka G+ hehe..

      Delete
  3. yaaaah
    saya setuju dengan pos/entri ini
    tergantung kita nya.
    mau atau tidak mau, tidak ada yang maksa..!!

    ReplyDelete

Feel free to SHARE this post with friends and family on your social media.

Don't forget to leave your thoughts in the comments section, I would love to hear from you :)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.