Monday, October 31, 2011

Halloween

Apa yang ada di benak kamu ketika mendengar kata Halloween? Kostum seram, make-up menakutkan, Jack O’Lantern, permen atau coklat. Di Indonesia sendiri hari Halloween tidak setenar di dunia barat sana, di sini mungkin hanya dirayakan oleh komunitas-komunitas tertentu atau menjadi acara tahunan di sebuah kafe/nightclub.

Di negara barat sana, Halloween identik dengan setanpenyihir, hantu goblin dan makhluk-makhluk menyeramkan dari kebudayaan Barat. Halloween disambut dengan menghias rumah dan pusat perbelanjaan dengan simbol-simbol Halloween. Banyak teori yang kemudian berkembang tentang asal muasal perayaan Halloween, tapi saya akan kutip sejarahnya versi Wikipedia saja.


Halloween berasal dari festival Samhain (dari bahasa Irlandia Kuno samain) yang dirayakan orang Kelt zaman kuno.[1] Festival Samhain merupakan perayaan akhir musim panen dalam kebudayaan orang Gael, dan kadang-kadang[2] disebut "Tahun Baru Kelt".[3] Orang Kelt yang menganut paganisme secara turun temurun menggunakan kesempatan festival untuk menyembelih hewan ternak dan menimbun makanan untuk persiapan musim dingin. Bangsa Gael kuno percaya bahwa tanggal 31 Oktober, pembatas dunia orang mati dan dunia orang hidup menjadi terbuka. Orang mati membahayakan orang hidup dengan membawa penyakit dan merusak hasil panen. Sewaktu merayakan festival, orang Gael menyalakan api unggun untuk membakar tulang-tulang dari hewan yang mereka sembelih. Orang Gael mengenakan kostum dan topeng untuk berpura-pura sebagai arwah jahat atau berusaha berdamai dengan mereka.[4][5]
Beberapa golongan di masyarakat Indonesia melarang untuk ikut-ikutan melaksanakan pesta Halloween, selain itu merupakan budaya yang kebarat-baratan, juga dikaitkan dengan agama terterntu (Ups, cukup sekian, saya tidak mau membawa permasalahan SARA ke dalam tulisan saya). Saya sendiri selama dua puluh empat tahun terakhir hanya pernah mengikuti pesta Halloween, sekali, saat masih duduk di bangku SMA.

30 Oktober 2004, tepat tujuh tahun silam, sekitar jam segini, di sekolah saya yang terletak ratusan kilometer dari tempat saya sekarang, saya sedang menjadi Kunti. Dengan kostum ala kadarnya, riasan sekedarnya dan rambut palsu yang menyerupai sapu ijuk, saya berbaur dengan puluhan "setan" disekolah. Ada jeng Kunti lainnya (ada banyak kunti saat itu), mas Pocong, nona Sundelbolong, suster ngesot dan makhluk sebangsanya.

Pengalaman yang menyenangkan, karena selain sekolah saya dulu terkenal akan ke-angker-annya, make-up teman-teman serta tamu pesta Halloween juga total menakutkan. Sepertinya hanya saya yang tidak menyeramkan, malah terlihat lucu dengan kedua pipi saya yang tembem. Tahun ini, saya hanya mengedit photo saya seseram mungkin, cuma ikut-ikutan tapi tidak ingin ribet dengan urusan kostum.



Halloween, dibalik segala kontroversi keberadaannya di Indonesia, mungkin lebih baik jika disikapi dengan tenggang rasa. Yang ikut pesta Halloween silahkan berdandan seseram mungkin, yang tidak ikut ya tidak perlu melarang orang yang mau ikut. Oke, selamat malam semua dan selamat berHalloween-ria untuk yang sedang berpesta :)

"Trick or treat!"

No comments:

Post a Comment

Feel free to SHARE this post with friends and family on your social media.

Don't forget to leave your thoughts in the comments section, I would love to hear from you :)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.