Saturday, October 22, 2011

Khadafi Tewas! Lantas?

Ternyata kabar si burung tentang tewasnya Muammar Khadafi benar adanya. Beritanya sudah ada di mana-mana. Hampir semuanya memberitakan bagaimana kronologis penyerangan serta detik-detik menjelang tewsnya Khadafi yang katanya sempat mememelas. Photo dan video tewasnya Khadafi pun beredar luas di internet, saksi bisu yang menunjukkan bagaimana tragisnya akhir hidup sang diktator nyentrik itu. Kasihan sih, tapi itulah karma yang harus dia jalani.
Pasca merebaknya kabar tewasnya Khadafi, saya memperhatikan pelan namun pasti terbentuk dua pihak yang berbeda menanggapinya, yang merayakan kematian Khadafi serta yang menyayangkan Khadafi tewas. Yang merayakannya jelas rakyat Libya yang selama ini merasa diperlakukan tidak adil oleh Khadafi.

Sedangkan yang menyayangkan adalah mereka yang melihat bahwa tewasnya Khadafi semata-mata karena campur tangan lagi-lagi Amerika Serikat dan sekutu yang ingin menguasai kekayaan alam Libya. Mereka menganggap bahwa Khadafi merupakan salah satu pemimpin yang berani untuk tegas berkata "tidak" pada dikte dan hegemoni barat Amerika Serikat dan sekutu sehingga menjadi target untuk "disingkirkan" oleh barat.

Selama kepemimpinan Khadafi, sejak tahun 1970an rakyat Libya menikmati sekolah gratis, perawatan kesehatan gratis, perumahan dan angkutan bersubsidi. Kota besar, seperti Tripoli yang merupakan ibu kota, dihiasi dengan hotel mewah dan gedung baru, mengubahnya menjadi daerah tujuan wisata dan mengundang pengusaha. Khadafi memberlakukan hukum pemerintahan yang ketat, melarang peredaran alkohol serta judi. Namun selama itu pula hak politik warga dibatasi, melarang partai politik dan melakukan berbagai cara guna mempertahankan kekuasaannya.

Saya pribadi, tidak berada di pihak manapun, karena memang saya tidak mengetahui dengan pasti keadaan Libya yang sebenarnya. Selama ini saya hanya membaca melalui media yang bukan berarti meragukan keindependenannya namun mungkin saja disisipi kepentingan-kepentingan tertentu. Rakyat Libya berhak menentukan jalannya sendiri, seperti beberapa rakyat Indonesia yang memilih menggulingkan rezim Soeharto karena alasan yang menurut saya serupa namun tak sama dengan alasan rakyat Libya menggulingkan Khadafi.
Khadafi tewas, lantas haruskah kita mencaci maki barat atau haruskah kita ikut bergembira? Itu terserah kalian, toh saya yakin kalian sudah cukup dewasa untu menentukan sikap. Namun kalau mau, mari kita mendoakan Khadafi agar mendapatkan hal setimpal di alam sana sesuai dengan perbuatannya serta rakyat Libya mendapat kehidupan yang jauh lebih baik lagi dari yang sebelumnya.

2 comments:

  1. Larangan Peredaran Minuman Beralkohol dan Judi, semoga bisa diterapkan di NKRI.

    Saya melihat di Aljazeera, sebagian besar anak muda di Libya yang bergembira setelah wafatnya Khadafi.

    ReplyDelete
  2. malah dijadiin seperti "piala" semua orang berebut untuk bs berfoto ma jasadnya :( kasian

    ReplyDelete

Feel free to SHARE this post with friends and family on your social media.

Don't forget to leave your thoughts in the comments section, I would love to hear from you :)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.