Monday, October 31, 2011

Manjakan Anak Berujung Maut

Sekitar pukul 01:00 wita, 28 Oktober 2011, masyarakat yang tinggal di sekitar jalan Cok Agung Tresna Renon dikagetkan dengan bunyi ledakan yang sangat keras. Awalnya mereka mengira itu adalah suara ledakan bom, namun setelah ditelusuri sumber ledakan tersebut, ternyata berasal dari sebuah kecelakaan tunggal. Saking parahnya kecelakaan tersebut, sehingga menimbulkan suara ledakan dan badan mobil terbelah menjadi dua.

Malam itu memang menjadi malam terakhirnya di dunia ini bagi Putu Budi Artawan Jaya alias Kevin (14 tahun) yang mengendarai mobil Toyota Ist dengan nomor polisi DK 1881 AR. Ajal juga menjemput salah satu penumpang bernama Komang Ogy Surya Nugraha (14 tahun) dan penumpang lainnya yaitu Komang Aditya Utara (14 tahun) dikabarkan tengah kritis di RSUP Sanglah. Ketiganya masih tercatat sebagai siswa di SMP Negeri 1 Denpasar.


Menurut kabar yang beredar, sebelumnya Kevin mengendarai mobil Alphard yang kemudian ditukar dengan salah satu temannya. Saat kejadian Kevin, Ogy (ada yang menyebut dengan Augi atau Ogik) dan Aditya tengah menuju kawasan Renon setelah sebelumnya dari menghadiri pesta ulang tahun temannya di Kuta. Diduga Kevin memacu mobilnya dengan kecepatan sekitar 120kilometer/jam, ketiganya tidak menggunakan sabuk pengaman.

Mobil itu terbelah menjadi dua karena tidak memiliki rangka baja seperti mobil lama, hanya terdiri dari pelat yang dikait-kaitkan. Kevin tidak sedang mabuk saat itu, namun diduga Kevin tidak mampu menguasai laju kendaraan hingga oleng dan menabrak pohon di pinggir jalan. Seperti yang sudah tertera di atas, Kevin adalah anak usia 14 tahun yang menurut saya pasti tidak mempunyai SIM A (usia minimal pengajuan SIM A adalah 17 tahun).



Saya tidak mempunyai kapasitas untuk menghakimi orang tua korban atau orang tua lainnya yang memperlakukan anaknya seperti anak-anak korban lakalantas itu. Hanya saja, saya berharap bahwa kejadian ini menjadi pelajaran untuk kita semua. Tidak hanya di Bali, beberapa bulan lalu juga ada kecelakaan serupa tapi tak sama dengan kecelakaan maut di Renon ini yaitu anak SMA di Jakarta harus menemui ajal akibat kebut-kebutan di jalan setelah acara SOTR (Saur On The Road).

Banyak orang tua, yang karena kesibukan mengejar materi atau karena alasan lain (misalnya perceraian), menutupi rasa bersalahnya dengan meberikan fasilitas berlebihan pada anaknya. Sayangnya usia si anak belum cukup matang untuk membuat si anak menggunakan fasilitas dengan bijak. Ketika maut sudah merengut nyawa anak kesayangan, hanya penyesalan yang didapat.

Mungkin disekitar kita, banyak kita jumpai orang tua tipe ini. Bahkan dari kalangan selebriti pun ada, misalnya Ahmad Dhani, dia memberikan ketiga anaknya mobil. Dalam sebuah tayangan di televisi, pernah ditayangkan anak sulungnya, Al (14 tahun) sedang mengendarai mobilnya sendiri. Itu hal yang tidak tepat dan menyalahi aturan tapi karena ditayangkan secara nasional dan pastinya ditonton oleh banyak orang, bukan tidak mungkin akan ditiru karena dianggap hal yang biasa oleh remaja lainnya, kan? "Masa si Al boleh dan saya tidak" mungkin kalimat itu akan terbesit dalam benaknya. Yah memang, bukan rahasia lagi, kalau acara televisi itu hanya mengejar rating, tanpa peduli dampak lebih jauhnya. Sekarang kitalah yang menjadi penonton yang memfilter diri sendiri dan orang disekitar kita.

Bila memang ingin memberikan kendaraan pribadi pada anak, ada baiknya juga didampingi sopir. Berikan penjelasan kepada anak, mengapa dia masih membutuhkan sopir dan belum boleh mengendarainya sendiri. Sangat disayangkan, apabila karena kecerobohan orang tua, nyawa sang anak dipertaruhkan. Jangan merasa bangga apabila mempunyai anak usia dini yang telah lihai mengendarai kendaraan bermotor, kebanggaan itu hanya semu sebab sekali lagi nyawa si anak taruhannya.


Untuk update mengenai kronologi kecelakaan, silahkan klik disini. Terimakasih.

4 comments:

  1. sist aplod video yg gak d sensor dunk

    ReplyDelete
  2. wah yang ga disensor ga ada, lagian ga tega deh liatnya :(

    ReplyDelete
  3. pelajaran buat kita di masa depan jika kelak mempunyai anak.

    ReplyDelete
  4. bener, nanti kalo udah punya anak, mampir sini dan baca tulisan ini :D

    ReplyDelete

Thank you for reading and feel free for leave your comment~

인기있는 포스트 || Popular Posts

 
레니의 인생 이야기 Blogger Template by Ipietoon Blogger Template