Tuesday, October 11, 2011

Rumpian Pagi Buta


Saat tengah ngantuk serius membungkus tape ketan yang telah di ragi, tiba-tiba Meme bertanya "Udah punya pacar kamu, Len?" dan seketika itu juga segala ngantuk dan kroni-kroninya hilang, menguap. Bingung harus jawab apa, yah sudahlah tidak ada salahnya saya bercerita tentang kisah cinta saya yang tentu saja sudah disensor bagian-bagian tertentunya.

Saya bilang, kemaren sempet ada cowok yang deketin saya, namun sayangnya dia bernama Komang juga, untuk sekedar informasi, di keluarga saya itu percaya bahwa apabila terjadi perkawinan antara Komang/Nyoman dengan Komang/Nyoman juga maka perkawinan itu tidak bahagia. Kapan-kapan saya akan tulis asal muasal mitos itu. Berhubung keluarga saya sedikit kolot ya itu menjadi salah satu pertimbangan juga.

Cerita pun berlanjut, dari dekat dengan si A. si B, si C yang kesemuanya orang Bali asli tapi entah kenapa tidak ada yang beres cocok dengan saya. Sampai akhirnya saya bercerita bahwa ada yang dekat dengan saya tapi bukan orang Bali. Seketika itu ekspresi wajah Meme berubah. Beliau bilang, "Usahakan mencari orang Bali, jelek-jeleknya punya sendiri, masih lebih bagus aja dari milik orang lain"

Kata-kata itu sudah terlampau sering saya dengar, walaupun saya sendiri tidak mengharuskan orang yang mendekati saya adalah orang Bali. Saya rasa, Meme saya pasti akan setuju pada orang yang akan saya kenalkan pada Beliau sebagai calon suami saya, darimana pun asalnya atau agama apapun dia. Masa iya, Meme lebih suka melihat anaknya melajang sampai mati daripada membiarkan saya berpindah agama atau dipersunting cowok dari negara antah berantah.

No comments:

Post a Comment

Feel free to SHARE this post with friends and family on your social media.

Don't forget to leave your thoughts in the comments section, I would love to hear from you :)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.