Thursday, November 03, 2011

Ada Apa dengan si Komo?

Sepertinya beberapa hari terakhir ini saya terlalu sering membaca kata KOMODO. Ada apa kah dengan si Komo? Oh ternyata ini terkaid dengan kontes New 7 Wonders yang diadakan sebuah yayasan. Tapi kok perasaan akhir tahun lalu sudah ada ribut-ribut masalah New 7 Wonder ini. Saat itu katanya si Komo bakal dikeluarin dari kontestan karena Indonesia menolak membayar US$10 juta (Rp89,7 miliar) untuk dapat menjadi tuan rumah. Gila aja, uang segitu daripada dibayarkan ke yayasan itu yang tidak jelas kapan balik modalnya, ya mending digunakan untuk membangun infrastruktur di Pulau Komodo. Saya rasa itu jauh lebih bermanfaat bagi si Komo dan masyarakat sekitar.


Setelah ribut-ribut beberapa saat, awal tahun ini pihak New 7 Wonders tidak jadi mengeliminasi si Komo tapi mencoret Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagai official supporting committee (OSC). Keributan pun mereda. Namun menjelang akhir tahun 2011 sepertinya pro kontra makin memanas saja. Setelah bapak Jusuf Kalla diangkat menjadi duta promosi si Komo, keberadaan si Komo dalam ajang New 7 Wonders memang makin tenar. Apalagi kemudian biaya vote menjadi murah meriah yaitu Rp1,- per sms.

Seiring dengan itu, reaksi kontra juga makin merebak. Banyak pihak mengklaim bahwa ajang New 7 Wonders hanya akal-akalan si Benard Weber (pemilik yayasan tersebut) untuk mendapatkan keuntungan dari sms premium. Apalagi konon kabarnya alamat yayasan tersebut tidak ditemukan di Swiss. Belum lagi pernyataan ternyata UNESCO sebagai badan resmi yang memberikan atribusi "World Heritage" tidak mengakui kontes New 7 Wonders.

Sayangnya banyak masyarakat Indonesia terjebak dengan rasa nasionalisnya. Mungkin tidak banyak diantara mereka yang tidak mencaritahu terlebih dahulu tentang kontes ini sebelum voting, toh harga Rp 1,- bukan nilai yang mahal. Nasionalisme itu juga makin berkobar ketika dibakar oleh gengsi tidak mau kalah dari negara tetangga.

Saya sendiri, sejauh ini belum melakukan vote, bukan karena nasionalis saya luntur, tapi saya hanya sedikit paranoid dengan sms premium. Takutnya besok-besok pulsa saya kepotong terus dan tidak bisa stop. Katakanlah saya pelit, tapi saya memang tidak pernah berniat melibatkan diri dengan segala hal yang beraroma "tarif premium". Memang tidak semua nakal, tapi kan lebih baik mencegah daripada mengobati rugi kemudian hari.

Sepertinya menang atau kalah dalam New 7 Wonders tidak akan berdampak signifikan terhadap kunjungan ke pulau Komodo. Sepertinya daripada pulsa digunakan untuk vote kemenangan si Komo, lebih baik disumbangkan untuk pembangunan fasilitas pulau Komodo. Tapi tentu saja, jangan sampai dana sumbangan itu jatuh ke tangan orang yang panjang tangan, bukannya membangun pulau Komodo, nanti malah membangun rumah pribadi.

Oh iya, sekedar informasi saja, selain pulau Komodo dihuni oleh makhluk purba yaitu si Komo, pulau Komodo juga mempunyai pantai berpasir pink. Di dunia ini, hanya ada tujuh pantai yang memiliki pasir pink. Pasir pantai ini berwarna merah muda, dikarenakan campuran yang terdiri dari sedikit serpihan karang, cangkang kerang, serta kalsium karbonat dari invertebrata laut yang berukuran sangat kecil, dan juga Foraminifera, Amuba Mikroskopis yang memiliki cangkang tubuh berwarna merah atau pink cerah.Pantai ini masih sepi, karena memang belum terlalu terkenal. Pemandangannya masih alami dan pastinya sangat indah.

Si Komo dan pantai pasir pink sudah lebih dari cukup untuk memikat wisatawan berkunjung ke pulau Komodo, tanpa harus mengikuti kontes apapun juga. Tapi ya sudahlah, semoga saja kita memang tidak sedang dibodoh-bodohi yayasan asing itu dan memang benar nantinya pulau Komodo bisa menjadi tujuan wisata yang membanggakan Indonesia serta mengangkat perekonomian masyarakat kita.

Pulau Komodo tidak membutuhkan kita berdebat siapa benar dan siapa salah, tapi memerlukan aksi nyata kita untuk bisa menjadikan pulau Komodo sebagai tujuan wisata dunia. Tidak seharusnya kita terpecahkan dengan pendapat penting atau tidak memenangkan pulau Komodo di New 7 Wonders.

No comments:

Post a Comment

Feel free to SHARE this post with friends and family on your social media.

Don't forget to leave your thoughts in the comments section, I would love to hear from you :)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.