Thursday, November 10, 2011

Senyum Saat Kebanjiran

Sejak hari Minggu, 6 November 2011, hujan mulai rajin menyapa kota Denpasar. Tapi sepertinya hujan masih galau, sesekali hujan deras, lantas gerimis saja tak lama kemudian terang benderang. Kondisi ini sangat cepat membuat sakit, terutama bagi saya yang kebetulan memiliki imun yang kurang baik. Sejak hari Minggu pula, kepala saya sering sakit, tenggorokan mulai tak enak, lidah menjadi pahit dan suhu badan yang naik turun.


Keesokan harinya hujan terus mengguyur Denpasar, hingga dua hari lamanya. Saya sudah sempat merasa was-was karena kebetulan saya tinggal di kawasan rawan banjir di daerah Pandangsambian. Ternyata apa yang saya khawatirkan terjadi, pada Selasa malam, air mulai meninggi. Seisi rumah pun bergegas menaikkan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi agar tidak terendam.

21:00 wita, air mulai memasuki rumah saya. Tanpa bisa berbuat apa-apa, saya hanya menyaksikan air yang makin meninggi dari atas tempat tidur. Mau panik juga air akan terus meninggi selama hujan masih turun jadi saya tidur-tiduran saja sambil main game di handphone. Awalnya ingin membuat live report tentang banjir yang tengah saya hadapi, tapi apa daya jaringan internet semalam sangat tidak bersahabat.
Karena memang sudah mengantuk, saya pun tertidur, tidak nyenyak memang, karena diganggu oleh serangga-serangga yang entah datangnya dari mana. Lewat tengah malam, air mulai menyurut. Agar nantinya mudah membersihkan, maka ketika air masih sisa sedikit kita seret keluar. Hal ini dilakukan agar lumpur yang ikut masuk ke dalam rumah tidak mengendap. Pengalaman yang lalu-lalu, lumpur yang mengendap itu jauh lebih sulit dibersihkan.

Bayangkan, saya sedang demam namun harus mengepel rumah ditengah malam, bermain bersama air hujan yang sangat kotor. Saya tidak dapat membantu banyak saat membersihkan rumah, karena memang kondisi kesehatan saya yang kurang baik.

01:15 wita, rumah sudah terlihat jauh lebih layak karena lumpur sudah tidak ada, walaupun barang-barang masih berantakan. Saya memilih untuk berbaring dan membiarkan barang saya menumpuk di tempat tidur. Selain merasa takut akan banjir susulan, saya juga sudah tidak tahan lagi membawa kepala saya yang mendadak jadi sangat berat.

Walaupun ditengah kondisi yang kurang mengenakkan, tapi ada kejadian yang cukup membuatku tersenyum. Salah satu temanku yang berasal dari Korea Selatan sempat tidak percaya bahwa aku sedang terjebak ditengah banjir sampai aku mengirimkan gambar kondisi kamarku. Sesaat setelah itu entah apa yang dia pikirkan, dia bilang ingin membawaku ke negaranya, menjagaku dan menghindarkanku dari banjir. Hmmm sesuatu yang aku rasa sangat manis hingga mampu membuatku tersenyum dan merasakan getaran aneh dalam dadaku.

Paginya, diberbagai portal berita sudah dimuat tentang bencana banjir semalam. Ada 135 unit rumah yang terendam. Dari 135 unit rumah yang terendam banjir tersebut, jumlah terbanyak berada di Pulau Biak, Kecamatan Denpasar Barat, sebanyak 100 unit rumah. Jumlah terbanyak kedua berada di Banjar Tegal Kangin, Ubung Kaja, sebanyak 21 unit.Sedangkan, sisanya menyebar di Jl Kebo Iwa Utara (5 unit), Jl Made Bina Ubung (1 unit), Jl Ken Arok (5 unit), Jl Gunung Sari Padangsambian (3 unit). Lokasi rumah saya tidak dihitung (T___T).

Banjir semalam juga menyebabkan satu korban bernama Mohammad Alvin (20), Jalan Nusa Kambangan, Gang Dahlia Denpasar hilang terbawa arus Tukad Badung. Hingga siang tadi, TIM SAR masih menyisir aliran Tukad Badung mulai dari lokasi kejadian di Jalan Tukad Biak hingga Bendungan Suwung.

Banjir sudah mulai menjadi hal yang biasa terjadi di beberapa kawasan di Denpasar. Bila tidak segera ditangani dengan tepat dan cepat oleh pemerintah setempat, banjir akan menjadi tradisi, seperti halnya dengan yang sudah terjadi di Jakarta.

No comments:

Post a Comment

Feel free to SHARE this post with friends and family on your social media.

Don't forget to leave your thoughts in the comments section, I would love to hear from you :)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.