Thursday, November 03, 2011

Buda Cemeng Klawu

Hari ini, Rabu, 02 November 2011, menurut penaggalan Bali adalah Rabu Wage Wuku Klawuatau tepat jatuh hari raya Buda Cemeng Klawu. Dahulu ketika saya bertanya apa itu Buda Cemeng Klawu, Meme saya hanya menjawab "Otonan pis (uang)". Jawaban serupa mungkin juga akan diberikan oleh banyak tetua-tetua Bali apabila kita menanyakan tentang Buda cemeng Klawu.

Upacara Buda Cemeng Klawu atau disebut juga Buda Wage Klawu adalah upacara pemujaan dan permohonan doa agar mendapat rezeki atau dibukakan pintu rezeki, upacara ini juga sebagai ungkapan terima kasih karena telah diberikan kekayaan, kemakmuran dan kesejahteraan kepada manusia dan umat Hindu khususnya. Dewa yang di sembah adalah Ida Betari Rambut Sedana atau dikenal juga sebagai Dewi Laksmi, melalui manifestasinya Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa). Dalam perkembangannya, upacara Buda Cemeng Klawu ini lebih dikhususkan dalam perwujudan sebagai bentuk simbol uang.



Masyarakat Hindu di Bali meyakini Ida Betari Rambut Sedana/Dewi Laksmi sedang melaksnakan yoga dan di percaya juga pada hari ini tidak diperbolehkan menggunakan uang untuk hal-hal yang sifatnya tidak kembali berupa wujud barang, misalnya membayar hutang atau menabung, karena dipercaya uang/kekayaan tersebut nantinya tidak dapat kembali selamanya dan menghilang oleh sifat tamak/serakah kita sebagai manusia.

Entah benar atau tidak, hal ini adalah mitos yang sangat menarik karena mengandung unsur yang sangat kental dengan budaya tradisional masyarakat Bali. Pasti saking banyaknya masyarakat Hindu Bali yang meyakini hal ini maka hari ini adalah hari yang kurang menyenangkan bagi para penagih utang serta bank atau lembaga keuangan lainnya yang biasanya dipergunakan untuk menabung.

Pura Rambut Sedana yang merupakan hulu dari Pelinggih Rambut Sedana atau sering disebut Sri Sedana yang ada di merajan keluarga di Bali. Setiap pasar di Bali juga memiliki pelinggih atau pura Melanting yang dihormati sebagai ‘Dewi Perekonomian’ dan setiap hari Buda Cemeng Klawu akan dilakukan peringatan untuk mengucapkan rasa syukur atas rejeki yang diperoleh yang ditujukan kepada Bhatara Rambut Sedana. Hal ini juga terjadi di Pura Melanting di Peken Seririt, tempat Meme saya berjualan. Semua pedagang menghaturkan sembah di Pura ini.

Upacara Buda Cemeng Klawu ini dilakukan oleh seluruh umat Hindu di Bali, terutama mereka yang membuka usaha perdagangan, misalnya pedagang di pasar, pemilik warung, restaurant, jasa keuangan, bengkel, bahkan sampai ke perusahaan-perusahaan yang mengalirkan dana secara cepat dalam menjalankan perusahaaan. Biasanya pada setiap tempat yang digunakan untuk menyimpan uang, diberikan sesajen khusus untuk menghormati Ida Betara Sedana/Dewi Laksmi sebagai wujud ungkapan rasa terima kasih atas pemberian-Nya.

2 comments:

Feel free to SHARE this post with friends and family on your social media.

Don't forget to leave your thoughts in the comments section, I would love to hear from you :)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.