Thursday, November 10, 2011

Pahlawan

Puluhan tahun silam, mereka yang kita sebut sebagai pahlawan adalah pemuda pemudi bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan negara ini. Mereka yang berharap dengan kemerdekaan itu akan membuat kehidupan mereka jauh lebih layak. Tidak dibayang-bayangi penjajahan, letusan senjata serta ketakutan akan kehilangan orang-orang terkasihi. Nyawa pun mereka pertaruhkan nyawa demi sebuah kebebasan.


Setelah mimpi mereka menjadi nyata, ternyata tak seindah angan. Berharap mendapat hidup yang layak, tak sedikit diantara mereka yang hidup dibawah garis kemiskinan. Tahun lalu malah ada janda pahlawan yang harus berurusan dengan pengadilan karena masalah kepemilikan tanah. Menyedihkan ya. Setelah apa yang mereka berikan kepada kita, ternyata tidak banyak orang yang benar-benar peduli pada nasib mereka. Paling hanya saat berdekatan dengan hari-hari nasional, seperti hari ini atau saat kemerdekaan.

Kini hanya kebanggaan akan cerita kepahlawanan mereka yang mampu mengobati rasa sedih di hati. Menceritakannya pada anak, cucu, sanak saudara sekitar sambil memperlihatkan bekas-bekas luka serta beberapa piagam. Piagam-piagam lusuh pemberian pemerintah sebagai ucapan terimakasih karena telah berjuang untuk bangsa ini. Piagam-piagam yang tidak memiliki harga dalam rupiah namun memiliki arti yang sangat mendalam baginya.

Bila dulu ada mesin waktu yang bisa mereka gunakan untuk menengok keadaan negeri ini setelah merdeka, masih sudikah mereka berjuang, masih relakah tubuh mereka terkena timah panas kompeni, masih maukah mereka menumpahkan darah untuk merdeka? Tidak ada yang tahu karena memang tidak ada yang bisa memutar waktu.

Dulu berjuang untuk kemerdekaan, kini berjuang untuk sesuap nasi hari ini.
Selamat hari pahlawan!

1 comment:

Feel free to SHARE this post with friends and family on your social media.

Don't forget to leave your thoughts in the comments section, I would love to hear from you :)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.