Saturday, January 14, 2012

Ramalan itu Sugesti

Pada dasarnya aku orang yang memang mempercayai ramalan, bahkan dulu hampir semua ramalan aku percaya mentah-mentah. Ramalan zodiac, ramalan garis tangan, ramalan nama, ramalan tanggal lahir, ramalan raut wajah dan termasuk ramalan cuaca (hahahaha)

Saat masih SMA dulu di Jogja malah setiap minggu pasti membeli tabloid atau majalah yang ada rubik ramalan zodiac-nya. Apapun yang tertulis di sana aku percaya.


Tapi seiring berjalannya waktu dan pola pikir yang kian berubah, akhirnya kebiasaan membaca ramalan menjadi tersingkirkan, bahkan kini sudah hampir tidak menarik lagi. Walaupun aku masih sangat meyakini bahwa aku seorang Gemini sejati.

Minggu lalu ada seorang teman yang mencoba untuk membaca garis tanganku. Dia berkata bahwa aku akan melalui kehidupan berumah tangga sebanyak dua kali. Saat aku tegaskan lagi, apakah aku bercerai dan menjada, dia tidak berani memastikan. Menyebalkan L apalagi aku ingin melangsungkan perkawinan hanya sekali seumur hidupku.

Ramalan garis tangan yang membuatku insomnia, aku menjadi takut ramalan itu menjadi nyata. Walaupun aku pernah beberapa kali diramal dan tidak semuanya tepat. Contohnya, saat SMA aku diramal akan menikah usia 21 tahun tapi nyatanya, hingga saat ini, di usiaku yang ke 24 aku belum menikah.

Sebenarnya ramalan itu seperti sugesti, sugesti sendiri artinya adalah proses psikologis dimana seseorang membimbing pikiran, perasaan atau prilaku orang lain. Dibalik benar atau salahnya, karangan atau kenyataannya ramalan, terselip sugesti yang menuntun pikiran kita. Apalagi bila kebetulan yang diramal adalah orang yang sangat mempercayai ramalan.

Contoh kecilnya, ketika membaca ramalan mingguan, di sana disebutkan “berhati-hatilah karena minggu ini adalah minggu tersialmu, kekasihmu akan berselingkuh” maka secara tidak sadar pikiran kita menuntun dan mengkondisikan diri untuk menjadi sial. Apapun yang terjadi pasti dianggap kesialan. Selain itu pikiran curiga akan menghantui pikiran siang dan malam, ketakutan si kekasih berselingkuh dan mungkin malah akan membuat pertengkaran yang tidak berarti.

Membaca ramalan apapun itu bukan hal yang dilarang (menurutku), tetapi jangan pernah mempercayai 100% ramalan itu. Segala hal harus dipertimbangkan dengan logika. Pikir saja gini, bila ada ramalan (misalnya) Gemini bahwa pada hari Rabu, minggu ini kamu akan diare, masa semua orang yang berzodiac Gemini di dunia ini akan diare pada saat yang bersamaan?

Namanya juga ramalan, belum tentu benar. Menjadi benar mungkin karena ramalan itu memang tepat atau karena kamu “merasa” ramalan itu tepat. Bila itu ramalan bagus tidak ada masalahnya untuk dipercaya, mungkin akan membuatmu mendapatkan keberuntungan. Bila itu ramalan buruk, maka jadikan itu sebagai peringatan untuk berhati-hati tapi jangan sampai membuatmu mempunyai ketakutan berlebihan.

 Be smart, guys J            

No comments:

Post a Comment

Feel free to SHARE this post with friends and family on your social media.

Don't forget to leave your thoughts in the comments section, I would love to hear from you :)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.