Saturday, March 17, 2012

Menghapus Dosa


Bisakah dosa yang selama ini kita perbuat terhapuskan? Satu pertanyaan yang pernah muncul di benakku beberapa waktu belakangan ini. Oke sebelum aku memaparkan ini kepalaku dalam tulisan ini, tolong pahami satu hal, bahwa aku menulis ini tidak menggunakan referensi ajaran agama tertentu. Jadi jangan anggap ini adalah perwakilan dari isi agama yang kebetulan aku anut.

Aku bukan manusia yang berjalan lurus, walaupun sejak kecil sudah dipenuhi dengan ajaran-ajaran agama yang juga kebetulan dianut oleh orang tuaku. Sepertinya, ah bukan hanya sepertinya, tapi memang aku punya dosa yang bila dijabarkan dalam buku mungkin mencapai beribu-ribu halaman.

Siapa sih di sunia ini yang tidak punya dosa? Daripada rancu mengenai apa sih dosa itu, kayaknya aku tulis dulu tentang definisi dosa. Dikutip dari laman Wikipedia, dijelaskan bahwa
Dosa (dari bahasa Sanskerta: dosa) adalah suatu istilah yang terutama digunakan dalam konteks agama untuk menjelaskan tindakan yang melanggar norma atau aturan yang telah ditetapkan Tuhan.
Kembali ke pertanyaan awal, bisakah dosa dihapus? Entah bagaimana jawabannya bila ditinjau dari pandangan agama, tapi menurut aku secara pribadi, dosa itu tidak bisa dihapuskan. Kenapa? Karena bila dosa itu bisa dihapuskan maka orang akan sangat mudah mengulang dosanya. Dalam pikirannya akan terpatri satu konsep “ah lakukan aja dosa itu suka-suka aku, toh nanti bisa dihapus”.

Aku lebih menyukai istilah ‘perenungan dosa’. Melalui apapun caranya, menurut agama masing-masing, apa yang selama ini kita perbuat, direnungkan lagi. Sayangnya saat ini tidak banyak orang suka merenung ya. Terlalu sibuk mengejar uang.

Dosa itu akan terus menumpuk, tidak akan pernah berkurang. Lalu apa yang harus dilakukan dengan dosa yang makin menumpuk? Selain tentu saja belajar untuk mengurangi berbuat dosa, juga mulai menimbun perbuatan baik. Paling tidak, nanti kalau di persimpangan jalan antara surga dan neraka, kita masih bisa masuk surga karena membawa lebih banyak amal daripada dosa.

Kadang kalau inget dari pagi baru bangun hingga sebelum tidur, aku menghitung pencapaianku hari itu. Berapa hal buruk yang aku buat dan berapa hal baik yang aku lakukan. Kategori mana baik dan mana buruk, kalau belum jelas silahkan hubungi guru agama masing-masing ya.



4 comments:

  1. terimakasih atas tulisannya,,, sangat setuju dg "PERENUNGAN DOSA"

    ReplyDelete
  2. Ya setuju, semua yg kita lakukan ada pertanggungjawabannya.."dia yg menanam dia pula yg menuai"

    ReplyDelete
    Replies
    1. @abon kalo gak gitu enak bamget orang bisa seenak udelnya bikin dosa trus ntar tinggal dihapus aja

      Delete

Feel free to SHARE this post with friends and family on your social media.

Don't forget to leave your thoughts in the comments section, I would love to hear from you :)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.