Sunday, April 29, 2012

Kemarin, Hari ini dan Esok


Aku mengalami masa menjadi alay nan lebay itu ketika awal remaja seperti kebanyakan yang terjadi saat ini. Hmmm kira-kira tahun tujuh silam sifat alay nan lebay itu tumbuh subur seiring makin seringnya aku berkubangan di jejaring sosial. Aku sering tertawa ketika menengok tulisaanku kala itu, ternyata aku pernah menganggap tulisan bEsAr KEciL atau perpaduan an9k4 huruf dengan aksen di-gaul-gaul-in adalah sesuatu yang imut dan lucu.

Malu rasanya ketika mengingat bahwa aku pernah juga membenci orang-orang yang menulis dengan metode tersebut. Berarti aku pernah menjadi si alay lantas menjadi pembenci alay dan kini  aku memutuskan berada pada posisi normal, bukan alay dan juga bukan pembenci alay.

Saat masih mengasah bakat ke-lebay-an ku, aku mempunyai satu sifat yang kurang baik. Setiap aku mempunyai masalah, aku selalu menceritakan masalahku ke siapapun, ke teman, ke pembantu bahkan ke penjual nasi campur di deket kos, tapi tidak ke orang tua atau keluargaku. Bahkan parahnya tidak jarang aku menuliskan secara detail masalahku itu di jejaring sosial. Itu membuat seentaro jagad dunia maya mengetahui masalahku.

Sekarang aku sudah merasa sedikit dewasa namun belum sedewasa adik bontotku. Walaupun kami berbeda hanya 18 bulan saja dan mari kita abaikan fakta bahwa wanita lebih cepat dewasa dari pria, adik bontotku itu memiliki kedewasaan bertingkat-tingkat di atasku.

Dan kini, setelah aku merasa sedikit dewasa, aku mulai jarang mengumbar masalahku. Tidak hanya di jejaring sosial, aku mulai jarang berbagi masalah dengan teman-temanku. Bukan karena aku sudah tidak menganggap mereka sebagai tempat curhatku, tapi aku mulai sadar bahwa tiap manusia punya beban dan aku tidak mau menambah beban teman-temanku emangnya masalah aku segawat apa sih?.

Ketika aku mempunyai masalah, aku lebih suka berdiam dan memikirkannya sendiri, kalaupun aku ingin berbagi cerita, aku lebih memilih bercerita kepada Ibu. Bagi aku, nasehat dan pertimbangan yang beliau berikan padaku selalu bisa menenangkanku.

Bagaimana dengan aku esok? Entahlah, aku akan berusaha lagi dan lagi untuk menjadi seorang Leny yang lebih baik lagi. Tapi yang namanya manusia mana ada sih yang sempurna. Mungkin aku akan bertambah dewasa dalam menyikapi masalah namun masih enggan meninggalkan sifat kekanak-kanakanku.

Let's wait and see! :)

2 comments:

  1. Bagaimana dengan esok? Entahlah aku akan berusaha lagi dan lagi untuk menjadi seorang Vi2N yang lebih baik lagi :)

    maaf numpang lewat mbak, mampir ditempatku juga ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. kita sama2 belajar untuk menjadi yang lebih baik lagi :)
      thanks for reading ya ^

      Delete

Feel free to SHARE this post with friends and family on your social media.

Don't forget to leave your thoughts in the comments section, I would love to hear from you :)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.