Monday, April 30, 2012

Mau Sampai Kapan Kamu Melajang?


Pernah nggak kamu merasa terusik dengan perkataan “kapan mau cari suami?” atau “mama pengen gendong cucu dari kamu” atau bisa juga “Kamu jangan keasikan menyendiri, inget umur juga loh”. Aku terlalu sering mendapat pertanyaan seperti itu, banyak yang mulai memasang lampu kuning  melihat aku masih betah melajang.


Tidak dapat aku pungkiri, aku juga ingin berumah tangga, menemukan seseorang yang tepat untuk menemaniku sepanjang usiaku, membangun rumah tangga yang bahagia dan mempunyai anak yang lucu. Tapi memutuskan akan menghabiskan hidup ini dengan pria mana itu susah.

Mungkin ketika aku masih remaja, aku tidak akan berpikir terlalu panjang untuk memutuskan berumah tangga. Tapi seiring bertambahnya usia, makin banyak yang menjadi pertimbanganku untuk akhirnya memutuskan, ya dia pria yang tepat.

Seperti yang telah kita ketahui, menikah dengan orang Indonesia sama saja menikah dengan keluarga besarnya. Aku harus memikirkan apakah nanti aku diterima di lingkungan keluarganya, apakah orang tuaku setuju dengan pilihanku dan setumpuk pertanyaan yang entah kapan akan terjawab.

Sekarang pun ketika aku sedang menjalin hubungan yang aku rasa serius dengan Pria berasal dari Korea Selatan, keputusan untuk kami menikah tidak mudah. Aku memang tidak perlu takut memikirkan apakah keluarganya suka padaku atau tidak, karena dia sudah lama hidup sendiri.

Tapi seiring berjalannya waktu, hubungan kami menjadi kian rumit. Kami harus memikirkan besarnya anggaran kunjungan keluarga, anggaran pernikahan di dua Negara, kerumitan pengurusan surat-surat. Belum lagi kami harus sama-sama saling memahami jalan pikiran pasangan. Perbedaan budaya dan kebiasaan membentuk pola pikir yang berbeda.

Satu hal yang selalu aku takutkan dalam hubungan berumah tangga. Bagaimana kalau ternyata pria itu bukanlah jodohku? Bagaimana kalau setelah berumah tangga aku jatuh cinta pada pria lain? Atau bagaimana bila suamiku kelak yang jatuh cinta pada wanita lain?

Aku percaya, bila memang saatnya tiba aku akan tahu apakah pria itu lah si Mr. Right  atau dia hanya si Mr. Wrong yang numpang lewat di hidupku. Aku tidak akan ngotot menikah hanya nuntuk mengejar status sebagai “istri”. Aku akan menikah ketika aku memang ingin menikah, bukan karena paksaan atau keharusan.

6 comments:

  1. Replies
    1. :D salam juga, terimakasih ya sudah mampir

      Delete
  2. yang pasti kalo cewek sih saat udah dilamar.hahaha kalo cowok ya saat udah mampu bertanggung jawab..salam kenal.kunjungan pertama ne

    ReplyDelete

Feel free to SHARE this post with friends and family on your social media.

Don't forget to leave your thoughts in the comments section, I would love to hear from you :)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.