Sunday, May 13, 2012

Empati yang Terkikis



Beberapa hari yang lalu terjadi kecelakaan yang melibatkan sebuah pesawat buatan Rusia bernama Sukhoi Super Jet 100. Pesawat ini hancur menabrak tebing Gunung Salak. Penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan pihak-pihak yang berwenang. Hari ini korban kecelakaan Sukhoi sudah mulai ada yang dievakuasi beberapa.

Kejadian tragis ini tenyata membuat segelintir orang memanfaatkannya dengan sangat tidak bijak. Di beberapa media sosial mulai disebarluaskan photo-photo yang konon kabarnya adalah korban kecelakaan Sukhoi. Entah kemana perginya rasa empati mereka yang aku anggap sengaja menyebarkan gambar tidak patut itu ke public.


Pernah nggak kalian para penyebar photo tersebut membayangkan bagaimana perasaan keluarga korban ketika melihat photo yang kalian sebarkan itu? Mereka tengah berduka haruskah ditambah duka lagi setelah melihat photo itu? Terlepas dari benar atau tidaknya itu adalah photo kecelakaan Sukhoi, karena aku baca di beberapa berita online katanya photo yang tersebar itu adalah photo kecelakaan pesawat satu tahun silam.

Beberapa saat lalu photo itu muncul di halaman Facebook ku, aku memberikan sedikit komentar yang menyuruh menghapus komen tersebut. Tapi yang aku dapatkan malah komen aku di hapus. Aaaah menyebalkan sekali kelakuan bocah itu. Padahal dia seorang wanita yang aku rasa mempunyai empati yang cukup tinggi.
Jangan-jangan dia tidak tau caranya berempati? Atau dia sudah mati rasa? Apa sih tujuan dia menyebarkan photo korban Sukhoi? Demi popularitas? Demi dianggap paling up-to-date?
Hanya dia dan Tuhan yang tahu. Semoga saja peredaran photo korban Sukhoi ini tidak terus berlangsung, kalau memang sudah terlanjur mempostingnya di media sosial, tidak ada salahnya dihapus sekarang juga J Belajarlah utuk berempati, merasakan apa yang orang lain rasakan.

2 comments:

  1. bahkan dalam kode etik jurnalisme udah ada aturan yg menjunjung tinggi empati: "dilarang ambil gambar jenazah!" makanya di TV Indonesia sekarang udah gag ada yg tayangin foto jenazah, kalaupun ada sensornya full. lihat bagaimana tsunami jepang kemarin yg diliput secara intensif justru sama sekali tidak menampilkan korban2 tsunami baik yg hidup tapi luka2 atau yg sudah meninggal. ini kode etik yang sebenarnya bertujuan menumbuhkan empati di masyarakat. :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. eh iya bener juga, yg di Jepang kemaren ga ada berita tentang korbannya ya. salut deh..

      Delete

Feel free to SHARE this post with friends and family on your social media.

Don't forget to leave your thoughts in the comments section, I would love to hear from you :)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.