Wednesday, May 16, 2012

Galaunya Konser Lady Gaga


Tiga Juni dua ribu dua belas seharusnya menjadi hari yang menyenangkan bagi Little Monster karena konser Lady Gaga akan diselenggarakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Namun kesenangan mereka teracam sebab pihak Polda Metro Jaya tidak merekomendasikan penyelenggaraan konser ini.


Alasan pihak kepolisian, gaya busana Lady Gaga yang memiliki nama asli Stefani Joanne Angelina Germanotta ini tidak sesuai dengan budaya ketimuran. Beberapa pihak juga mengirimkan surat kepada polisi dan bahkan ke Istana, bahwa pakaian Lady Gaga terlalu seksi dan beberapa lagunya tidak mencerminkan keTuhanan. Selama ini keberadaan Lady gaga memang sering dikaitkan dengan iblis, entah itu memang benar adanya atau hanya taktik marketing.

Sangat disayangkan pihak kepolisian tidak merekomendasikan penyelenggaraan konser Lady Gaga saat pelaksanaannya tinggal menunggu hari. Ribuan tiket pun sudah sold out sejak beberapa bulan lalu. Ini tentu saja mengecewakan banyak pihak, mengecewakan Little Monster yang sudah berharap banyak dapat menyaksikan aksi panggung Lady Gaga.

Penolakan terhadap konser Lady Gaga bukan hal yang pertama terjadi. Sebelumnya konser Lady Gaga juga di tolak oleh beberapa pihak di Korea Selatan. Penolakan terjadi karena Lady gaga dianggap mempromosikan gaya hidup homoseksual dan icon pornografi. Namun penolakan beberapa pihak ini tidak dilakukan dengan ancaman kekerasan, dilakukan dengan damai.

Namun penolakan beberapa pihak terhadap Lady Gaga di Korea Selatan lantas tidak menyebabkan konser tersebut gagal. Pemerintah Korea Selatan lantas mengeluarkan aturan bahwa pihak yang boleh menonton konser ini adalah mereka yang berumur di atas 18 tahun. Bagi mereka yang dibawah 18 tahun dilarang menonton konser ini dan dapat mengembalikan tiket yang sudah terlanjur mereka beli.

Entah mengapa kepolisian tidak menggunakan kebijakan layaknya yang diterapkan di Korea Selatan, apalagi pendapat beberapa pihak yang menolak bukanlah suara bulat masyarakat Indonesia. Kalaupun Lady Gaga memang mempromosikan gaya hidup yang tidak berkeTuhanan, homoseksual serta pornografi, apakah hanya dengan sekali menonton konser ini maka akan langsung terpengaruh? Aku rasa tidak.

Perlu waktu yang cukup lama untuk dapat mempengaruhi pikiran seseorang untuk menjadi homoseksual atau anti keTuhanan. Kalau masalah pakaian yang terlihat sangat seksi, hmmmm sepertinya penyanyi dangdut Indonesia banyak yang lebih seksi lagi kan? Pihak promotor kan bisa menyarankan Lady Gaga untuk berpakaian yang lebih sopan, bukan tidak mungkin dia akan menuruti saran kita.

Aku berharap semoga saja penolakan ini tidak karena tekanan beberapa pihak, bila memang karena itu bisa dibayangkan bagaimana mengerikannya ketika Polisi “tunduk” pada kelompok tertentu. Ini mungkin bisa dijadikan pelajaran bagi para promotor yang ingin mendatangkan musisi yang kontrovesial. Apabila memang tidak memungkinkan mengadakan konser di Jakarta, Bali sepertinya bisa dijadikan alternative J

No comments:

Post a Comment

Feel free to SHARE this post with friends and family on your social media.

Don't forget to leave your thoughts in the comments section, I would love to hear from you :)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.