Tuesday, May 08, 2012

Maaf, Kita Harus Putus...


Memutuskan hubungan dengan kekasih yang sudah cukup lama bersama kita, memang bukan hal yang mudah. Ada begitu banyak pertimbangan hingga kata-kata “putus” itu benar terucap. Melalui sederet pergolakan batin dan juga air mata. Kapan hubungan itu harus dipertahankan? Kapan hubungan itu harus diakhiri?



Aku pernah berada dalam situasi yang menurut aku sangat dilematis. Satu sisi aku sudah tidak nyaman dengan satu hubungan tapi di sisi lain aku merasa tidak tega untuk memutuskan begitu saja hubungan cinta kami yang saat itu telah berlangsung cukup lama. Namun satu keputusan harus aku buat. Memilih antara bertahan dengan hubungan yang sudah tidak sehat (menurutku) atau meninggalkannya sembari diiringi rasa bersalah.

Saat aku putus yang terakhir kali, aku bilang ke mantanku itu "Sayang, aku lelah harus menunggumu ditengah ketidakpastian. Jadi ijinkan aku mencari pria lain yang ingin mempunyai masa depan denganku.  Maaf, kita akhiri saja hubungan ini" kata-kata yang gak umum untuk memutuskan pacar hihihihi....

Banyak yang menilai aku wanita kejam ketika akhirnya aku meninggalkan kekasihku karena alasan yang cukup sepele (menurut beberapa orang). Tapi tidak ada yang pernah tahu bagaimana aku melalui hari-hari yang buruk sebelum mengambil keputusan itu. Aku tidak pernah ingin melukai perasaan orang lain. Aku takut pada karma. Walaupun terkadang aku tanpa sengaja menyakiti perasaan orang lain.

Aku sudah berusaha memberitahukan pada mantan pasanganku dulu bahwa ada beberapa hal yang aku nilai kami sudah tidak sejalan dan sialnya mantan pasanganku itu tidak merespon dengan benar. Atau mungkin sudah merespon dengan benar, tapi aku tidak merasakan efek yang bisa menyembuhkan hubungan kami.

Aku selalu percaya apabila memang kami ditakdirkan bersama, seberapa lama pun kami terpisah pada akhirnya akan kembali bersama dan apabila kami ditakdirkan tidak bersama sekuat apapun kami bertahan maka akan berakhir juga.

Aku secara pribadi lebih memilih meninggalkan pasanganku ketika memang hubungan kami 80% mendekati kehancuran. Apalagi saat itu, tujuanku dan tujuan hidupnya sudah gak sejalan lagi. Apa bedanya tersakiti sekarang dengan nanti? Apa bedanya tangisan sekarang dengan nanti?

Apakah aku harus tetap bertahan ketika bagiku panggilan teleponnya bagai panggilan dari dunia kegelapan yang menyeramkan? Apakah aku juga harus bertahan ketika hampir setiap ngobrol hanya ada pertengkaran?

Aku berusaha untuk tidak menyesali keputusan apapun yang telah aku ambil. Terkadang rasa bersalah muncul pada sang mantan. Itu menyebabkan aku mencari tahu bagaimana hidupnya sekarang. Ketika melihatnya bahagia, rasa bersalahku sedikit terkikis dan aku bisa tenang menjalani hubunganku yang sekarang.

Aku sendiri tidak akan terlalu ngotot mempertahankan pasanganku apabila dia hendak meninggalkanku karena dia sudah tidak lagi mencintainya. Makin lama bertahan makin panjang juga rasa sakit yang aku rasakan dan dia rasakan. Kecuali dia meninggalkanku karena alasan yang menurut aku konyol, maka aku akan bertahan semampu aku bisa.

Bila ada diantara kalian yang ingin memutuskan hubungan cinta, aku punya beberapa tips:
  • Pikirkan baik-baik tentang keputusanmu, ingat kembali waktu yang telah kalian lewati bersama agar keputusanmu lebih bulat dan tidak menyebabkan penyesalan, mungkin saja kan keinginanmu untuk putus hanya kebawa emosi sesaat;
  • Bayangkan bagaimana hidupmu setelah tidak bersamanya, karena tentu saja akan ada yang berbeda;
  • Jika sudah merasa yakin untuk putus, carilah waktu yang tepat, ketika dia tidak sedang punya masalah keluarga atau masalah di kantor, ketika dia tidak lelah dan cari waktu yang santai;
  • Pergilah ke tempat yang tenang, berdua, agar kalian bisa ngobrol dari hati ke hati;
  • Katakan dengan jelas dan tegas keinginanmu untuk mengakhiri hubungan kalian dan berikan penjelasan secukupnya, jangan berbelit-belit;
  • Jangan katakana “Kalau jodoh nanti juga akan bertemu lagi” atau “aku akan selalu ada untuk kamu walaupun kita putus” ini akan membuatnya berharap padahal kamu sudah tidak mencintainya lagi, bukankah hal ini akan lebih menyakiti dia lagi?;
  • Jangan paksakan untuk berteman baik setelah perpisahan, karena itu akan menyakitinya dan membuatnya bingung, apalagi bila kamu mulai berbagi cerita tentang gebetan barumu;
  • Berikan waktu padanya untuk menghilang dari hidupmu, jangan mencari-cari atau menanyakan kabarnya, lakukan hal ini paling tidak selama enam bulan setelah kalian putus.

6 comments:

  1. aku ngalamin itu jg kmrn sm vendra yg anak sumatra itu, akhirnya ya aku pilih udahan aja karna inget umur juga kan udah waktunya nyari cowo yg bisa diajak sampai merrid, pacarku sekarang jg byk perbedaannya, agama dan warga negara, tp ortu ku ngijinin aku pindah agamadan kalau mungkin jg gak masalah aku jd warga negara korea.
    kalau emang mau lanjutin ya harus dipikirin serius, siapa yg ngalah masalah agama. kalau sulit untuk salah satu mengalah saranku ya kalian udahan aja :( sulit sih cif, tp kan keputusan harus diambil, drpd terlunta-lunta tp gak ada ujungnya sama sekali.

    ReplyDelete
  2. iyaa..perbedaan yang sangat komplekzz..masih bimbang..antara bertahan tapi gk tau ujungnya..atau dilepas..T.T

    ReplyDelete
  3. karna perbedaan itu ya cif?

    ReplyDelete
  4. ini yang sekarang..aq alamin...bukan karena pertengkaran..bukan karna ada orang lain..T.T

    ReplyDelete
  5. Replies
    1. tergantung bagaimana kita menyikapinya :P

      Delete

Feel free to SHARE this post with friends and family on your social media.

Don't forget to leave your thoughts in the comments section, I would love to hear from you :)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.