Thursday, May 17, 2012

Sejarah Hangeul


Beberapa bulan terakhir ini aku tengah belajar bahasa Korea, walaupun tidak rutin dan sangat jarang latihan. Diantara begitu banyak bahasa di dunia ini, kenapa aku k mempelajari bahasa memilih untuk mempelajari bahasa Korea? Bukan karena aku rajin mengikuti drama Korea, bukan karena mengidolakan aktornya dan bukan juga karena aku menyukai boy/girl bandnya. Aku tidak pernah sekalipun ingin belajar bahasa Korea, tapi kini aku mulai mempelajarinya karena permintaan kekasihku.


Aku ingin berbagi pengalaman dan materi belajarku buat siapa saja yang ingin ikut belajar bahasa Korea walaupun bila dikatakan jago, tentu saja masih belum. Sehari-harinya bercakap dengan kekasihku pun masih menggunakan bahasa Inggris. Jadi aku sedang tidak mengajarkan, hanya berbagi J ingat itu.

Untuk bisa belajar bahasa Korea, kita harus bisa membaca dan menulis huruf Hangeul (baca: Han Geul). Hurufnya cukup sederhana, hanya kotak, lingkaran dan garis. Namun sebelum memluai kenalan dengan Hangeul, gimana kalau kita cari tahu dulu tentang sejarah Hangeul?

Hangeul diciptakan oleh Raja Sejong pada masa disnati Joseon (1392-1910). Raja Sejong dikenal sebagai raja yang cerdas, terampil diberbagai bidang, bijaksana dan mencintai rakyatnya. Sebelum ada Hangeul, orang-orang terpelajar di Korea menggunakan huruf China untuk tulis menulis, namun banyak pronunciation bahasa Korea yang tidak dapat dituliskan dengan benar menggunakan tulisan China. Hal ini menyebabkan timbul banyak kesalahpahaman.

Rakyat diluar golongan kelas atas tidak diperbolehkan untuk belajar baca tulis karena huruf China terlalu susah. Padahal itu semua demi kepentingan politik serta ekonomi pihak atas. Buta huruf tentu saja akan membatasi rakyat untuk mengkritik pemerintahan. Ini juga demi kepentingan mendapatkan pekerjaan di pemerintahan yang harus dilalui dengan seleksi tes, sehingga hanya golongan tertentu saja yang mampu duduk dipemerintahan.

Melihat kenyataan seperti itu, Raja Sejong kemudian mencari cara untuk menciptakan huruf baru yang mampu menuliskan semua ucapan dalam bahasa Korea dan huruf yang mudah dipelajari. Melalui upaya keras bertahun-tahun, Raja Sejong meneliti unit dasar bahasa Korea menggunakan kemampuannya sendiri tentang kebahasaan dan akhirnya pada tahun 1446 berhasil menuangkan dalam huruf yang dinamakan “Hunminjeong-eum” yang artinya adalah suara yang benar untuk diajarkan kepada rakyat.

Huruf ini kemudian berganti nama menjadi Hangeul. Hangeul terdiri dari dua kata, yaitu Han () yang berarti satu, besar, agung atau jawaban dan kata Geul () yang berarti karakter. Hingga kini, rakyat Korea setiap tanggal 9 Oktober merayakan hari Hangeul sebagai wujud kebanggaan terhadap huruf ini. Hangeul terdiri dari 40 karakter, yaitu 10 huruf vokal tunggal, 14 konsonan tunggal, 11 vokal gabungan dan 5 konsonan ganda.



No comments:

Post a Comment

Feel free to SHARE this post with friends and family on your social media.

Don't forget to leave your thoughts in the comments section, I would love to hear from you :)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.