Friday, May 11, 2012

Tragedi Sukhoi Superjet100


Siang ini seperti biasa, setelah perut kenyang oleh seporsi nasi campur aku beristirahat sejenak sebelum memulai melanjutkan pekerjaanku. Aku mencari berita terkini seputar apa yang terjadi Indonesia dan juga dunia. Salah satu berita yang sedang panas-panasnya adalah berita jatuhnya pesawat Sukhoi di Gunung Salak. Hampir dalam setiap berita online menyebutkan bahwa kondisi pesawat baru dan diterbangkan oleh pilot dengan jam terbang yang tinggi.

Jadi kenapa pesawat Sukhoi bisa menabrak tebing di Gunung Salak? Banyak spekulasi bermunculan, bahkan dikaitkan juga dengan kisah-kisah mistis seputaran kecelakaan di Gunung Salak. Ya, memang kecelakaan Sukhoi di Gunung Salak bukanlah yang pertama (tapi semoga ini yang terakhir). Selain kecelakaan pesawat, beberapa pendaki juga pernah hilang di Gunung ini, ada yang kembali dalam keadaan hidup, ada juga yang kembali hanya namanya saja.

Ada satu berita yang menurutku sedikit janggal, berikut ini kutipannya :
Dua wartawan majalah Angkasa, Didi Yusuf dan Dodi Aviantara, merupakan sebagian penumpang pesawat Sukhoi Superjet100 yang hilang di kawasan Gunung Salak, Bogor. HP keduanya masih aktif saat dihubungi pukul 17.00 WIB. Tapi keduanya tidak mengangkat telepon.
Oke, seingat dan sepengetahuanku, ketika berkendara menggunakan pesawat terbang, para penumpang dilarang menghidupkan handphone. Kalaupun ingin menghidupkan harus dengan Flight mode, jadi walaupun HP dalam keadaan hidup namun signalnya mati.

Kendali/navigasi pesawat menggunakan serangkaian alat elektronik digital yang sangat sensitive terhadap frekuensi gelombang radio, sedangkan HP mengeluarkan dan/atau menerima gelombang radio yang sangat kuat. Menurut peraturan FAA (Federal Aviation Administration) mengaktifkan ponsel di dalam pesawat terbang (bukan saja selama penerbangan) adalah pelanggaran hukum (illegal) dan dapat dihukum atas dakwaan membahayakan keselamatan umum.

Gangguan berbahaya yang disebabkan HP dan alat elektronik lainnya, diantaranya adalah:
  1. VOR (VHF Omnidirectional Receiver) tak terdengar, disebabkan oleh HP
  2. Arah terbang melenceng, disebabkan oleh HP
  3. Indikator HSI (Horizontal Situation Indicator) terganggu, disebabkan oleh HP
  4. Gangguan sistem navigasi, disebabkan oleh HP
  5. Gangguan frekuensi komunikasi, disebabkan oleh HP
  6. Gangguan indikator bahan bakar, disebabkan oleh HP
  7. Gangguan sistem kemudi otomatis, disebabkan oleh HP
  8. Gangguan arah kompas, , disebabkan oleh komputer, CD, game
  9. Gangguan indikator CDI (Course Deviation Indicator), disebabkan oleh gameboy
  10. dan banyak lagi lainnya [sumber:  ASRS (Aviation Safety Reporting System)]


Dalam riwayat penerbangan Internasional, ada beberapa kecelakaan yang disebabkan oleh gangguan alat elektronik, diantara adalah pesawat Crrossair (nomor penerbangan LX498) baru saja lepas landas dari bandara Zurich (Swiss), tak lama kemudian pesawat menukik jatuh. Tercatat sepuluh penumpangnya tewas dalam kejadian ini. Setelah diselidiki ditemukan bukti adanya gangguan sinyal HP terhadap system kemudi pesawat.

Contoh lainnya adalah pesawat Slovenia Air dalam penerbangan menuju Sarajevo terpaksa melakukan pendaratan darurat karena system alarm di kokpit penerbangan terus berbunyi. Setelah diselidiki, ternyata ada sebuah HP yang lupa dimatikan dalam kopor di bagasi sehingga menyebabkan gangguan navigasi.

Dalam pikiranku (yang tidak selalu benar dan tolong dikoreksi bila salah), HP dua orang itu memang hidup selama penerbangan, karena sepertinya sangat mustahil mereka menghidupkan HP sesaat sebelum pesawat menabrak tebing. Apabila aku ikut joy flight ini, HP ku dalam keadaan mati dan pesawat akan menabrak tebing, menghidupkan HP adalah hal terakhir yang akan aku lakukan.

Memang sepertinya terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa HP lah penyebab kecelakaan ini. Masih perlu waktu untuk menyelidiki sehingga dapat diketahui dengan benar penyebab sesungguhnya pesawat Sukhoi menabrak tebing. Kita serahkan saja pada pihak KNKT yang katanya juga akan dibantu penyelidik asal Rusia untuk mencari tahu penyebab pesawat ini menabrak tebing.

Sedikit nasehat dariku, sesibuk apapun kamu sehingga HP harus online 24 jam sehari, namun ketika kamu melakukan perjalanan menggunakan pesawat, ada baiknya kamu mematikan HP. Tenang saja, tidak akan ada yang marah padamu selama HP mu mati, mereka pasti akan mengerti. Jangan melanggar aturan yang menjadikan nyawamu sebagai taruhannya. J


2 comments:

Feel free to SHARE this post with friends and family on your social media.

Don't forget to leave your thoughts in the comments section, I would love to hear from you :)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.