Monday, June 25, 2012

Transgender


Entah mengapa topik transgender selalu menarik perhatianku. Transgender merupakan istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan orang yang melakukan, merasa, berpikir atau terlihat berbeda dari jenis kelamin yang ditetapkan saat mereka lahir. Jadi dia tidak merasa nyaman dengan kondisi tubuhnya. Lahir sebagai laki-laki namun berfikir seperti wanita, begitu pula sebaliknya. Tapi aku cenderung lebih tertarik pada perubahan fisik seorang laki-laki yang menjadi wanita.

Beberapa trangender yang pernah aku lihat, memiliki wajah yang lebih cantik serta badan lebih sexy dari aku yang wanita original. Kenapa ya ada orang yang berpikir bahwa badannya yang sekarang tidak membuatnya nyaman? Aku akan mencoba merangkum penyebab seseorang menjadi trangender yang aku peroleh dari beberapa sumber.


Secara medis, ketidaknyamanan trangender pada tubuh aslinya disebabkan oleh kromosom (kromosom adalah suatu struktur yang membalut DNA si pembawa informasi genetic). Thomas Hunt Morgan pada tahun 1910 menyatakan manusia mempunyai 46 buah kromosom dengan sistem penentuan kelamin X Y. Pada wanita, ada dua kromosom yang sama, yaitu XX. Sedangkan pada pria, mempunyai kromosom yang berbeda, yaitu XY. Dan dari sekian banyak pasangan kromosom, mungkin saja ada kromosom yang menyimpang.

Dr Singgih Widjaya, SpGK mengungkapkan bahwa kelainan kromosom biasanya terjadi saat pembuahan, yaitu saat sperma bertemu dengan sel telur. Di saat itu terjadi pembelahan dua kali, hingga akhirnya mengurangi jumlah kromosom yang semestinya ada. Harusnya 46, jadi tinggal 23 saja, kondisi inilah yang jadi pemicu munculnya karakter yang berbeda dalam diri seseorang.

Penyebab lainnya adalah karena faktor lingkungan. Seseorang menjadi trangender bisa karena diperlakukan dengan salah oleh keluarga/orang terdekatnya, misalnya seorang ibu yang mendambakan anak perempuan ternyata memperoleh anak laki-laki. Karena rasa kecewanya, si ibu memperlakukan anak laki-lakinya itu seperti memperlakukan anak perempuan. Pola pengasuhan yang salah ini membuat si anak lebih nyaman menjadi perempuan.

Bisa juga karena pelecehan atau tindakan kekerasan, baik yang terjadi di lingkungan keluarga maupun di pergaulan (dengan teman sepermainan atau di sekolah) dan/atau trauma karena pengalaman seksual. Sejak kecil seorang anak perempuan biasa melihat ayahnya bertindak kasar, teman-teman lelakinya juga bertindak kasar padanya. Perlakuan itu membuatnya dia lebih dekat dengan perempuan sehingga sifat keperempuanan pun perlahan melekat padanya.

Gejala awal trangender diantaranya adalah:
  • Perasaan tidak nyaman dan tidak puas dengan salah satu anatomi seksnya
  • Berharap dapat berganti kelamin dan hidup dengan jenis kelamin lain
  • Mengalami guncangan yang terus menerus untuk sekurang-kurangnya selama dua tahun dan bukan ketika stess
  • Adanya penampilan fisik interseks atau genetic yang tidak normal
  • Ditemukan kelainan mental, misalnya schizophrenia yaitu reaksi psikotis, cirinya adalah dengan gejala pengurungan diri, gangguan pada kehidupan emosional dan afektif serta tingkah laku negativism.


Kisah trangender hampir sama. Hidup mereka tidak mudah, bayak menerima penolakan dan pendiskriminasian serta pelecehan dari masyarakat umum. Keberadaan mereka sering menjadi bahan olok-olokan hingga tidak jarang diantara para trangender yang kemudian memilih pergi serta tinggal di luar lingkungannya, seperti di luar pulau atau luar negri. Dalam kasus yang paling ekstrim, tidak jarang si trangender kemudian memilih untuk mengakhiri hidupnya.

Thailand sudah lama dikenal sebagai surganya trangender. Beberapa trangender asal Thailand terlihat nyaris sempurna dalam bentuk tubuh wanita. Ini terkadang membuatku sedikit iri karena lekuk tubuh mereka lebih indah dari aku yang bertubuh gendut. Namun poin penting yang harus aku selalu ingat adalah  I don’t need any plastic in my body to validate me as a woman. Dan aku harus bersyukur karena aku memang terlahir sebagai wanita dan memiliki rahim, sesuatu yang sangat diidamkan wanita trangender, mereka yang tampil sempurna sebagai wanita tapi tanpa rahim.

Siapapun sepertinya tidak ada yang ingin terlahir dan terjebak dalam tubuh yang salah. Aku sebagai sesama manusia tidak ingin menghakimi mereka. Walaupun dalam agama itu dinyatakan sebagai perbuatan yang salah, biarlah itu urusan mereka dengan Tuhannya masing-masing. Bersyukurlah kamu yang bisa hidup sebagai wanita seutuhnya atau pria seutuhnya.

Sumber:


No comments:

Post a Comment

Feel free to SHARE this post with friends and family on your social media.

Don't forget to leave your thoughts in the comments section, I would love to hear from you :)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.