Sunday, July 01, 2012

Cinta dan Seks


Beberapa bulan terakhir ini aku menjadi tempatnya curhat beberapa teman di dunia maya. Kebanyakan dari mereka remaja yang terkenal akan kelabilannya. Salah satu curahan hati yang menarik bagiku adalah tentang seorang remaja putrid yang dilemma antara menyerahkan keperawanannya atau tidak pada pacarnya.


Begini cerita singkatnya. Sebut saja remaja putri itu bernama Mawar (berasa lagi nulis berita criminal, ㅋㅋㅋ). Saat ini Mawar berusia 16 tahun, sudah tiga bulan terakhir ini dia berpacaran dengan kakak kelasnya yang bernama hmmm bagaimana kalau kita sebut Kumbang? Kumbang. Awalnya Kumbang hanya ingin memegang tangan Mawar, lama-lama Kumbang makin berani mencium pipi Mawar dan terakhir Kumang mengajak Mawar untuk having sex.


Mawar menolak, karena ilmu agama yang ditanamkan kedua orang tuanya cukup kuat sehingga dia tahu, itu adalah dosa. Kumbang tak kehabisan akal, dia menuduh bahwa Mawar tidak mencintainya karena tidak mau menyerahkan keperawanannya sebagai bukti cinta. Dan Mawar pun dilemma, satu sisi Mawar mencintai Kumbang dan tidak ingin kehilangan Kumbang, sisi lain dia tidak mau menyerahkan keperawanannya.

Mungkin tidak hanya Mawar yang mengalami kejadian seperti ini. Saat aku ngubek-ngubek beberapa forum diskusi remaja, hal serupa sering diungkapkan. Ada yang akhirnya benar-benar menuruti pinta pasangannya, ada yang akhirnya menolak dengan tegas dan memilih putus saja.

Bagi beberapa pria, mereka menyerahkan cinta untuk mendapatkan seks dan bagi beberapa wanita, mereka menyerahkan seks untuk sebuah cinta. Aku sendiri bukan termasuk orang yang menolak aktivitas seks sebelum pernikahan tapi aku juga tidak setuju bila ada wanita yang menyerahkan seks hanya demi menyatakan cinta.

Entah bagaimana ceritanya sampai seks dianggap sebagai symbol dari pernyataan cinta. Cinta itu tidak harus ditunjukkan dengan mau melakukan aktivitas seksual. Ada beribu atau mungkin berjuta cara menunjukkan cinta pada pasangan selain dengan seks.

Wanita, bila suatu saat kamu menemukan pria yang seperti Kumbang segera lah kamu menjauhinya. Seperti pengalaman beberapa orang yang pernah aku jumpai, tipe pria seperti Kumbang ini bukan tipe pria yang baik-baik. Biasanya tidak lama setelah si wanita mau melakukan hubungan seksual, dia akan terbang mencari wanita lain untuk dihisap keperawanannya.

Beberapa wanita malah mau “diinjak-injak” pasangannya karena merasa dia telah menyerahkan keperawanannya berarti hidupnya milik sang kekasih. Tidak perawan bukan berarti wanita itu murahan atau tidak punya harga diri. Tidak ada hubungannya buat aku. Melepas keperawanan atau tidak itu hal yang sangat pribadi dan tidak berhubungan dengan harga diri seseorang.

Kalau bisa menjadi perawan sampai menikah, yah itu sangat bagus. Tapi kalau mau having seks sebelum menikah juga silahkan, asalkan tahu, mengerti dan siap atas segala kosekwensinya. Jangan sampai hanya mau enaknya aja tapi begitu hamil malah digugurin atau si pria meninggalkan wanitanya sambil bilang “itu bukan anak saya”. Jadi lakukanlah jika memang kamu sudah siap, jangan karena dipaksa pasangan dan juga lakukan dengan aman J

Ini mungkin bukan nasehat yang baik bagi beberapa orang tapi mungkin bisa dijadikan bahan pertimbangan buat remaja yang mungkin sedang galau untuk menerima atau menolak ajakan pasangannya.

6 comments:

  1. Replies
    1. kalo suka boleh deh itu dipencet tombol +1 nya haha

      Delete
  2. Bagus nih postnya, berbobot :)) salam kenal dari http://farizsyahtria.blogspot.com/ mari saling follow biar berfaedah ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sudah di follow back ya ^^ maaf lama

      Delete
  3. kumbang dan mawar sekarang nasibnya bagaimana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kumbangnya udah terbang ke bunga lain kayaknya

      Delete

Feel free to SHARE this post with friends and family on your social media.

Don't forget to leave your thoughts in the comments section, I would love to hear from you :)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.