Saturday, July 28, 2012

Perselingkuhan dalam Hidupku


Ada begitu banyak orang yang pernah merasakan sakit hati karena diselingkuhi oleh pasangannya dan ada begitu banyak juga orang yang suka berselingkuh. Apa yang salah dengan hubungan asmara mereka sampai beselingkuh? Ada banyak alasan, mulai dari memang sudah tabiat, menganggapnya sebagai tantangan atau ada sebab lain yang biasanya dijadikan alasan pembenar perselingkuhan itu.

Bagiku, menemukan lelaki untuk dipacari itu lebih mudah daripada menjaga keutuhan hubungan kami. Aku pernah merasakan sakit hati yang sangat dalam karena perselingkuhan tapi aku juga pernah melukai mantan pasanganku karena aku berselingkuh. Itu terjadi saat aku masih sangat muda, ketika ingin mencicipi berbagai macam pengalaman cinta.

Sebagai seorang pelaku perselingkuhan, aku melakukannya hanya pada hubungan pacaran yang tidak serius tapi bukan berarti aku mempermainkan perasaan pria. Hanya saja saat aku masih muda dulu, pacaran bukanlah untuk menikah dan selingkuh itu menyenangkan.

Berasa lagi main di sebuah film yang hampir seluruh adegannya bikin dag dig dug duer. Perselingkuhan masa muda dulu juga meberikan pengalaman yang bisa aku jadikan pelajaran. Menjadi pelaku perselingkuhan dapat membuatku berantisipasi saat akan menjadi korban.

Aku mengingat ingat apa saja yang aku lakukan ketika aku akan berselingkuh dan ketika pasanganku menunjukkan tanda-tanda serupa aku mulai pasang lampu kuning. Tapi tetap menjaga sikap agar pasanganku itu tidak merasa aneh kenapa aku mendadak jadi posesif. Tetap ada sisi positifnya hahaha…

Kini, setelah mulai sedikit menua, aku melepaskan kesukaanku pada perselingkuhan. Nah mungkin ini yang namanya karmapala, saat aku menjalin hubungan sudah mulai serius bahkan berencana menikah eh ketemunya sama laki-laki yang kemudian menorehkan luka yang teramat dalam. Dia beselingkuh dan untuk pertama kalinya aku mengalami patah hati.

Oh ternyata seperti ini rasanya. Menjadi korban dari perselingkuhan. Sampai sekarang aku masih menyimpan sedikit dendam padanya. aku sudah berusaha memaafkannya tapi susah untuk melupakannya. Beberapa tahun setelah patah hati itu, aku kembali mengalami sakit hati karena perselingkuhan. Tapi sudah jauh lebih siap dan tegar. Hanya saja sakitnya masih sama.

Selingkuh itu bisa diawali dari hal yang sangat sepele, bahkan ketika kamu tidak berfikir untuk selingkuh sekalipun. Misalnya saja, menutupi status hubunganmu ketika ada yang bertanya, itu membuka celah orang lain untuk masuk dan berada di antara kamu dan pasanganmu. Celah itu akan makin membuka sedikit demi sedikit saat kamu mulai berkeluh kesah dan menjelekkan pasanganmu di hadapan lawan jenismu.

Bukannya tidak boleh curhat pada orang lain saat kamu ada masalah dengan pacar. Tapi pilih pilih deh sama siapa kamu akan curhat. Mengeluhkan hal buruk tentang pacar akan ngebuat orang lain yang berniat jahat mengusik hubungan kalian. Kalau memang ada masalah lebih baik selesaikan berdua, dengan kepala dingin.

Aku memang pernah salah mengambil langkah dengan mempermainkan kesetiaan, tapi bukan berarti aku ingin terus melangkah makin jauh ke bagian gelap dalam hidupku. Aku yakin, aku masih punya kesempatan, tidak hanya aku, tapi untuk siapa saja yang ingin berubah menjadi lebih baik. Yang bisa aku lakukan sekarang, hanya mencoba menyusuri bagian terang dari kegelapan sampai aku menemukan orang yang selalu bisa menggenggam tanganku dan menuntunku pada cahaya.

Tidak ada gunanya aku menyesali masa lalu ku, menyesali daftar dosa ku pada mantan pasanganku atau mengutuk orang yang bersalah padaku. Toh apapun yang aku lakukan sekarang tidak pernah mengubah kenyataan yang terjadi pada masa lalu.

Aku akan menyimpan beberapa potongan kelam masa laluku hanya untukku sendiri, menyimpannya di lokasi yang paling jauh dalam ingatanku. Bukan untuk mengingkarinya, hanya untuk memberikanku kesempatan berubah dan tidak terpaku pada masa lalu.

Untuk masa depanku nanti, aku tidak mau ada perselingkuhan lagi, baik aku menjadi pelakunya maupun sang korban. Cukup berhenti pada titik ini aku bermain dengan kesetiaan.

2 comments:

  1. Halo mbak salam kenal nama ku Aiko :)

    Aku punya cerita yang sama persis dengan mbak nih :(
    Aku jadi takut buka hati lagi karena cukup trauma dengan kejadian yang baru aku alamin huhuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hali aiko.. jangan pernah takut untuk nyoba jatuh cinta lagi ya walaupun ada kemungkinan km akan sakit hati. Kalau km perlu waktu ditunggu aja dl jgn terlalu memaksa. Thanks udah mampir ya..

      Delete

Feel free to SHARE this post with friends and family on your social media.

Don't forget to leave your thoughts in the comments section, I would love to hear from you :)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.