Sunday, September 09, 2012

Dari Curhat Jadi Selingkuh



Tidak ada satupun orang dimuka bumi ini yang tidak pernah merasakan punya masalah. Hmmm kecuali mereka yang mengidap penyakit jiwa mungkin ya, itu pun bukan karena mereka tidak punya masalah, tapi karena mereka tidak merasakan masalah itu.

Berbagai macam cara dapat ditempuh untuk mencari solusi. Ada yang merenung, menyepi ke tempat yang tenang, ada juga yang mengkonsumsi minuman beralkohol atau malah narkotika dan beberapa diantaranya hanya menumpahkan isi hati pada orang terdekat.


Aku sendiri, ketika aku memiliki masalah, aku lebih suka menyepi, mengurung diri di kamar sampai bosan. Terkadang juga menangis, walaupun tidak menyelesaikan masalah, tapi menangis membuatku sedikit merasa lega dan kemudian mampu memikirkan dengan kepala dingin apa solusi yang hendak aku ambil untuk menuntaskan masalahku.

Mencurahkan hati atau curhat juga kerap aku lakukan. Kalaupun orang yang mendengarkan keluh kesahku tidak mampu memberikan solusi, paling tidak dia sudah meluangkan waktunya untuk mendengarku. Itu sudah lebih dari cukup.

Secara umum, curhat lebih sering dilakukan oleh wanita. Pria cenderung memendam masalahnya sendiri, kalaupun curhat itu tidak akan se-lebay wanita. Harus ku akui, sebagian wanita saat menceritakan masalahnya dengan sedikit dibumbui penyedap agar terdengar dramatis.

Curahan hati itu bisa membantu kita untuk menjadi sedikit lebih tenang, namun di sisi lain juga mampu menimbulkan masalah baru dikemudian hari. Loh kok bisa? Sama halnya dengan pisau, bila digunakan oleh chef, pisau itu bisa menghasilkan makanan yang enak, bila oleh pembunuh ya bisa untuk menghilangkan nyawa.

Kita tidak dapat menceritakan masalah kepada semua orang. Bahkan ketika itu dengan sahabat terdekat, ada beberapa hal yang harus kita simpan sendiri tapi tidak mengurangi atau mengubah inti masalah yang ingin kita ceritakan. Karena mungkin saja kan apa yang kita ceritakan (bisa saja sebuah rahasia pribadi) nantinya akan menyebar dan menyulitkan kita. Ini sejedar langkah antisipasi.
Seperti kata Om Kahlil Gibran, jangan kau sampaikan rahasiamu pada angin, jangan salahkan angin bila ia ceritakan pada ranting.
Kalau kamu pernah atau sedang menjalin hubungan cinta dengan seseorang, entah itu pada tahap pacaran atau sudah berumah tangga, pasti dong pernah saja punya masalah dengan pasangan. Entah itu kebiasaan pasangan yang sedikit menjengkelkan, perbedaan pendapat atau bahkan hubungan kalian sudah di ujung tanduk.

Karena makin sering bertengkar, makin seringlah merasa tertekan dan mulai mencari tempat untuk berkeluh kesah. Kalau sama sahabat dekat sih gak masalah. Tapi saranku, jangan berkeluh kesah, apalagi menjelekkan pasangan pada lawan jenis yang bukan sahabat dekat dan bukan homoseksual.

Ketika kamu mulai menceritakan keburukan pasanganmu di depan lawan jenis, itu ibarat kamu berkata “yuk kita selingkuh, aku bosan dengan pasanganku”. Mungkin kamu saat awal curhat tidak bermaksud untuk berselingkuh, tapi itu membuka celah menuju sebuah perselingkuhan.

Belum lagi kalau kamu mulai merasa nyaman dengan teman lawan jenis-mu itu. Makin sering kamu bertengkar dengan pasangan, makin jauh jarakmu dan pasangan nah makin dekat pula jarak antara kamu dan teman curhatmu ini. Tanpa kamu sadari, kamu mulai merasakan ketergantungan pada temanmu, hingga timbul benih-benih cinta.

Aku pernah beberapa kali mengalaminya, dari sekedar teman curhat lama-lama jadi ada perasaan suka. Beberapa diantaranya berujung pada perselingkuhan, beberapa yang lain tidak. Namun apapun ujungnya, itu selalu menimbulkan rasa bersalah dan penyesalan yang mendalam.

Sekarang, kalau aku mempunyai masalah dengan pasanganku, aku lebih memilih bercerita pada Ibu, karena sejauh ini, Beliau selalu berada pada posisi netral. Aku juga beberapa kali menuliskan masalahku di blog ini, tentu saja itu bukan masalah serius dan hal yang memang dapat di konsumsi publik.

6 comments:

  1. ya kurang lebihnya begitu lah hehe

    ReplyDelete
  2. Iqbal Nururrohman12 October, 2012 21:45

    ouh begitu yah...????
    heeeemmmm

    ReplyDelete
  3. curhat itu kadang seperti doa, ada harapan atas sesuatu yg dialami.
    bagusnya sih curhatnya sama yang Maha Tau :))

    ReplyDelete
  4. sama Tuhan juga kadang curhat, menenangkan :) makasi ya sudah mampir

    ReplyDelete
  5. sekedar menghilangkan perdebatan itu memang susah.. tapi tetapkan pilihanmu untuk siapa yang kamu pertahankan.. bersyukur namanya :) intinya bersyukur

    ReplyDelete

Feel free to SHARE this post with friends and family on your social media.

Don't forget to leave your thoughts in the comments section, I would love to hear from you :)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.