Monday, September 17, 2012

Move On dalam Waktu Singkat


Belakangan ini aku sering mendengar istilah “move on”, awalnya sih dari time line di twitter, lalu juga di beberapa blog yang aku baca, acara televisi dan juga radio. Move on itu istilah yang digunakan untuk menggambarkan situasi ketika seseorang sudah dapat jatuh cinta lagi setelah patah hati.

Tenggang waktu setelah putus sampai move on pada setiap makhluk itu berbeda-beda. Ada yang hanya hitungan jam, ada pula yang harus menunggu tahunan untuk move on. Aku diantara dua sahabatku yang lain termasuk orang yang paling cepet move on. Setelah putus dari pacar terdahulu, gak sampai 3 bulan aku sudah pacaran lagi.

Bahkan saking cepatnya move on, banyak kabar miring beredar. Aku dianggap berselingkuh hanya karena aku terlalu cepat move on, gak adil deh. Apa aku harus berlama-lama diam dalam keterpurukan padahal aku tidak sedang terpuruk? Harus berpura-pura terpuruk untuk menjaga perasaan sang mantan? Nanti malah salah tanggep, dikiranya aku ngasi harapan untuk balikan.

Aku bingung kenapa harus menunggu waktu lama untuk move on. Mungkin saja, rasa cinta yang dirasakan terlalu mendalam sehingga jadi susah move on setelah kisah cintanya kandas. Dua sahabatku , Ardani dan Tari termasuk tipe orang yang susah move on. Alasannya sih pengen menikmati kesendirian dan memang belum menemukan orang yang tepat.

Ini pula yang menjadi poin yang membedakan aku dengan mereka, mereka mungkin sedikit pemilih, sedangkan aku cenderung gegabah jatuh cinta. Mereka seringnya berhenti pada tahap pendekatan, entah karena ilang feeling atau gak nyatu-nyatu perasaannya, kalau aku malah sering melakukan pendekatan kilat.

Mereka mempertimbangkan banyak hal, salah satunya kemungkinan hubungan itu kedepannya bagaimana. Kalau aku, jarang berpikir kedepan, yang penting aku merasa nyaman ya sudah, jalanin aja. Dua sahabatku ini belum move on bukan karena mereka masih terpuruk dengan masa lalu, mereka hidupnya bahagia kok.

Seorang temanku yang lainnya juga susah move on, katanya, dia ingin melupakan bayang-bayang sang mantan sebelum akhirnya move on. Dalam opiniku, move on itu gak harus melupakan mantan dan mantan itu pun gak harus dilupakan. Aku masih ingat mantanku, beberapa kenangan masa lalu juga masih tercetak jelas dalam ingatanku.

Yang penting, si mantan ini gak jadi sumber masalah dengan pacar yang baru. Untungnya lagi, walaupun aku masih inget mantan, aku gak menyimpan perasaan cinta padanya. Aku juga gak pernah membanding-bandingkan pacarku dengan mantanku. Mereka dua orang yang berbeda, masing-masing punya hal yang baik dan buruk.

Kemudahan aku untuk move on aku anggap nilai positif yang ada dalam diriku walaupun terkadang menyebabkan anggapan miring dari orang lain. Aku gak begitu peduli orang lain mau mengatakan apa tentang hidupku. Mereka hanya mengenalku sebagian, terlebih hanya tau dari ocehanku di social network.

Kalau move on itu gampang buat aku, laih halnya dengan putus. Butuh waktu cukup lama untuk aku bisa bilang putus ke pacar. Aku lebih banyak mempertimbangkan baik buruknya saat akan putus daripada akan pacaran. Bahkan aku pernah berniat akan putus di awal tahun namun baru terlaksana di akhir tahun. Aku tidak ingin menyakiti perasaan (mantan), jadi aku benar-benar mempertimbangkan kapan saat yang tepat untuk menyampaikan kabar buruk itu.

Cepat atau lambat untuk move on itu balik lagi ke individunya. Mau menjomblo bertahun-tahun gak masalah kok, asalkan tidak terpuruk dalam kesedihan masa lalu. Hidup ini selalu melaju ke depan bukan ke belakang, ada beberapa hal yang harus ditinggal di masa lalu agar mendapatkan masa depan yang lebih baik.

Kalau mau jomblo hanya hitungan jam juga gak masalah, mumpung masih muda, manfaatkan waktu yang ada untuk mengenal berbagai tipe lawan jenis untuk menemukan pasangan hidup yang tepat. Tepat itu gak selalu yang terbaik J

No comments:

Post a Comment

Feel free to SHARE this post with friends and family on your social media.

Don't forget to leave your thoughts in the comments section, I would love to hear from you :)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.