Sunday, September 09, 2012

Rindu ini Menyakitkan


Lebih dari tujuh bulan aku tidak berjumpa dengan kekasihku. Namanya juga pacaran lintas Negara, aku tidak bisa bertemu dengannya sesuka hatiku. Aku tidak sedang mengeluh, ini memang sudah menjadi kosekuensi yang harus aku terima karena menyanggupi ajakannya untuk berpacaran.

Aku sudah mulai terbiasa dengan kondisi ini, sebelumnya juga aku pernah pacaran jarak jauh walaupun masih di Indonesia. Namun sesekali, perasaan kacau dengan mood yang berantakan hinggap padaku saat aku merindukannya. Apalagi kalau melihat beberapa teman seperjuangan (sama-sama penganut LDR) sudah bertemu kekasih masing-masing.


Iri, ya memang itu yang aku rasakan. Rasa iri itu akan mengasah rasa rindu yang aku rasakan menjadi setajam silet yang menyayat relung jiwaku. Rasanya sesak, seperti tak mampu lagi bernafas. Dada ini juga sakit dan sedikit perih. Terdengar agak berlebihan memang, tapi itulah yang aku rasakan saat ini.

Apalagi didukung oleh pacar tersayangku yang nan jauh di sana menghilang tanpa kabar (baca:tidur seharian). Reaksiku biasanya marah-marah, hal sepele yang tidak terlalu penting bisa menjadi bahan amukanku. Haha aku ini memang wanita penggerutu.

Kalau aku rasa-rasain lebih dalam, ketika aku patah hati akibat putus cinta, sakit yang aku rasakan tidak sesakit menahan rindu. Kalau patah hati sih, cukup nangis seminggu aja lalu move on cari pacar lagi. Nah kalau kangen? Gimana mau move on? Kan aku terikat dengan komitmen, kalau aku mencari pacar pengganti itu sih namanya selingkuh. Kata Nenek, itu berbahaya.

Selama apapun masa penantianku pada sang kekasih, selama itu pula aku merasakan rindu yang menyiksa ini. Tidak selalu tiap hari, hanya sesekali. Syukurnya pacarku ini tipe pacar yang suka melakukan wajib lapor. Mau ke pub, lapor; mau kerja, lapor; mau pulang kerja, lapor; mau ke pasar , lapor; bahkan mau minum minuman alkohol juga lapor. Hanya saja sering kalau mau tidur gak laporan, padahal ditungguin.

Sesakit apapun rasa rindu yang aku rasakan saat ini, bukan berarti aku ingin mengakhiri cerita cintaku dengan Ekany Oppa. Setelah melalui beberapa bulan, sakit karena rasa rindu lebih dapat dinikmati daripada sakit karena patah hati. Sesakit apapun rindu ini, akan selalu berujung pada satu pelukan hangat dan kecupan bibirnya nanti.

No comments:

Post a Comment

Feel free to SHARE this post with friends and family on your social media.

Don't forget to leave your thoughts in the comments section, I would love to hear from you :)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.