Tuesday, October 02, 2012

Aspek Hukum Perkawinan Campuran (Indonesia-Korea)


Beberapa bulan lalu, saya sempat bertanya di sebuah klinik hukum online, hanya saja kemudian saya tidak pernah lagi mengecek jawabannya. Di sana memang dijelaskan bahwa si penanya tidak mendapat notifikasi by email bila pertanyaannya di jawab. Iseng-iseng saya cek, ternyata pertanyaan saya sudah dijawab.

Berikut ini, saya akan memberikan penjabaran tentang aspek hukum perkawinan campuran antaraIndonesia dan Korea Selatan. Saya menjabarkan jawaban yang diberikan klinik hukum itu dengan sedikit perubahan yang saya anggap perlu.

Perkawinan antara Warga Negara Indonesia (WNI) dengan Warga Negara Asing (WNA) dalam Pasal 57 UU Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan disebut dengan perkawinan campuran. Kemudian dalam Pasal 56 ayat (1) UU Perkawinan dijelaskan bahwa apabila perkawinan seorang WNI dengan WNA dilaksanakan di luar Indonesia, akan sah bilamana dilakukan menurut hukum yang berlaku di Negara di mana perkawinan itu dilangsungkan dan bagi WNI tidak melanggar ketentuan-ketentuan UU Perkawinan.

Pemerintah Korea Selatan (Republic of Korea/RoK) mendukung adanya pernikahan beda kewarganegaraan yang disebut dengan multicultural family melalui Support for Multicultural Families Act tahun 2008. Pria Korea Selatan agar diperbolehkan menikah dengan wanita asing harus mengikuti international marriage guidance program terlebih dahulu di kantor Imigrasi yang berada di 14 wilayah Korea Selatan setiap hari Rabu.



Seperti yang dijelaskan dalam laman resmi Ministry of Justice Republic of Korea, dalam international marriage guidance program, pihak Korea Selatan akan memeriksa kemampuan keuangan, kondisi kesehatan, catatan criminal serta persyaratan hukum untuk pasangan tersebut dapat menikah. Apabila ditemukan masalah maka visa untuk istri akan ditolak. Visa ini diperlukan agar si istri tidak menjadi imigran gelap di Korea Selatan dan dalam pengajuan visa si istri  harus mendapat sponsor dari suami

Pengaturan soal perkawinan dan keluarga di Korea Selatan merupakan kewenangan dari Kementrian Kesetaraan Gender dan Keluarga (Ministry of Gender Equality and Family). Wanita yang menjadi imigran di Korea Selatan akan diberikan pendidikan bahasa Korea dan pengenalan budaya agar mudah beradaptasi dan mencegah menjadi korban diskriminasi sosial di Korea Selatan.

Ketika WNI yang menikah di luar negeri kembali ke Indonesia, surat bukti perkawinan (dikeluarkan oleh Negara berwenang, dalam hal ini Republik Korea Selatan)  harus didaftarkan di Kantor Pencatatan Perkawinan dalam waktu paling lama 1 tahun sejak kembali ke Indonesia. Hal ini sesuai dengan Pasal 70 Perpres Nomor 25 tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil.

Sebelum dicatatkan di Indonesia, perkawinan tersebut harus dilaporkan kepada Perwakilan Republik Indonesia di Korea Selatan dengan memenuhi syarat berupa fotocopy:
  • Bukti pencatatan perkawinan/akta perkawinan dari Negara setempat;
  • Paspor Republik Indonesia; dan/atau
  • KTP suami/istri bagi penduduk Indonesia (Pasal 70 ayat (2) Perpres Nomor 25 tahun 2008).

Pelaporan perkawinan tersebut dilakukan dengan tata cara:
  • WNI mengisi Formulir Pelaporan Perkawinan dengan menyerahkan persyaratan kepada Pejabat Konsuler;
  • Pejabat Konsuler mencatat pelaporan perkawinan WNI dalam Daftar Perkawinan WNI dan memberikan surat bukti pencatatan perkawinan dari Negara setempat (Pasal 70 ayat (3) Perpres Nomor 25 tahun 2008)

Jadi, akta perkawinan yang dikeluarhan oleh pejabat di Korea Selatan belum memiliki kekuatan hukum di Indonesia apabila tidak dilaporkan kepada Perwakilan Indonesia di Korea Selatan dan tidak dicatatkan dan dilaporkan ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil di Indonesia.

Trus gimana dong kalau perkawinan dilaksanakan di Indonesia? Perkawinan itu harus sesuai UU Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan. Syarat sahnya perkawinan sesuai dengan Pasal 2 UU No. 1 tahun 1974 adalah:
  1. Perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaan itu.
  2. Tiap-tiap perkawinan dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Untuk keterangan lebih lengkapnya dapat dilihat di Bagian Ketiga tentang Perkawinan Campuran pada UU No.1 tahun 1974. Ingin melaksanakan perkawinan di Korea Selatan atau di Indonesia sama saja, asalkan segala ketentuan hukumnya di penuhi, prosedurnya dilaksanakan dengan tepat dan tidak menjadi imigran gelap.

Bagi WNI (serta warga Negara selain Korea Selatan lainnya) yang telah menikah dengan pria warga Negara Korea Selatan dapat mengajukan izin tinggal tetap (permanent residence) setelah tinggal di Korea Selatan lebih dari 2 tahun. Lebih lanjut mengenai informasi keimigrasian yang sesuai dengan yuridiksi wilayah di Korea Selatan dapat dilihat di sini.

Jadi kesimpulannya, sebelum menikah, pasangan saya harus melaksanakan international marriage guidance program di Kantor Imigrasi di Korea Selatan. Setelah melaksanakan program ini baru kami dapat melangsungkan perkawinan dan menjadi sponsor dalam pengajuan visa saya agar bisa menetap di Korea Selatan. Pengurusan administrasi keimigrasian ini harus dilaksanakan di kantor imigrasi sesuai yuridiksi di daerah mana kami akan tinggal nanti.


***UPDATE***
Setelah saya sempat menanyakan ke beberapa wanita Indonesia yang menikah dengan pria Korea Selatan lalu menetap di negara itu, ternyata prosedur International marriage guidance program hanya diperuntukkan bagi mereka yang bertemu di biro jodoh, untuk lebih lengkapnya silahkan baca yang harus disiapkan sebelum dan sesudah perkawinan dengan WN Korea Selatan.


Reference:

15 comments:

  1. ribet banget malah, ini baru masalah perkawinan belum lagi nanti masalah keimigrasiannya hehe.. mau cari orang Indonesia juga tapi gak ada yg sejalan pikirannya sih

    ReplyDelete
  2. wahhh... ribet juga yah.. untung pasangan saya orang Indonesia asli, hehe

    ReplyDelete
  3. ayo jeng Leni duluan, good luck ya. tar saya nyusul.
    semoga semuanya berjalan lancar. keliatannya emang ribet ya, tapi dengan niat yang kuat pasti jadi mudah! fighting!
    let me know about detail process later :)

    ReplyDelete
  4. @twitter-21557760:disqus hihi emang lumayan ribet, tapi semoga aja semuanya lancar ya, buat kamu juga :D rencananya sih emang nanti tiap detailnya mau di tulis di blog, biar bantu yg lain juga

    ReplyDelete
  5. mbak saya jg mau nkah ma wn korea n nkahny- d korea,mhon d jelaskan langkah apa yg hrus saya lakukan dr awal sampai akhir mengenai urutan prosedurnya,thanks

    ReplyDelete
    Replies
    1. hi.. maaf ya baru balas, kemaren kelewat komennya :)
      kalau untuk syarat dan prosedurnya harap ditanyakan langsung ke kedutaan besar korea dan juga kedutaan besar indonesia di korea.
      secara umum gambaran lengkapnya bisa dilihat di http://www.leniwijayanti.com/2013/02/perkawinancampurankoreaindonesia.html

      Delete
  6. sis tlng d jawab ya makasih

    ReplyDelete
  7. aduh ribet banget mbk....mbk gimana klw wanita indonesia dan lelaki korea menikah dan menetap di indonesia....apakah prosedurnya sama...dan kira memakan dana berapa ya ...tolong di jawab.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya lumayan ribet, kurang lebih sama sih.. secara umum gambaran untuk pernikahan di Indonesia bisa dilihat di http://www.leniwijayanti.com/2013/02/perkawinancampurankoreaindonesia.html tapi untuk menetap di Indonesia saya belum begitu paham. dan masalah dana yang harus dikeluarkan ummmm tidak ada angka pastinya. beberapa teman menyebut angka untuk mengurus surat menikah sekitar 3 juta sampai belasan juta rupiah, hanya di Indonesia ya. kalau di korea saya kurang tau.

      Delete
  8. makasih ya mba leni atas informasi dan jawabanya....kalau bs minta tolong carikan informasinya dong klw lelaki koreanya mau menetap di indonesia...itu apa daja sarat dan prosedurnya...sebelumnya makasih banyak....

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya nanti saya usahakan ^^ tapi kalau butuh cepat bisa menghubungi kantor imigrasi sih

      Delete
  9. mf mbak...kedutaan besar indonesia di jakarta itu di jln sudirman itu bukan...yang gedung halte graha itu atau bukan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. kedutaan besar Indonesia di Jakarta atau kedutaan besar Korea di jakarta?

      Delete
  10. Mba mhon pnjelasan untk single parent wni yg akn mnikah dgn wna korea n mlangsungkn prnikahan di indo n mnetap ∂ï korea..apa aja langkah yg hrus dilakukan dri awal.thnk u mba.mhon pnjelasannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba vivi, sayangnya saya kurang tau mengenai single parent dan wn korea. Mungkin kurang lebihnya sama hanya saja perlu disertakan akta cerai..

      Delete

Feel free to SHARE this post with friends and family on your social media.

Don't forget to leave your thoughts in the comments section, I would love to hear from you :)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.