Saturday, October 06, 2012

Sayang, Apa Kamu Masih Perawan?


Kalau jaman aku dulu, SD itu hanya sekedar suka-sukaan, belum berani tuh yang namanya pacaran. Jangankan ciuman, pegangan tangan berduaan saja merupakan hal yang sedikit “mengerikan”. Baru kenal yang namanya cinta monyet saat SMP, mulai berani peganga tangan juga.


Tapi sekarang? Jangankan anak SD, anak TK pun sudah bisa mulai bilang “dia pacar aku”. Entahlah walau sekali dua kali terdengar lucu tapi kok ya mengkhawatirkan juga. Perilaku layaknya orang dewasa ini sangat ditentukan oleh apa yang mereka tonton, sinetron yang tayang saat jamnonton tv anak-anak kebanyakan ada cinta-cintaannya.

Lagu anak-anak juga sudah hampir punah, kalaupun yang nyanyi anak kecil tapi materinya tidak lain dan tidak bukan adalah tentang jatuh cinta. Satu lagi, kemudahan anak-anak dalam mengakses media sosial juga membuat pengetahuan mereka tentang pacaran menjadi lebih dari yang sepantasnya mereka tahu.

Banyak penelitian yang menyebutkan bahwa remaja di Indonesia sebagian besar sudah tidak perawan lagi. Kemudahan mendapatkan informasi dan akses ke berbagai media beraroma porno menjadi dalang dibalik semua ini. Belum lagi bila ditambah kurangnya perhatian orang tua pada pergaulan dan lingkungan tempat tumbuh kembang si anak.

Seks usia dini adalah salah satu akibat dari lemahnya pengawasan orang tua terhadap anaknya. Orang tua kerap memberikan fasilitas berlebih untuk membalas rasa bersalah mereka ketika mereka sibuk bekerja. Kalau anak ketemu teman bergaul yang baik sih gak masalah, tapi gimana kalau bertemu dengan mereka yang kurang baik?

Aku pernah menulis tentang cinta dan seks di artikel sebelumnya. Problem seperti yang aku jabarkan di sana memang kerap menimpa remaja putri yang dimanfaatkan oleh pria hidung belang. Ironisnya, beberapa pria hidung belang ini menginginkan wanita perawan untuk menjadi istrinya dan memandang rendah wanita yang tidak perawan.

Dalih mereka, kan keperjakaan itu tidak mudah diketahui, jadi kalau berbohong tentang hal itu ke wanita juga gak bakal ketahuan, beda dengan keperawanan wanita yang menurut mereka sangan mudah diketahui. Beberapa diantaranya malah menganggap, pria nakal adalah hal yang biasa dan wanita nakal adalah wanita murahan.

Banyak pria yang aku temui dalam hidupku tidak memperdulikan si wanita yang dia cintai itu perawan atau tidak. Bagi mereka, cara berfikir dan attitude si wanita jauh lebih berperan untuk membuat mereka jatuh cinta dari sekedar keperawanan. Dan tentu saja, tidak perawan bukan berarti wanita itu murahan dan tidak punya harga diri.

Kemudian pantaskah keperawanan itu dipertanyakan? Haruskan sebelum mencintai seorang wanita si pria harus mengetahui keperawanannya? Pertanyaan itu hanya bisa dijawab oleh pria itu sendiri. Namun sedikit saran dariku, sebelum menanyakan hal ini pada wanita yang kamu cintai, lebih baik renungkan dulu seberapa penting keperawanannya.

Ada banyak pendapat tentang bagaimana mengecek wanita itu perawan atau tidak secara kasat mata. Banyak yang percaya, namun itu semua tidak benar. Menurut seorang dokter yang pernah aku ajak ngobrol (lupa namanya saking terpesona dengan ketampanan si dokter) perawan atau tidak itu hanya bisa dibuktikan dengan serangkaian pengecekan medis.

Ketika gebetan atau pacar menanyakan "Apa kamu masih perawan?", beberapa wanita memilih untuk berbohong dan bilang masih perawan karena takut ditinggal oleh pasangannya. Beberapa diantaranya lagi memilih untuk jujur, toh bila si pria tidak bisa menerima apa adanya akan lebih baik bila pria itu meninggalkan si wanita secepatnya. Kalau berbohong di awal dan kemudian ketahuan saat malam pertama setelah menikah, mungkin akan menyakitkan bagi si pria.

Kalau aku, aku tidak pernah mempermasalahkan pria yang aku cintai sekarang perjaka atau tidak, itu bukan hal yang penting. Tidak semua pria tidak perjaka adalah pria hidung belang yang jahat dan tidak semua pria perjaka adalah pria yang baik. J

14 comments:

  1. setuju banget :)
    semoga makin banyak remaja Indonesia baik laki dan perempuan yang gak having sex sebelum perkawinan

    ReplyDelete
  2. Selamat pagi sahabat.


    Terima kasih atas artikelnya
    yang menarik dan inspiratif





    Jangan lupa mengikuti kontes Unggulan
    Indonesia Bersatu lho ya. Klik saja : http://tamanblogger.com/blogging/konteskuis/kontes-unggulan-indonesia-bersatu-cara-mencegah-dan-menanggulangi-tawuran





    Terima kasih.




    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
  3. wah bagus dong kalaumemang masih bisa jaga keperawanan, termasuk keperejakaan juga ya :) selain dosa juga karena alasan kesehatan :)

    ReplyDelete
  4. Iqbal Nururrohman12 October, 2012 21:43

    wowww
    kalo menurut aku si keperawanan itu penting untuk di jaga..
    tapi sebenarnya penting itu karena ada sebab.
    di antaranya mungkin semua orang juga tau, bahwa berhubungan seks di luar nikah itu gak boleh [ haram ] dan itu termasuk dosa besar.
    nah
    karena melepas keperawanan di luar nikah itu dosa, jadi penting untuk di jaga...
    hehehe
    begitulah kira kora

    ReplyDelete
  5. Bayu Putra Abuna12 October, 2012 21:45

    prihatin juga kalo remaja Indonesia udah banyak ga perawan, entah pengen diperawanin atau memperawankan diri.

    kalo udah gini bukan hanya orang tua aja yang turun tangan, tapi diri sendiri juga. Kalo bener-bener sayang sama tubuh dan pengen ngasih malam yang bener-bener indah sama pasangan harusnya bisa ngejaga itu.

    Malam pertama itu sakral banget bagi gue, makanya jangan sampai ngelakuinnya cuma atas dasar nafsu ditempat gelap pula, harus sama orang yang bener-bener tulang rusuk dan ditempat yang spesial.

    Pacar yang bener-bener sayang ga akan menutut bukti rasa sayang dan cinta dengan harus ngelakuin itu sama pacar, tapi membantu menjaga keperawanannya sampai bener-bener muhrim.

    ReplyDelete
  6. thank you :)

    ReplyDelete
  7. terimakasi sudah mampir @bb194ab24da1eafadbf72525a7ef9c36:disqus

    ReplyDelete
  8. yups,, aku juga setuju,, yang penting tuhh cara berfikir dan attitude.. ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak mawar, jangan liat dr outlooknya aja

      Delete
    2. sy(cwo)jg ga setuju tu ama mbk2 yg d atas. Malu dong dpt sisa,apalagi klo smpe kita ktemu sma orng yg memperawani pasangan kta..uhhh rasa nya gmana gtu..
      Jgn menanyakan harga diri sedagkan diri sendiri nya aja udah telanjang di depan mata mantan pacar nya..apa itu masih punya harga diri.
      Tekecuali korban perkosaan dn sebagainya.
      Kyk nya Cwo manapun ga akan setuju dgn hal ini d .moga aja kita tetap istiqomah dn ttp bisa menjaga keperawanan/keperjakaan kita

      Delete
  9. kalian hanya melakukan pembenaran diri....sadarlah wahai wanita apa kalian kalo anak perempuan kalian ditiduri banyak lelaki? ato anak lelaki kalian meniduri banyak perempuan?
    yang panting attitude? apakah baik attitude-nya seseorang yang melanggar perintah sang khalik?!
    saya seorang pria yang masih menjaga keperjakaan saya...percaya ato tidak terserah kalian!
    saya berdoa kepada Allah, semoga saya dilindungi dari perbuatan Zina dan mendapatkan istri yang perawan dan baik attitude-nya.....insyaAllah...Amin....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini bukan masalaha pembenaran wahai pria. Apa yang saya tulis di atas berdasarkan pada beberapa kejadian yang mmang benar terjadi. Dan saya menulisnya dari sudut pandang wanita. Kenapa? Ya tentu saja karna saya wanita dong. Selamat atas keperjakaan kamu dan itu memang sesuatu yang harus dibanggakan dan semoga Tuhan mengabulkan doamu. ^_^
      Terima kasih sudah mampir.

      Delete
  10. Setuju ama mas ricky....
    saya jg berpendapat sama...
    saya hanya akan menyerahkan kesucian saya hanya pd suami saya kelak....doakan saya ya....
    utk mas ricky...saya doakan jg supaya mendapatkan istri yg d harapkan...amin..

    ReplyDelete

Feel free to SHARE this post with friends and family on your social media.

Don't forget to leave your thoughts in the comments section, I would love to hear from you :)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.