Thursday, January 17, 2013

Itu Biawak, Bukan Dinosaurus!


Pada suatu siang yang cukup cerah. Tiga orang berkebangsaan Korea Selatan berjalan menyusuri sebuah lapangan golf di daerah Sanur. Lengkap dengan peralatan golfnya masing-masing mereka berjalan sambil berbincang, entah tentang apa.

Langkah mereka seketika berhenti saat mata sipit mereka menangkap sesosok makhluk merayap diantara rerumputan. Dengan cukup heboh mereka mengabadikan makhluk tersebut dengan kamera.


Kejadian tadi berlangsung setahun silam, hmmm kalau aku tidak salah ingat itu hari Jumat tanggal 27 Januari 2012. Pacarku, yang salah satu dari tiga orang Korea Selatan itu menceritakan kejadian tadi saat kami makan malam. Dia mengingatnya karena di warung tempat kami makan ada banyak cicak.

“Dear, I saw a big lizard like that last year when I play golf at Sanur, I think that is a dinosaur” katanya. Heh, dinosaur? Aku memikirkan makhluk apa yang dia liat saat itu. Yang bener aja di tempat golf ada komodo satu-satunya binatang purba yang bentuknya mirip cicak yang aku tau masih hidup sampai sekarang.

Aha aku rasa yang dia maksud biawak. Tawaku seketika itu pecah, beberapa orang disekelilingku dan juga dia menatapku aneh.

That is biawak, not dinosaur. You are not play golf  at Jurassic Park” kataku menjelaskan ditengah tawaku. Pembicaraan kami lalu mengalir tentang binatang apa saja yang ada di Korea sana. Mereka tidak mempunyai cicak sebanyak di Indonesia. Mereka punya hutan, sungai, rawa, danau tapi tidak ada singa, harimau, gajah atau buaya.

Aku lalu menceritakan dibeberapa wilayah di Indonesia, beberapa penduduk hidup di hutan atau di dekat hutan dengan binatang liar. Dia lalu bilang dulu di negaranya juga begitu, tapi kemudian binatang buas di buru dan habitatnya diganggu, saat ini di hutan mereka hanya mempunyai babi hutan.

Mungkin nanti di Indonesia juga sama, hanya bisa melihat binatang buas di kebun binatang atau malah hanya di video atau gambar saja. Atau mungkin generasi Indonesia nantinya akan tercengang melihat biawak, merasa itu adalah makhluk yang datang dari jaman batu.

Iya, itu mungkin terjadi kalau kita tidak ikut menjaga lingkungan atau mengganggu habitat mereka di hutan. Ketika habitat mereka diganggu tak jarang mereka mulai mencari makanan di daerah hunian penduduk, penduduk merasa terganggu dan mulai memburunya hingga punah.

No comments:

Post a Comment

Feel free to SHARE this post with friends and family on your social media.

Don't forget to leave your thoughts in the comments section, I would love to hear from you :)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.