Wednesday, January 23, 2013

Sumpah Pocong untuk Presiden


Beberapa hari terakhir ini sepertinya sedang ramai orang membicarakan tentang seorang pengacara bernama Farhat Abbas. Awalnya dari ribut-ribut kecil di twitter, karena katanya dia menyerang wakil gubernur Jakarta dengan isu sara. Namun kemudian FA sering wara-wiri di televisi untuk mengklarifikasi pernyataannya itu.


Lalu kemudian muncul ke permukaan tentang FA menjadi presiden, lengkap dengan slogan AKUINDONESIA dan juga beberapa program kerjanya. Menarik! Setelah ramai ide pencalonan diri Rhoma Irama, kini muncul sosok yang tak kalah tenarnya yang berniat mencalonkan diri menjadi the next president.

Memang siapapun asal memenuhi syarat yang telah ditetapkan undang-undang dapat menajdi presiden NKRI. Kepercayaan diri mereka patut diancungi jempol. Mereka bisa saja mencalonkan diri, masalah nanti akan menjadi presiden atau tidak yang ada di tangan rakyat Indonesia. Tapi sejauh ini, nyali FA atau RI untuk menjadi presiden RI patut ditiru.


Ada yang menarik dari beberapa celetukan FA, yaitu sumpah pocong untuk presiden. Dikutip dari Wikipedia, sumpah pocong adalah sumpah yang dilakukan oleh seseorang dalam keadaan terbalut kain kafan seperti layaknya orang yang telah meninggal (pocong).

Sumpah pocong biasanya dilakukan oleh pemeluk agama Islam dan dilengkapi dengan saksi dan dilakukan di rumah ibadah (Mesjid). Di dalam hukum Islam sebenarnya tidak ada sumpah dengan menggunakan kain kafan seperti ini. Sumpah ini merupakan tradisi lokal yang masih kental menerapkan norma-norma adat.

Dalam sudut pandangku, mewajibkan sumpah pocong untuk Presiden, Wakil Presiden dan seluruh Pejabat adalah bentuk kemunduran bangsa ini ke masa primitif. Mungkin sampai saat ini, produk dan aparat hukum di Indonesia masih banyak yang meragukan keadilannya, tapi ide untuk melakukan sumpah pocong bukanlah solusi yang tepat.

Parahnya ide sumpah pocong itu dicetuskan oleh FA yang katanya adalah seorang Sarjana Hukum dan selama tahunan menjadi pengacara. Seharusnya dia orang lebih tau tentang hukum daripada orang lain yang pendidikan formalnya non-hukum.

Lagian kalau seluruh pejabatnya harus dan wajib sumpah pocong, artinya yang bisa menjadi pejabat hanya mereka yang beragama Islam. Seperti yang dijelaskan di atas, bahwa sumpah pocong ini dilakukan oleh mereka yang beragama Islam dan dilakukan di Mesjid. Lantas bagaimana dengan aku dan jutaan warga negara Indoneisa lainnya yang tidak beragama Islam? Tidak boleh menjadi pejabat? Ah itu juga tidak benar.

Mungkin FA tidak berpikir panjang sebelum mencetuskan ide sumpah pocong ini. Hmmm atau bukan tidak mungkin dia adalah penggemar film horror Indonesia yang bertema pocong. Nantinya kalau dia gagal menjadi presiden, dia akan membuat film bertemakan pocong. Kita tunggu saja!

9 comments:

  1. aku juga nonton di hitam putih kemaren mba.. gayanya si FA kok kayak tegang n salting gitu yaaa, padahal udah dicanda2in sama host nya

    ReplyDelete
  2. @rahmi hahaha iya, malah keliatan dia dipojokin dan gak bisa jawab yg "bener"

    ReplyDelete
  3. aku rasa dalam islam sebenarnya tidak ada sumpah pocong. sepertinya itu berbaur dengan adat.. cmiiw

    ReplyDelete
  4. negara ini udah kayak sinetron..ahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kadang gak habis pikir aja kalau orang kayak dia itu nyata dan ada

      Delete
  5. Sy tdk tau bagaimana itu sumpah pocong, tp yg sy tahu klo bersumpah atas selain Allah dilarang dlm agama Islam. :)

    ReplyDelete
  6. @google-28bb490fe975156074693088d7e5e988:disqus Di dalam hukum Islam sebenarnya tidak ada sumpah dengan menggunakan kain kafan seperti ini"makanya agak aneh ketika seorang FA ngusulin hal yang gini

    ReplyDelete
  7. hahaha iya, malah keliatan dia dipojokin dan gak bisa jawab yg "bener"

    ReplyDelete
  8. @biyba:disqus bener itu, banyak yang gak ngeyakinin kok sumpah ini

    ReplyDelete

Feel free to SHARE this post with friends and family on your social media.

Don't forget to leave your thoughts in the comments section, I would love to hear from you :)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.