Sunday, February 10, 2013

14 Hari Bersama Mr. Kupit

Malam minggu tanggal 5 Januari 2013 adalah malam tergalau sepanjang sejarah hidupku. Pada malam itu, aku deg-degan luar biasa karena akan bertemu dengan pasangan LDR-ku, Ekany Oppa pada minggu pagi. Jam terasa sangat teramat lambat.

Aku berangkat menuju Ngurah Rai International Airport lewat tengah malam. Kalau di cek melalui website-nya Ngurah Rai Airport sih pesawat china eastern airlines landing jam 02:40 tapi aku ingin segera ke airport. Yaaa siapa tau aja pesawatnya datang lebih cepat. Tapi ternyata pesawatnya baru mendarat jam 3:40, trus ngurus di imigrasi dan segala macemnya, wajah dia baru bisa aku lihat satu jam setelah itu. Aku memeluknya sambil berbisik "I can hug you after 343 days, finally!" dan dia hanya tersenyum.



Hari pertama : 6 Januari  2013
Setelah dari airport kami beristirahat. Aku dan dia sama-sama belum tidur. Baru lewat tengah hari kami menuju daerah Kuta, tujuannya mencari money changer selanjutnya menuju ke Discovery Mall Shopping Center. Ekany Oppa ingin melihat pantai, maklum di Korea saat ini adalah winter, jadi dia kangen debur ombak serta hangatnya sinar matahari dan kebetulan dibelakang mall ini adalah pantai. Kami menyusuri pinggir pantai sambil bergandengan tangan. Menceritakan berbagai hal.

Hari kedua, ketiga dan keempat : 7, 8 dan 9 Januari 2013
Karna ku gak ngambil cuti, jadi pada hari kerja aku tetap ke kantor. Untungnya Ekany Oppa ngerti dan gak mempermasalahkan kalau aku tinggalin beberapa jamKami baru bisa berpergian di sore hari menjelang malam. Biasanya kami pergi ke Kota Denpasar. Perjalanan kami tempuh dengan sepeda motor, karena kalau pake mobil malah akan kejebak macet. Jaraknya cukup lumayan, sekitar 30 menit sampai 45 menit perjalanan dari Mengwi. Buat dia, ini jarak yang sangat teramat jauh dan melelahkan.

Hari kelima : 10 Januari 2013
Hari ini aku libur karena hari raya Siwaratri dan keesokan harinya ditetapkan sebagai cuti bersama. Rencana kami hari ini adalah pergi ke Seririt, kota tempat aku dibesarkan dan juga kota tempat orang tuaku tinggal sampai saat ini. Aku ingin mengenalkan Ekany Oppa pada keluargaku. Sepanjang perjalanan dari Mengwi ke Seririt kami singgah di dua tempat, objek wisata Ulun Danu dan twin lakes view.


Saat di Ulun Danu, kan harus bayar tiket masuk tuh. Nah Bli penjaga loket tiket ngeliatin Ekany Oppa lamaaaa banget, dari atas ke bawah dari bawah ke atas lagi. Setelah itu dia menyondorkan 2 tiket yang harganya masing-masing 10.000 rupiah, itu tiket untuk WNI. Ternyata Bli itu ingin memastikan Ekany Oppa ini orang mana. Memang sih secara kasat mata, tampilannya seperti WNI keturunan China. Karena wujudnya yang ‘kurang Korea’ kami bisa hemat 20.000 rupiah. Lumayaaaan!

Hari keenam : 11 Januari 2013
Tanggapan keluarga positif, walaupun antara orang tua dan Ekany Oppa menemui kendala dalam komunikasi. Mereka menggunakan bahasa universal, bahasa tubuh! Keponakanku menyukai Ekany Oppa, mereka memanggilnya Om Korea hahaha walaupun pada akhirnya mereka memanggil Uncle Choi.


Hari ini aku, Ekany Oppa, kakak, istrinya dan anak-anaknya pergi ke Gilimanuk. Kami akan wisata kuliner, mencicipi Ayam Betutu Men Tempeh yang terkenal itu. Kuliner satu itu sukses membuat Ekany Oppa kepedasan hahaha… Buat dia ayam betutu itu pedas dan penuh dengan rempah.


Setelah perut kenyang, kami menuju pantai dan bermain air. Karena hari itu aku gak bawa pakaian ganti, jadi cuma bisa ngeliatin dari bawah pohon mereka yang sedang bersenang-senang.

Hari ketujuh : 12 Januari 2013
Hari ini kami kembali ke Mengwi. Diperjalanan kami mampir di Bedugul, sekedar melepas lelah sambil menikmati udara sejuk. Ini memang tempat kesukaanku, duduk di tepi danau dan memandang alam sekitar.


Hari kedelapan : 13 Januari 2013
Rencana ke hutan mangrove harus dibatalkan karena hujan L menyebalkan, kami hanya menghabiskan waktu bersama dalam satu ruangan tapi dengan kesukaan masing-masing. Dia dengan filmnya dan aku dengan blogku.



Hari kesembilan, kesepuluh, kesebelas dan kedua belas : 14, 15, 16 dan 17 Januari 2013
Tidak ada yang spesial. Aku tetap pergi kerja, tapi sore harinya kami tidak bisa berpergian karena selalu hujan. Tapi ada satu malam yang kami ribut, masalah sepele, hanya karena salah pengertian saja. dari pertengkaran itu akhirnya aku dan dia sepakat bahwa kami akan menceritakan apapun yang kami rasakan, entah itu baik dan buruk.

Hari ketiga belas : 18 Januari 2013
Hari kepulangan dia ke Korea semakin dekat. Aku merasa sedih, tapi aku ingin terlihat tegar di hadapannya. Hari ini kami pergi ke pantai Sanur. Bermain pasir, bermain air laut. Memang sih kami sudah cukup tua untuk itu semua, tapi kami sangat menikmatinya.



Hari keempat belas : 19 Januari 2013
Menghabiskan waktu bersamanya empat belas hari terakhir adalah hari-hari menyenangkan. Setiap detiknya tercetak jelas dalam ingatanku. Memikirkan bahwa kami harus kembali menjalani cinta jarak jauh membuatku sedih. Akhirya air mataku tak terbendung lagi. Aku menangis dalam pelukannya.



Kakakku mengantarkan kami ke airport, sekitar jam 22:00. Hujan dan angin kencang mengiringi perjalanan kami. Aku sedikit mencemaskan situasi ini tapi kata Ekany Oppa, semuanya akan baik-baik saja.

Empat belas hari bersama dia itu menyenangkan, membayar satu tahun kebelakang tanpa dia dan menggati satu tahun ke depan tanpa dia. Dia adalah Mr. Kupit tersayangku. Oh iya, Kupit itu adalah ukuran mata yang kecil dalam bahasa Bali, mirip dengan sipit tapi berbeda. Aku memanggilnya Mr. Kupit sebagai balasan karena dia menjulukiku dengan Miss Jumbo >.< bukan karena aku rasis ya :P





4 comments:

  1. cerita yg mengasikkan.. Penuh dgn canda tawa dan sedikit ribut kecil.. Percayalah hingga waktunya tiba kalian bisa bersama :D selamat

    ReplyDelete
  2. aaahhhh nice! seru ya... aku juga sempet beberapa kali misunderstanding. yang ujung2nya malah ngakak bareng. hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya beginilah pacaran beda negara dan budaya Ke harus sering2 toleransinya haha

      Delete

Feel free to SHARE this post with friends and family on your social media.

Don't forget to leave your thoughts in the comments section, I would love to hear from you :)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.