Friday, February 22, 2013

Ada Cinta dalam Kentutku


Kentut atau yang istilah kerennya flatulensi adalah keluarnya gas melalui anus (dubur) akibat akumulasi gas dalam perut, terutama dari usus besar (kolon). Saat keluarnya gas, ada yang berbunyi maha dasyat ada pula yang hanya berdesis. Kalau aroma yang ditimbulkan juga bermacam-macam, ada yang seperti telur busuk, ada yang tidak beraroma dan ada juga yang semring-wing wanginya.


duuuuut…” ketika suara yang tak asing itu terdengar, secara otomatis semua mata memandang sumber suara dan seketika itu juga bau atau tidak bau semua orang menutup hidung. Bagi sebagian orang kentut sembarangan tidaklah masalah, mau ada di lingkungan seperti apa, kalau memang ingin kentut dia tidak segan-segan untuk melakukannya.

Memang sih menahan kentut juga bukanlah hal yang baik. Konon kabarnya menahan kentut bisa menyebabkan susah buang air besar, kanker usus bahkan kematian. Nah mengenai benar tidaknya akibat menahan kentut ini, silahkan konsultasi pada pihak yang berwenang.

Kalau bagiku, kentut adalah aktivitas yang sangat memalukan bila dilakukan di hadapan orang lain, bahkan dihadapan keluarga atau sahabat. Biasanya kalau aku sedang kumpul dengan orang lain, aku akan menyingkir sesaat untuk mengeluarkan ‘gas beracun’ku itu. Setelah aku rasa aromanya sudah menghilang, maka aku kembali lagi ke dalam lingkaran.

Kenapa aku melakukannya? Selain karena alasan kesopanan aku, aku tidak suka mencium aroma kentut orang lain jadi aku berusaha untuk tidak menyebarkan kentutku yang bisa membuat orang di sekiratku menyingkir sejauh mungkin.

Namun semua itu berubah saat negara api menyerang eh maksudnya hingga suatu hari Ekany Oppa kentut saat kami bersama, oke baunya memang tidak terlalu buruk, gak sampai bikin aku muntah tapi itu cukup bikin aku kaget. Saat aku melihat wajahnya, tampak seolah tak terjadi apapun, seakan kentut itu tidak pernah ada.

Dilain waktu saat kami juga sedang bersama dan aku ingin kentut, aku mencoba melakukan di hadapannya. Walaupun kentut yang aku keluarkan tidak semaksimal biasanya tapi aku merasa nyaman melakukannya, hal yang sebelumnya aku anggap tabu. Reaksinya juga datar aja, tidak berusaha menutup hidung atau marah.

Sepertinya kentut memang bisa dijadikan salah satu indikator bahwa aku dan dia bisa saling menerima satu sama lain. Saat pasangan tampil sempurna bahkan saat mengekspresikan kentutnya. Aku menerimanya, saat dia tampil sempurna di hadapanku, saat dia bangun tidur, saat dia begitu manis dan saat dia kentut. Dan juga percayalah, ada cinta dalam kentutku.

Jadi sebenarnya kentut itu bisa dilakukan bisa dimana saja, itu semua kembali kepada si empunya kentut. Namun harus disusaikan juga dengan kondisi yang ada, jangan juga sembarangan duuuut duuuut duuuuut...

10 comments:

  1. hahahaha aneh-aneh aja... materi kentut bisa diangkat jadi gini juga ya hahaha

    ReplyDelete
  2. Haha menarik nih judulnya :) temenku pernah bilang "kentut itu bau ngga bau tetep aja sugestinya di hidung bau" jadi kalo di tempat umum atau lagi sama orang yg ngga deket banget, lbh baik menjauh dulu :3 kecuali ada cinta hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha yep bener banget tuh, kalau di hadapan banyak orang terutama di sekitar orang yg gak begitu deket mending menjauh daripada dianggep aneh dan kapok deket2 sama kita

      Delete
  3. kentut itu juga sehat spt cinta yang tulus dan suci juga dpt memunculkan aura sehat

    ReplyDelete
  4. akhir akhir ini lagi banyak yang bahas duuuuttt :)
    kebetulan td pagi nulis ttg "manfaat kentut"

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah masak sih? selaras dong sama tulisan ini hahaha..

      Delete
  5. Ah! ada ada aja nih. tapi emang begitulah kentut, sering mengundang tanda tanya dan kerut di dahi kalau bersama orang yang kita cintai.. X))))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pada beberapa pasangan bisa bikin tambah cinta hihihi

      Delete

Feel free to SHARE this post with friends and family on your social media.

Don't forget to leave your thoughts in the comments section, I would love to hear from you :)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.