Saturday, March 02, 2013

Akibat dari Jatuh Cinta dengan Pria Korea


Aku gak pernah membayangkan akan menjalin hubungan cinta dengan priaberkewarganegaraan yang berbeda denganku. Aku takut mengambil resiko dengan begitu banyaknya perbedaan yang sudah dipastikan akan ada diantara kami. Pacaran dengan yang sesama orang Bali aja sering berantem, apalagi dengan yang beda warga negara?


Tapi itu dulu, saat aku belum berkenalan, berteman lalu jatuh cinta pada Ekany Oppa. Dia memang mampu membuatku mengambil resiko yang sebelumnya aku hindari. Tidak hanya berani mengambil resiko, aku menyadari bahwa ada banyak yang perlahan berubah dariku sejak mengenalnya.

Makin sering ber-bla-bla-bla dengan bahasa Korea

Mulai belajar bahasa asing yang sebelumnya sama sekali gak tau itu sulit. Walaupun pernah menonton drama Korea tapi yang aku tonton adalah yang versi sudah di-dubbing. Menjadi lebih sulit lagi karena bahasa Korea mempunyai hurufnya sendiri yang disebut dengan Hangeul. Pola kalimat antara bahasa Indonesia dengan bahasa Korea pun berbeda. Aku jadi merasa kembali menjadi anak sekolah dasar yang belajar menulis, belajar membaca dan belajar mengeja Tapi tak apalah demi bisa ngomelin Ekany Oppa secepatnya, badai pun akan ku terjang.

SNS atau Social Network Service jadi salah satu tempat kesukaanku untuk mempraktikkan tulis menulis kalimat dalam bahasa Korea. Aku kroscek dulu, nyocokin dengan yang dijelaskan di buku, google translate dan juga ke Ekany Oppa, setelah yakin bener baru deh di-share. Karna itu akhirnya banyak yang ngira aku udah jago ber-cas cis cus menggunakan bahasa Korea, padahal kenyataannya gak >.<

Tapi ada sisi jeleknya juga, gak jarang ada yang men-cap aku ke-Korea-Korea-an, terlalu mengikuti tren anak muda jaman sekarang yang emang lagi demam Korea, tidak nasionalis, tidak mendukung produk lokal. Don’t judge me, dude!

Kemana-mana bawa buku saku percakapan Bahasa Korea

Aku punya beberapa buku yang isinya terntang percakapan sehari-hari dalam bahasa Korea, dari sekedar mengucapkan
salam, kabar, maaf, terimakasih atau  potongan-potongan kalimat sederhana. Hampir kemana saja aku membawa satu atau beberapa buku. Itu ngebuat aku harus menyiapkan tas yang lebih besar dan juga menjadi lebih berat dari biasanya. Awalnya maksudku membawa buku percakapan bahasa Korea agar aku bisa belajar dimana saja, kapan saja. Tapi kenyataannya itu tak membantu terlalu banyak.

Tiba-tiba pengen belajar sejarah dan budaya Korea

Aku bukan tipe orang yang suka membaca tulisan tentang budaya dan sejarah bangsa lain, tapi belakangan ini aku selalu berusaha menambah pengetahuanku tentang  budaya dan sejarah Korea. Aku ingin mengetahui sejarah bangsa Korea karena untuk mengetahui karakter seseorang, kita harus mempelajari latar belakangnya dia. Bukan hanya latar belakang keluarganya saat ini, tapi jauuuuuuuh mulai dari awal bangsanya terbentuk. Karakter seseorang memang ditentukan oleh dimana dia dibesarkan.

Rajin perhatiin berita dari Korea

Yang dulunya bacaanku hanya berita dalam negeri, sekarang aku jadi rajin membaca kanal Internasional. Bahkan membaca situs berita Korea yang sudah tersedia dalam bahasa Inggris atau Indonesia. Aku ingin tau segala hal penting yang terjadi di Korea, jadi masih nyambung kalau kami ngobrolin politik dan bisa ngebandingin antara Indonesia dan Korea. Pengetahuan Ekany Oppa tentang Indonesia itu patut diancungi jempol jadi aku gak mau kalah juga.

Rajin nonton film Korea dan dengerin lagu Korea

Aku bukan pennggemar drama Korea, yang aku ingat pernah tonton itu Full House dan Queen Seon Deok. Ada yang bilang Winter Sonata itu drama Korea paling terkenal hmmm tapi aku gak pernah nonton. Setelah pacaran dengan Ekany Oppa, aku mulai rajin nonton film Korea. Tiap aku nonton film Korea pasti ada beberapa bagian yang aku ulang terus menerus untuk mendengarkan dengan seksama apa yang diucapkan pemain film itu. Nonton filmnya sekalian belajar listening gitu.

Kalau lagu Korea hmmmm bisa dibilang aku gak tau sama sekali. Saat semua orang teriak histeris karena boysband, girlsband asal Korea aku cuma jadi penonton. Duduk di tepi memperhatikan mereka yang mengelu-elukan idolanya. Januari kemaren Ekany Oppa ngasi aku 110 lagu Korea yang lagi nge-hits di Korea, beberapa lengkap dengan lirik yang ditulis dalam Hangeul, lumayan lah bisa sambil belajar.

Selebriti Korea yang aku tau juga hanya Rain. Karena wajahnya unik (bukan tampan ya) dan juga namanya gampang diinget. Kalau selebriti yang lain, perlu usaha ekstra untuk menghapal antara wajah yang terlihat sama dan nama yang tak biasa untukku. Aku pernah bilang ke Ekany Oppa “kok wajah orang Korea itu serupa ya, namanya juga mirip, aku susah ngingetnya” dan jawaban dia “buatku orang Bali juga wajahnya sama semua, namanya panjang-panjang susah dihapal

Namun dibalik beberapa kebiasaanku yang mulai berubah, aku tetap leluasa menjadi diriku sendiri. Ekany Oppa tidak pernah ingin mengubahku menjadi sosok yang berbeda denganku saat ini. Kalau ada yang tidak sesuai dengannya, dia hanya menyarankan, tentang masalah aku ikuti sarannya atau tidak ya semua terserah aku.

6 comments:

  1. berhubung saya cinta produk dalam negeri maka mencari istripun harus dalam negeri, hehe.. jadi gak ada perubahan bahasa, lhawong sama-sama bahasa daerahnya :D hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe... dulu maunya juga gitu tapi apa daya cintanya jatuh di Korea hehehe

      Delete
  2. Saya suka Korea :))
    Suka nonton drama dan Kpop, dan nurun ke anak gadisku yang Korea mania :D
    Btw, salam kenal ya, blognya seru.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah seru dong kalo lagi nonton bisa barengan sama anaknya ^^ salam kenal juga ya

      Delete
  3. kalo blh tau, critain dikit donk awal pekenalan sm ekany oppa itu.

    ReplyDelete
  4. @sri puji >> secara garis besar bisa dibaca di sini http://www.leniwijayanti.com/2012/02/pencuri-hati-dari-korea-selatan.html :)

    ReplyDelete

Feel free to SHARE this post with friends and family on your social media.

Don't forget to leave your thoughts in the comments section, I would love to hear from you :)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.