Sunday, February 24, 2013

Sayang, Aku Mengijinkanmu Selingkuh


Langit belum lah terlalu gelap. Warna kekuningan masih sedikit tampak di barat. Ah sepertinya tak lama lagi sang surya tenggelam. Langit akan kembali dihiasi kelap kelip bintang tanpa ditemani rembulan. Angin berhembus lembut memainkan helai rambutku, tak aku pedulikan karena aku sedang fokus menatapmu, lelakiku.


Kamu memandang jauh, menembus langit, seolah sedang mencari sesuatu. Entah apa. Aku memandangmu sembari mencoba menebak apa yang tengah berkecambuk dalam pikiranmu itu. Apakah kamu memikirkan masa depan kita? Apakah kamu sedang merisaukan perpisahan kita dua hari lagi?

Sebatang rokok yang sedari tadi kamu hisap sudah hampir habis termakan bara api. Kamu menghisapnya lagi dengan sangat dalam sebelum akhirnya mematikan bara api itu dan melemparkan puntungnya. Kamu menatapku kemudian tersenyum. Perlahan jemarimu mencari jemariku, mengusap lembut sebelum akhirnya kamu menggenggamnya erat.

“Apa yang kamu pikirkan Sayang?” tanyamu

“Memikirkan perpisahan kita, dua hari lagi” jawabku datar, aku sedang berusaha untuk tidak tampil melankolis, meneteskan air mataku di hadapanmu. Kamu hanya tersenyum sembari makin erat menggengam tanganku. Kita saling terdiam, menatap pemandangan sekitar yang mulai menghitam. Begitu sunyi.

Sayang, aku mengijinkanmu selingkuh” kataku memecah kesunyian. Kamu menatapku dalam diam.

“Iya Sayang, aku mengijinkanmu selingkuh bahkan bila kamu ingin bercinta dengan wanita lain, aku juga akan mengijinkannya sepanjang kamu bisa menutupinya dariku” kataku lagi.

“Kamu yakin?” tanyamu lagi, seolah tak percaya.

“Aku yakin” jawabku singkat.

“Baiklah aku akan melakukannya karena kamu mengijinkan” katamu sembari tersenyum. Aku tau kamu mengatakannya untuk menggodaku, kamu mengira aku bercanda.

“Aku tidak sedang bercanda, aku memang benar mengijinkanmu selingkuh. Aku ingin kamu melakukan apa yang bisa membuatmu bahagia dan juga aku bahagia, bila kamu merasa dengan selingkuh dariku bisa membahagiakanku, maka lakukanlah. Aku tidak akan melarangmu, aku tidak akan pernah mengekangmu” jelasku panjang lebar. Aku melihat keningmu berkerut, mungkin kamu sedang memikirkan perkataanku.

“Aku tidak akan pernah melakukannya karena kamu adalah wanita terakhirku” katamu sambil kembali tersenyum manis.

“Bahkan ketika Tuhan tidak mengijinkan kita untuk bersama, kamu akan tetap menjadi wanita terakhirku, cinta terakhirku” tambahmu kemudian.

“Aku tau itu” kataku sembari memeluk dan menenggelamkan wajahku ke dalam dekapanmu.

“Aku percaya kamu tidak akan menyakitiku, makanya aku mengijinkanmu berselingkuh. Aku tahu kamu tidak akan melakukannya” imbuhku sambil mulai terisak.

“Aku mencintaimu lebih dari apapun di dunia ini dan aku tidak akan menyakitimu atau meninggalkanmu” tanganmu mengusap air mata yang mulai mengalir di pipiku, kemudian mengecup lembut keningku.

Suara jangkrik dan kodok saling bersahutan merangkai melodi alam yang indah. Membawa ketenangan dalam batinku dan mungkin juga dalam batinmu. Hangat pelukmu mampu menentramkan hatiku yang sebelumnya gundah. Aku memang tidak salah untuk mempercayakan hatiku yang pernah terluka ini padamu.

17 comments:

  1. inilah cinta yg sudah mendarah daging :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi... merasuki tiap sudut di tubuh ya :))

      Delete
  2. jaman sudah tidak mempunyai rasa malu dan transparan menjadi sebuah pintu yg tidak terkunci lagi

    ReplyDelete
  3. aku gak sanggup bilang gitu. aku gak mau pasanganku selingkuuuh :(

    Eh mampir ke blog aku yuk!
    Aku lagi bagi pulsa @Rp 5.000 untuk 5 orang dengan hanya berkomentar di http://argalitha.blogspot.com/2013/02/berhemat-dengan-undangan-pernikahan.html
    tapi komentarnya harus nyambung dan seru, ya :) jangan lupa tinggalkan nama akun twitternya. Paling lambat tanggal 27 Februari jam 9 malam.
    aku tunggu. Terima kasih ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siapa sih yang mau pasangannya selingkuh :3 Thanks udah mampir ya, ntar aku mapir ke blog km jg tapi besok mungkin

      Delete
  4. Kalau dapat kalimat seperti itu rasanya bakalan dilema suatu hari nanti hmmmm....
    Aku ikutan nimbrung.. Salam kenal ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haloo salam kenal juga ya :) ini juga kan ceritanya ngebolehin karna yakin cowoknya gak akan selingkuh. kl emang itu cowo baik, dibolehin jg gak akan ngelakuin kan. Nah kl ternyata cowoknya jahat paling gak cepet ketahuan

      Delete
    2. Iya jg sih, kalo emg cowo nya perduli dgn perasaan cewe nya ngga bakal melakukan hal yg bikin hati cewenya sedih. Cewe kan kadang lain di mulut lain di hati.
      Oya, pacar saya juga korean. Moga bisa tukar pikiran kalo lagi mumet krn beda budaya.

      Delete
    3. waah nemu temen seperjuangan lagi ^^ perbedaan itu jangan dipusingin, yang penting toleransi antar kalian berdua aja

      Delete
  5. terinsfirasi masalalu saya dulu.hehe?
    saya pernah di suruh selingkuh..

    ReplyDelete
  6. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  7. LDR yg aku pertahankan skr sdh berakhir, semuanya selesai dalam sekejap. Bahkan aku tak sanggup membiarkan pasanganku selingkuh, meski itu membuatku bahagia. Tapi perpisahan kita beberapa hari lalu, tersirat orang ketiga, yg mngkn itu adalah selingkuhannya.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. @anonym keep smile :) selalu ada pelangi setelqh badai

      Delete
  8. Mbak emg tipe wanita yg lbh memainkan logika dr pd perasaan,
    Emg pada dasarnya tipe sperti mbk emg syg kalo dsakitin, jarang2 lo mbk wanita sperti ini,
    Saluut sama mbk,
    Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. @ntil kl pake perasaan terus bisa nyakitin diri sendiri nanti

      Delete

Feel free to SHARE this post with friends and family on your social media.

Don't forget to leave your thoughts in the comments section, I would love to hear from you :)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.