Monday, March 04, 2013

Manusia Diperbudak Binatang


Sudah lama kita meninggalkan jaman perbudakan. Hampir setiap orang sudah mengetahui apa yang menjadi haknya sebagai manusia. Kalaupun masih ada cerita perbudakan yang muncul di pemberitaan itu hanya segelintir orang dan sudah pasti setelah semuanya terbuka ke publik maka pelaku perbudakan pun dijatuhi hukuman pidana.

Perbudakan diam-diam ini banyak menimpa warga desa yang lugu dan hendak bekerja menjadi PRT di kota. Sayangnya mereka bertemu dengan orang yang salah, majikan yang menyuruh bekerja hampir 24 jam, tanpa upah yang layak, bahkan beberapa diantara tidak diberikan upah sama sekali. Seolah belum lengkap, tidak jarang mereka mendapat perlakuan kasar.

Beberapa TKI yang bekerja di luar negeri pun ada yang mendapatkan perlakuan serupa. Berharap bisa menjemput mimpi demi kehidupan yang lebih layak, namun kenyataannya mereka diperbudak bahkan ada yang sampai kehilangan nyawa.

Diperbudak itu memang tidak menyenangkan, tapi kenapa ya aku malah rela diperbudak. Entah sejak kapan perbudakan itu dimulai, tapi aku baru menyadarinya beberapa hari lalu. Aku memang tidak disiksa oleh majikan, tapi aku diperbudak oleh Pico, kelinci peliharaanku.


Pico ini termasuk tipe kelinci yang rewel banget, terutama urusan makanan. Dulu saat dia masih dipertenakannya dia biasa dikasi pellet murah yang dicampur sama pakan ayam. Wajar sih, namanya juga perternakan ya, kalau ngasi makanan pabrikan yang kualitasnya bagus ya bisa rugi jadinya.

Setelah aku adopsi, makanan dia aku ganti pake Bitter Bunny dan kadang Morning Sun. Bulunya dia jadi lebih bagus, lebih bercahaya gitu, keliatan lebih sehat. Aku jarang nyediain makanan basah, seperti sayur dan buah.

Entah udah berapa kali aku harus kelayapan sampai malam, menembus kemacetan kota Denpasar demi mendapatkan pellet kesukaan Pico. Dia hanya mau makan rabbit food pellet merek Bitter Bunny dan Morning Sun, entahlah apa enaknya. Dua merek itu memang mempunyai tekstur dan warna yang sama, aromanya juga mirip sih.

Pernah nih, aku beliin merek lain tapi hanya diendusin, tanpa dicicipin sedikitpun! Dibeliin wortel juga gitu, malah dipake mainan, dilempar sana, dilempar sini, digigitin tapi gak dimakan. Rugi… rugi…  gak cuma rugi uang, tapi juga rugi waktu. Jarak antara tempat tinggalku dengan pet shop itu lumayan jauh, belum lagi capeknya berkendara diantara kemacetan.

Itu kenapa aku bilang, aku diperbudak oleh Pico, udah ngeluarin uang, pergi ke pet shop sendirian trus yang bersihin kandang kamar dia juga aku. Sedangkan Pico kerjaannya hanya makan, tidur, lompat-lompatan dan ngamuk, ngeberantakin kandang kalau makanannya gak sesuai seleranya. Mungkin karna aku sayang Pico, makanya rela diperbudak hihihihi....


Oh iya, kalau lagi tidur, Pico ini kayak kelinci mati, mulutnya agak terbuka dan matanya juga gak tertutup sepenuhnya. Udah gitu kalau udah tidur, susah bangunnya kecuali kandangnya digoyang-goyang >.<


4 comments:

  1. hihihi lucu deh, halo Pico! manja banget sih! :D

    Duh diperbudakya? hmm tapi kok rasa2nya bener juga haha :p enggak lah ya kan kita ngerawat, gak cuma kasih makan tapi juga main bareng :D

    btw kebanyakan makanan kemasan gak bagus juga loh sis, kalo belum mau makan sayur2an, coba biarin aja dulu dia puasa beberapa hari, supaya laper berat hehe terus kasih deh tuh misal wortel atau kangkung dan sayur2an lain, dulu kura-kura ku juga gitu, sekarang lebih sering makan buah2an :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. suka gak tega kalau harus biarin dia kelaperan banget, takut nafasnya keputus hahaha... hmmm kalau ngasi kangkung itu bikin kotorannya bau, kalau gak salah juga gak baik buat lambungnya dia :'(

      Delete
  2. huahuahaahah...itu resikonya kalau melihara hewan :) your rabbit is so cute... GEMESSSS

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget hehe namanya jg hobby ya ^^

      Delete

Feel free to SHARE this post with friends and family on your social media.

Don't forget to leave your thoughts in the comments section, I would love to hear from you :)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.