Wednesday, March 20, 2013

Tetanggaku yang Menakutkan



Beberapa hari kebelakang, blog ini sempat terlantar. Ada beberapa comment yang belum sempat aku replay. Keinginan untuk nulis juga gak ada, padahal sebelumnya ada banyak ide. Mau dipaksain nulis, takutnya malah acak-acakan. Bukan karna sibuk tapi aku mengalami hari-hari yang sedikit buruk.


Kejadiannya diawali dari hari Minggu pagi yang cukup memusingkan, pusing dalam artian sebenarnya, sakit kepala. Kondisiku Minggu pagi  memang sedikit ngedrop, badanku hangat dan kepala terasa sangat berat. Dari pagi hingga siang aku hanya teregeletak bernyawa di tempat tidur. Saat makan pun terasa ingin muntah.

Sore hari, sekitar jam empat, ada seseorang yang menggedor halus pintu kamarku. Aku berusaha untuk menebak, siapa sosok dibalik pintu itu yang sedang mengganggu tidur nyenyakku. Aku jarang mendapat tamu, biasanya hanya keluarga dan teman yang itupun bisa dibilang sangat jarang. Dengan setengah hati, aku membuka pintu, hanya sedikit celah, mungkin sekitar 10 centimeter, jarak yang aku rasa cukup aman untuk melihat siapa yang menggangguku. Oh ternyata dia tetangga sebelahku.

Aku : Kenapa Pak? Ada yang bisa saya bantu?
Tetangga : Saya lapar dik, ada makanan gak?
Aku : Aduh pak, saya gak punya makanan (memang aku batasi jumlah makanan di kamar, biar gak makan melulu kerjaannya hehe)
Tetangga: Beliin dong dik
Aku : Saya gak ada uang Pak (uang tunai maksudnya, kalau di ATM sih ada tapi aku emang lagi gak pengen kemana-mana, kepalaku berat banget apalagi dari mulut si tetangga ini kecium aroma arak)
Tetangga : Ini saya kasih uangnya, adik yang pergi beli makan ya (sambil berusaha mendorong pindu biar lebih kebuka lagi)
Aku : Maaf pak, saya gak bisa, saya lagi sakit (menutup pintu dengan cepat dan langsung menguncinya)
Setelah itu, aku kira dia akan pergi eh tapi dia tetap gangguin aku, mengelus pintuku sambil memanggil-manggilku lagi. Aku rasa dia punya niatan yang kurang baik, terutama saat dia bilang dengan samar-samar “Ko***l om gede lho dik” astaga aku yang awalnya udah menggigil dan keringetan karena sakit jadi tambah menggigil lagi, bajuku juga basah karna keringet.

Aku tidak dibesarkan di lingkungan pemabuk, jadi menghadapi orang yang sedang mabuk adalah hal yang tidak biasa buatku. Walaupun pasanganku kini suka mengkonsumsi minuman beralkohol pun saat dia mabuk berat, dia akan tidur.

Mungkin ada sekitar setengah jam, yang punya kontrakan datang. Aku langsung keluar dan mengadukan perbuatan si tetangga. Saking ketakutannya aku sampai menangis sesenggukkan di depan pintu kamar. Si tetangga berkelit dong, dia bilang kalau dia mau nanya gimana caranya matiin lampu di depan kamarnya. Setelah sempat saling bantah si tetangga itu akhirnya minta maaf.

Aku kira aku akan bisa melanjutkan tidurku agar besoknya bisa sehat dan kerja eh ternyata sekitar jam setengah enam sore si tetangga kembali menggila, dia berteriak-teriak mengancam akan membakar semua kontrakan yang ada di sana, dia akan membuat lautan api katanya. Dia bahkan membawa nama daerah tertentu.
“Orang Bali itu cemen ya, beraninya keroyokan, coba kalau kalian ada di M****a pasti sudah mati kalian dipenggal kepalanya. Saya itu tidak takut sama kalian, saya punya banyak parang, ini liat di kamar saya”
Kata-katanya membuatku merasa terancam, tetanggaku ini sukses membuatku ketakutan. Dengan setengah sempoyongan aku mengemasi beberapa barang yang bisa aku masukkan dalam tas ranselku lalu aku menuju rumah kakakku yang jaraknya sekitar 30 menit dari tempatku. Rasanya perjalanan ke rumah kakakku ini makin lama, makin jauh dan aku cuma berharap aku segera sampai.

Aku kembali ke kontrakan hari Selasa pagi, menurut keterangan yang punya kontrakan tetanggaku itu belum diusir tapi akan pindah tanggal 13 April nanti. Walaupun sudah diberikan jaminan bahwa si tetangga tidak akan menggangguku tapi tetap saja aku merasa ketakutan. Beberapa teman mengusulkan agar aku pindah ke kontrakan depan kantor, tapi rasanya itu kok ya terlalu dekat.

Semalam aku tidak bisa tenang tidur, rasa takut itu masih setia menghantuiku. Aku takut dia menjebol langit-langit kamarku lalu membunuhku . aku teringat peristiwa mahasiswi STIKES di Denpasar yang dibunuh perampok setelah menjebol langit-langitkamar mandi dalam kamarnya si mahasiswi. Ah mungkin itu hanya hayalanku saking keseringan nonton film thriller.

18 comments:

  1. serem bgt, ya, tetangganya. Apalagi sp blg k***** itu. Ih horor banget! Semoga tetangganya cpt pergi, ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya tuh serem banget T^T maunya aku pindah aja nih

      Delete
  2. sebaik pindah dan cari kos-kosan yang aman saja, karena sepertinya pemilik rumah kos juga tidak bisa bersikap tegas..apalagi melindungi anak-anak kosnya yang lain, karena tetap membiarkan sang tetangga pemabuk itu bertahan di sana hingga april nanti..padahal sudah membuat keonaran...salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alasan mereka karna kl dikeluarin sblm 13 April, mereka akan rugi :( harus balikin uang sewa yg dibayarkan dimuka

      Delete
  3. Kalau pny tetangga skt itu, saya juga gak berani lho? dijamin mending pindah kost, drpd was-was tiap hari

    ReplyDelete
  4. udah mbak jgn nyari mati.mending pindah aja sebelum ada kejadian yg tdk diinginkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sih, tp susah jg nyari tempat tinggal baru..

      Delete
  5. mending pindah aja mbak, atau nebeng temen dulu,, serem gituu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada rencana gitu sih, nebeng sama temen untuk sementara, drpd gak tenang gini..

      Delete
  6. hiiih, serem... Mungkin emang lebih baik pindah deh... Apalagi kl yg punya kontrakan gak bisa memberi jaminan keamanan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sih.. Tapi apa aku ini gak terlalu lebay ya sampe ketakutan gini

      Delete
  7. wah, sampai segitu nya ya mbak... menghadapi pemabuk memang susah kalau yg dihadapi bener2 teler

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya sampai susah tidur nih :( kebayang kl dia mau bunuh saya.. Pasti ada yg mikir aku lebay

      Delete
  8. dilaporin polisi aja sob itu tetangga kalo sukanya ganggu...

    oiya, salam kenal :)

    ReplyDelete
  9. BAHAYA tuh, hati-hati mbak.

    tetep waspada, buat jaga-jaga, ehmm

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya nih rencananya pengen pindah aja deh

      Delete

Feel free to SHARE this post with friends and family on your social media.

Don't forget to leave your thoughts in the comments section, I would love to hear from you :)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.