Friday, March 08, 2013

Alasan Diperlukannya Perjanjian Pranikah (Tidak Hanya Tentang Kekayaan)


Kalau dalam negeri dongeng, si pemeran utama wanita dan laki-laki dikisahkan akan hidup bahagia selamanya setelah pernikahan mereka. Namun kita tidak hidup di dunia dongeng. Kita tidak pernah bisa menebak apa yang akan terjadi pada kehidupan setelah pernikahan. Kalau kesehatan bisa kita asuransikan, sehingga saat sakit kita punya uang untuk berobat, bagaimana dengan pernikahan?

Perjanjian pranikah bisa kita gunakan sebagai asuransi pernikahan kita, apalagi dasar hukum tentang perjanjian pranikah sudah ada. Memang sih, sebagian orang masih menganggap perjanjian pranikah tidak diperlukan karena menodai nilai sakral pernikahan. Padahal perjanjian pranikah juga tidak selamanya buruk, ada beberapa alasan yang melandasi diperlukannya perjanjian pranikah , diantaranya:


  • Menghindari maksud buruk salah satu pasangan

Tanpa bermaksud untuk mengajak kamu curigaan sama pasangan, tapi gak ada salahnya mengantisipasi dengan perjanjian pra nikah. Sering tuh ada cerita kalau seseorang menikah lalu selang berapa lama bercerai untuk mendapatkan harta gono gini (harta bersama setelah perkawinan yang kemudian dibagi dua saat terjadi perceraian).

  • Mencegah terjadinya kebangkrutan perkawian

Misalnya salah satu pihak memiliki gaya hidup yang sangat konsumtif, sehingga bisa mengakibatkan keuangan dalam perkawinan menjadi terganggu. Perjanjian pranikah bisa digunakan untuk membuat aturan yang mengendalikan keborosannya agar tidak lebih besar pasak daripada tiang.

  • Mencegah terjadinya tindak KDRT

Mungkin ketika sedang berselisih salah satu pihak melakukan kekerasan baik secara fisik maupun verbal. Perjanjian pranikah ini bisa digunakan sebagai standar dalam penyelesaian perselisihan sehingga tindak kekerasan dalam rumah tangga dalam bentuk apapun bisa dihindari.

  • Menghindari pasangan dari resiko pekerjaan

Misalnya si Istri adalah seorang wiraswasta yang akan mengajukan kredit ke bank dan tiba-tiba usaha si Istri mengalami kerugian hingga tidak mampu membayar kredit tersebut, dengan adanya perjanjian pranikah maka segala resiko yang muncul akan sepenuhnya menjadi tanggung jawab Istri.

  • Mengatur pembagian tugas

Perjanjian pranikah juga dapat digunakan untuk mengatur tentang pembagian tugas dalam kehidupan berumah tangga. Tidak ada lagi suami yang tidak mau membantu pekerjaan rumah tangga, semua pekerjaan harus dibagi rata sesuai dengan kesepakatan masing-masing. Contohnya mengatur jadwal membersihkan kamar mandi, hari Rabu adalah jadwal istri dan pada hari Minggu giliran menjadi tugas suami.

  • Mengatur kebiasaan

Terdengar sepele kan, masa kebiasaan pun  diatur dalam perjanjian. Tapi jangan salah, hal yang dianggap sepele ini mampu menciptakan perang kecil dalam rumah tangga, selain itu dengan adanya perjanjian pranikah dapat membantu menekan kebiasaan buruk masing-masing. Contohnya suami perokok hanya boleh merokok di luar rumah atau setelah di tempat tidur masing-masing tidak boleh menyentuh smart phone atau gadget lainnya.

  • Menjamin kebebasan berkarir

Ini harus ditentukan sebelum pernikahan, paling tidak sudah disepakati apakah istri boleh bekerja atau hanya menjadi ibu rumah tangga. Kalau diatur dalam perjanjian pranikah maka suami tidak bisa mengingkari perjanjiannya, tiba-tiba melarang istri berkarir.

  • Menghindari perselingkuhan

Setelah menikah bukan berarti pergaulan menjadi terbatas, baik suami ataupun istri bisa bebas berteman dengan siapapun. Namun tetap ada batasan-batasannya agar tidak memancing timbulnya perselingkuhan. Batasan-batasan itu bisa dengan bebas dituangkan dalam perjanjian pranikah ini.

Itu beberapa alasan tentang perlunya perjanjian pranikah yang sempat terlintas dalam pikiranku. Perjanjian pranikah tidak selalu tentang uang, harta atau kekayaan. Bahkan bisa juga berisi kesepakatan yang lain dari biasanya :) dibuat sekreatif mungkin.

14 comments:

  1. Lucu juga ya idenya.... Hmmmm., bakalan aku pikir-pikir saat mau ijab qobul nanti :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. gak ada salahnya kok bikin perjanjian pranikah :) tapi inget ya bikinnya sebelum atau tepat saat upacara berlangsung.

      Delete
  2. Artikel yang bagus....inspiratif

    ReplyDelete
  3. point terakhir itu yang aku kadang takutkan jeng, kalau ujub tolah-toleh tinggal jewer aja kupingnya :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya kalau bisa dijewer kalau malah dia marah karna dilarang selingkuh gimana? sereeeem

      Delete
  4. aku baru tau ada perjanjian pranikah.. itu bikin sendiri apa sudah ada aturannya kayak buku nikah gitu ya? terus kalo bikin sendiri tentunya harus ada persetujuan kedua belah pihak kan? apa nggak terlalu ribet ya? kayak perumusan undang-undang dalam rumah tangga :D hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya harus atas persetujuan kedua belah pihak, bikinnya kayak perjanjian gitu, misalnya:
      pada hari ..... di ..... telah dibuat perjanjian perkawinan oleh dan antara:
      1. nama, alamat, dll sbg pihak pertama
      2. nama, alamat, dll sbg pihak kedua
      keduabelah pihak bla bla bla tunduk pada:
      pasal 1
      (1) .....
      (2) ....
      dst
      isinya tergantung kesepakatan bersama
      dibikinnya di hadapan notaris trus didaftarkan di catatan sipil/KUA saat pendaftaran perkawinan

      Delete
  5. meski sudah ditetapkan suatu saat penerapannya gak boleh saklek banget, harus tetep fleksibel dan toleran dengan pasangan

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah untuk itu salah satu pasalnya harus ada yang berbunyi "perjanjian ini dapat direvisi suatu saat nanti berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak"

      Delete
  6. Sudah sepakat sama pasangan, will not make this kind of deal. :-)

    So there won't be any thought to have a divorce.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hmmm walaupun ini gak cuma tentang perceraian, tapi emang gak selalu harus ada dalam rumah tangga

      Delete
  7. Replies
    1. wah sampai sekarang masih LDR? aku baru mau 3 tahun ^^

      Delete

Feel free to SHARE this post with friends and family on your social media.

Don't forget to leave your thoughts in the comments section, I would love to hear from you :)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.