Monday, April 22, 2013

Hidupku Tidak Sepenuhnya Milikmu


“Beib, password facebook kamu apa?”
“Kenapa emangnya?”
“Gak apa cuma mau tau aja, gak boleh ya?”
“Hmmm kasih tau dulu kepentingan kamu apa?”
“Kok gitu sih? Ada yang kamu sembunyiin ya? Cowok mana yang deketin kamu di facebook? Kamu mau selingkuh ya?”
“……”


Ada yang pernah atau sedang ngalamin kejadian serupa? Atau mungkin ada yang pernah ngalaminnya? Iya, beberapa orang memang menganggap bahwa setelah menjalin ikatan cinta (dalam bentuk apapun), dia berhak mengobrak abrik kehidupan pribadi pasangannya. Hidup pasangannya sepenuhnya menjadi miliknya.

Apa sih yang didapat setelah mengetahui password akun social network pasangan? Bawaannya pasti pengen ngintipin aktifitasnya terutama melalui private message dan/atau chat. Setiap dia ngobrol sama lawan jenis wiiih bawaaannya pengen ngamuk dan nyakar dia. Padahal isinya juga hanya nanya kabar atau hal-hal umum lainnya.

Kejadian seperti itu pasti akan berulang terus dan terus. Menjadikan itu sebagai sumber pertengkaran tak berujung yang pasti melelahkan. Kenapa aku bisa mengatakan itu? Karena aku pernah mengalaminya.

Saat itu, mantan pasanganku adalah orang yang over possessive dan curigaan tingkat tinggi. Awalnya aku anggap wajar karena kami berjauhan dan juga sepertinya itu cara dia menunjukkan cintanya padaku. Aku menjadi sangat berhati-hati berkata dan membatasi diri dengan lawan jenis. Tapi ya pesonaku ternyata masih menyilaukan (cieeeeeeee) beberapa pria sehingga masih saja ada yang ingin mendekatiku.

mantan Pasanganku merasa bahwa aku terlalu dekat dengan lawan jenis, padahal aku menganggap mereka hanya teman. Tuduhan-tuduhan tak beralasan sering dia tujukan padaku. Sampai akhirnya aku mikir, daripada dituduh terus mending sekalian aja aku lakuin apa yang dia tuduhin. Tapi itu hanya dipikiran, tanpa pernah menjadi nyata.

Aku tidak bisa bilang bahwa hubunganku saat ini dengan +Ekany Choi Oppa adalah hubungan yang dewasa, tapi ini adalah hubungan berbeda yang sebelumnya sama sekali belum pernah aku jalani kecuali pada bagian ‘long distance relationship’nya. Aku dan Ekany Oppa sama-sama saling membebaskan satu sama lain untuk berteman dengan siapa saja. Kami tidak bertukar password social network, email ataupun messenger.

Kami merasa walaupun kami ditemukan dalam satu ikatan batin bernama cinta, tapi kami adalah dua orang yang juga punya area privacy-nya masing-masing. Kasarannya gini, aku cinta dia, dia cinta aku, tapi hidupnya tidak sepenuhnya milikku begitu juga hidupku tidak sepenuhnya miliknya.

Kami bebas melakukan apapun, bahkan aku pernah membebaskannya selingkuh bila dia mau. Aku belajar hanya melakukan hal yang positif untuk masa depanku dan tentu saja masa depan kami. Aku tidak tau dengan pasti, tapi sepertinya Ekany Oppa melakukan hal yang sama seperti yang aku lakukan.

Ekany oppa sendiri memperbolehkanku melakukan apapun di social network. Bahkan dia pernah bilang, kalau tulisanku dalam bahasa Indonesia dia tidak berusaha untuk mengartikannya, bukan karena dia tidak peduli padaku tapi karna dia percaya padaku dan menganggap itu bukanlah hal yang penting. Itu sepenuhnya menjadi hakku.

Beda dengan dulu saat dia mau mencuri perhatianku, segala gerak gerikku di social network dipantau oleh dia dan apapun yang aku posting dalam bahasa apapun dia berusaha untuk menterjemahkannya. Kecuali kalau aku menggunakan bahasa daerah, dia menanyakannya langsung padaku.

Cinta memang harusnya saling percaya dan mengerti. Ada yang memang bisa dibagi bersama dan ada pula yang sebaiknya menjadi urusan masing-masing personal aja.

10 comments:

  1. hubungan yang sehat memang harus dilandasi saling percaya dan tidak memanfaatkan rasa saling percaya utk yg gak bener... Semoga hubungannya berjalan baik terus ya ;)

    ReplyDelete
  2. dan yang paling penting adalah komunikasi, biar semua hal bisa dapat teratasi :)

    ReplyDelete
  3. Temenku ada yang begitu. :) Sudahlah tuker2an password, semua email dicurigai. Iiiih, gak enak banget jadinya ngobrol sama dia, wong cowoknya selalu tahu apa pun.

    Kemudian mereka putus. Hahaha. Kebayang itu kayak apa. >,<

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha biasanya nih kalau over protective macam gitu nantinya malah jadi 'tukang pukul'

      Delete
  4. Bagus sekali mbak saya sangat setuju..
    Tapi sekarang banyak lho mbak yang ngelakuin itu saling tukar menukar pasword social media padahal kan belum tentu dia tuh pasangan hidup kita bagaimana jika hubungan tersebut putus ?
    Kalau menurut aku hubungan itu secara sehat aja ya mbak bener gak ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. tapi ukuran sehat masing2 orang kan beda hehehe

      Delete
  5. wkwkwk, ngejleb bgt,
    Kisah mbk sama mantan sama persis ma apa yg aku alami skrg, :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. @ntil haha masa sih? Tapi masih jalan gak tuh hubungannya?

      Delete

Feel free to SHARE this post with friends and family on your social media.

Don't forget to leave your thoughts in the comments section, I would love to hear from you :)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.