Friday, June 21, 2013

Nama Khas Bali dan Nama Keluarga Korea

Seberapa sering kamu menemukan orang yang memiliki nama yang sama denganmu? Mungkin tidak lebih dari sepuluh orang. Kalaupun lebih dari itu, biasanya hanya nama-nama tertentu saja yang memang banyak dipergunakan, seperti Ayu atau Agus.


Aku cukup sering menemukan orang yang namanya sama denganku, bukan nama Leni Wijayanti-ku, tapi nama Bali-ku, yaitu Komang. Penduduk Bali memang memiliki ciri khas dalam memberikan nama kepada keturunannya.

Orang Bali, umumnya memiliki nama Made, Gede, Ketut, Putu, Komang, Nyoman. Ada juga beberapa yang memiliki nama Ida Ayu, Ida Bagus, Dewa, Anak Agung, nama-nama itu adalah penanda bahwa mereka berasal dari ‘kasta’ tertentu. Yang akan aku bahas sekarang bukan nama yang berdasarkan ‘kasta’ tapi yang berdasarkan urutan lahir.

Menurut "sastra kanda pat sari", Nama-nama depan khas Bali itu sejatinya tidak lebih sebagai semacam penanda urutan kelahiran sang anak, dari pertama hingga keempat, adalah sebagai berikut:

  1. Anak pertama biasanya diberi awalan “Wayan” diambil dari kata wayahan yang artinya tertua / lebih tua, yang paling matang. Selain Wayan, nama depan untuk anak pertama juga kerap kali digunakan Putu atau Gede. Dua nama ini biasanya digunakan oleh orang Bali di belahan utara dan barat, sedangkan di Bali Timur dan Selatan cenderung memilih nama Wayan. kata “Putu” artinya cucu. Sedangkan “Gede” artinya besar / lebih besar. Dan untuk anak perempuan kadang diberi tambahan kata “Luh” Contoh : I wayan budi mahendra, Ni Putu Erni Andiani, I Gede Suardika, Ni Luh Putu Santhi
  2. "Made" diambil dari kata madya (tengah) sehingga digunakan sebagai nama depan anak kedua. Di beberapa daerah di Bali, anak kedua juga kerap diberi nama depan "Nengah" yang juga diambil dari kata tengah. Ada juga yang menggunakan kata “Kadek” merupakan serapan dari “adi” yang kemudian menjadi “adek” yang bermakna utama, atau adik. Contoh: I Kadek Mardika, Ni Made Suasti, Nengah Sukarmi
  3. Anak ketiga biasanya diberikan nama depan "Nyoman" atau "Komang" yang  konon diambil dari kata nyeman (lebih tawar) yang mengambil perbandingan kepada lapisan kulit pohon pisang, di mana ada bagian yang selapis sebelum kulit terluar yang rasanya cukup tawar. Nyoman ini konon berasal dari serapan “anom + an” yang bermakna muda.  Kemudian dalam perkembangan menjadi komang yang secara etimologis berasal dari kata uman yang bermakna “sisa” atau “akhir”.   Contoh: I Nyoman Indrayudha, Ni Komang Ariyuni
  4. Anak keempat : diawali dengan sebutan “Ketut”, yang merupakan serapan “ke + tuut” – ngetut yang bermakna mengikuti mengikuti atau mengekor. Ada juga yang mengkaitkan dengan kata kuno Kitut yang berarti sebuah pisang kecil di ujung terluar dari sesisir pisang. Ia adalah anak bonus yang tersayang. Karena program KB yang dianjurkan pemerintah, semakin sedikit orang Bali yang bertitel Ketut. Itu sebabnya ada kekhawatiran dari sementara orang Bali akan punahnya sebutan kesayangan ini. Contoh: I Ketut Nugraha, Ni Ketut Sudiasih

Nah kalau di Bali nama yang khas digunakan adalah nama yang menandakan urutan lahir dan juga ‘kasta’, berbeda halnya dengan di Korea. Di Korea menemukan orang yang bernama sama juga sangat mudah. Ada berapa orang Korea yang bernama Kim? Sepuluh? Tidak! Mereka ada sangat banyak.

Ada sekitar 250 nama keluarga yang dipergunakan di Korea, diataranya yang paling sering digunakan adalah Kim, Lee dan Park. Jumlah penduduk yang memiliki nama keluarga Kim, Lee dan Park ini hampir mencapai separuh dari total penduduk di Korea.
10 nama keluarga paling populer

Nama Korea sudah dipergunakan sejak berabad-abad lalu. Pada saat itu, nama keluarga hanya diberikan kepada kaum bangsawan. Nama-nama keluarga sangat dipengaruhi oleh China karena belum ditemukannya huruf Korea. Terdiri dari satu atau dua suku kata.

Setelah sistem kasta dihapus pada abad 19, seluruh penduduk Korea bisa mendapatkan nama keluarganya, hingga awal abad 20 seluruh penduduk Korea telah mendapatkan nama keluarganya masing-masing. Nama keluarga yang mereka pilih biasanya dipengaruhi oleh nama bangsawan yang disegani saat itu, yang sebelumnya menggunakan nama keluarga tersebut.

Walaupun beberapa diantaranya tidak memiliki hubungan darah, tetap tidak diijinkan untuk menikah apabila memiliki nama keluarga yang sama. Sejak 1000 tahun lalu, dipercaya bahwa bila menikahi orang yang memiliki nama keluarga sama berarti menikah dalam satu keluarga. Misalnya seseorang yang memiliki nama keluarga Lee harus menikahi orang tidak memiliki nama keluarga Lee juga.

Setelah wanita Korea menikah, dia akan tetap pada nama keluarganya. Pernikahan tidak menyebabkan wanita berganti nama keluarga menjadi nama keluarga suaminya. Sehingga sangat mungkin, antara ibu dan anak memiliki nama keluarga yang berbeda. Aku pun kalau akhirnya berjodoh dan menikah dengan +Ekany Choi  oppa berarti aku tidak akan mendapat nama Choi dalam dokumen resmi.

Apabila anak lahir diluar perkawinan atau tanpa ayah, maka nama keluarga anak tersebut akan mengikuti nama keluarga ibunya. Hal ini mulai berlaku sejak tahun 2008 dan berlaku juga bagi anak dari hasil perceraian yang kemudian ikut ibunya.

Nanti kalau aku dan +Ekany Choi oppa memiliki anak, mungkin kami akan mengkombinasikan ciri khas dari nama yang kami punya, misalnya Choi Putu, Choi Made, Choi Komang dan Choi Ketut. Hahaha.. Jadi anak-anak kami nantinya akan ingat bahwa dalam tubuh mereka mengalir darah Bali dan juga darah Korea. Walaupun aku sendiri masih gak yakin, penulisan nama anak kami nanti Choi Putu atau Putu Choi karena baik nama keluarga Korea maupun nama Bali, penempatannya sama-sama di depan. Walaupun kemudian dalam 'bahasa online' nama keluarga ditempatkan dibelakang.


Source:
http://en.wikipedia.org/wiki/Balinese_name
http://cakepane.blogspot.com/2012/07/nama-orang-bali.html


14 comments:

  1. unik! hahahah... Choi Made itu asik :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha tapi kayaknya dia gak setuju deh

      Delete
  2. mencari jarum di tumpukan jerami? Susah donk. Padahal Choi termasuk dlm 10 nama keluarga terbanyak di Korea. Binun.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha eh iya salah ya? hahahaha... aduh jadi malu *brb edit*

      Delete
  3. keren-keren... bikin ah lucu kayanya :D

    ReplyDelete
  4. Baru tau kalo seribet itu efek nama keluarga dikorea -_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. ribet kalau manggil Mr Kim dan banyak orang menoleh hahaha

      Delete
  5. waaah... asli baru tauu.. thanks udah berbagi. bertambah wawasanku mampir dsini. salam kenal :)

    o iya skalian mo tanya.. apa bedanya panggilan oppa sama hyung?

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasi udah mampir ya..
      oppa dan hyung itu artinya sama, kakak laki-laki, tapi oppa digunakan hanya oleh cewek dan hyung oleh cowok.
      jadi gak ada cowok yang manggil cowok lebih tua dengan oppa, panggilnya hyung dan biasanya ditambah nim, jadi hyungnim biar lebih sopan.

      Delete
  6. Waah ini nambah pengetahuan banget deh, selama ini saya memang penasaran sama nama-nama bali bgini. Hihi

    ReplyDelete
  7. Membaca ini pengetahuan saya bertambah ehehehe... nama panggilan saya Alid, waktu ke Bali ketika mengenalkan diri mereka pikir saya orang Bali ehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Alid makasi ya udah mampir, senang bisa berbagi. Nama km emang seperti nama orang Bali yaitu Alit hehe

      Delete

Feel free to SHARE this post with friends and family on your social media.

Don't forget to leave your thoughts in the comments section, I would love to hear from you :)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.