Friday, June 21, 2013

Kapan Nyusul?


Pertanyaan “Kapan nyusul?” atau yang serupa tapi tak sama entah yang diperhalus atau yang diperkasar makin sering terdengar belakangan ini. Apalagi kalau ada undangan perkawinan teman atau saudara yang melayang padaku, makin seringlah pertanyaan itu mengaung.


Tahun ini aku berusia 26 tahun fyi pasanganku 39 tahun, beberapa teman, saudara yang seumuran bahkan ada yang lebih muda sudah pada sibuk mengurus suami dan anak. Bahkan ada yang tahun ini anaknya masuk TK. Hahaha aku merasa lebih tua dari usiaku yang sebenarnya.

26 tahun memang bukan usia yang muda untuk bermain-main dengan cinta, tapi aku rasa juga bukan usia yang tua untuk melajang, melihat kenyataan bahwa pasanganku jauh lebih tua dan dia nyantai saja sampai saat ini melajang. Walaupun secara de jure aku memiliki pacar, tapi secara de facto aku kemana-mana sendiri. Maklum sampai saat ini aku masih dalam hubungan jarak jauh, lintas negara.

Ketika pertanyaan “Kapan nyusul?” ditanyakan kepadaku, sering aku ingin bertanya balik, “apa yang harus disusul?”. Berumah tangga, pada usia berapapun itu adalah hak masing-masing orang menurutku, hak ku untuk menentukan kapan mengakhiri status lajangku dan menjadi istri. Tidak ada istilah susul menyusul dalam berumah tangga, karena memang ini bukan sebuah perlombaan.

Terkadang aku ingin segera berumah tangga, memiliki suami yang sayang sama aku lalu hamil dan punya anak. Hmmm tapi kalau dipikirin lagi, berumah tangga bukanlah sesuatu yang mudah seperti dalam novel picisan, dongeng atau film romantis yang rata-rata berakhir pada satu titik ‘hidup bahagia selamanya’.

Berumah tangga bukan ajang uji coba, bukan permainan. Ada tanggung jawab besar yang harus di sana. Apalagi konsep perkawinan yang sedang aku rencanakan adalah perkawinan campuran. Ada banyak dokumen yang harus disiapkan, termasuk juga perjanjian pranikah, karena itu juga penting.

Selain itu, aku tidak mau, setelah berumah tangga nanti aku malah bercerai. Okelah siapa sih yang pengen bercerai? Kecuali mereka yang kawin kontrak atau berniat jahat tentunya.


Mungkin nanti kalau ada yang menanyakan “Kapan nyusul?” akan aku jawab dengan “doain aja ya, jangan cuma sibuk nanyain kapan aku nyusul, yang penting itu doa, kalau ada yang cakep dikit boleh deh dikenalin” kata-kata yang terakhir cuma bercanda ya, kalau dibaca pacar bisa ngambek tujuh hari dia, walaupun kemungkinan dia ngambek nyaris gak ada dan kemungkinan dia baca blog ini mustahil. Jawabnya sambil tersenyum super manis biar bikin yang nanya silau trus pingsan.

10 comments:

  1. hehe, semoga dimudahkan, mba Leni. aamiin.
    aku tahu rasanya karena aku sama mba juga beda usia cuma 1 tahun. pertanyaan orang-orang mulai berdatangan, tapi bukan tentang cepat atau ga nya sih menurutku. suatu saat akan ada waktu yang tepat, kalo ga sekarang ya nanti entah kapan, Tuhan lebih tau yang terbaik. semangat :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menikah kan bukan balapan lari, gak ada yang duluan atau belakangan, ini masalalh kesiapan memgambil komitmen, nikah itu kan gak cuma aku cinta kamu kamu cinta aku, tapi ada banyak hal didalamnya, komitmen seumur hidup

      Delete
  2. itu memang sudah pertanyaan wajib yg udah basi. Kapan nyusul merit, nyusul punya anak, nyusul bikin adek and so on ^_^ Memang harus di jawab dgn senyuman manis dan kedip2 biar lebih pingsan lagi :))))))

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang belum pernah nanyain itu "kapan nyusul meninggal?" hahahaha

      Delete
  3. haa! sama aja mbak, aku juga.. umur msih 25 sih, udah punya pasangan, tapi belom menikah, kepentok restu :'(
    ya ALLAH berikan kemudahan untuk menjalani pernikahan
    semangaaat mbak leni :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah kalau kepentoknya sama restu sepertinya lumayan berat ya ^^.. semangat juga ya buat kamu, Sari! semoga kita sama2 cepet nyusul, hahahaha

      Delete
  4. samaa..........pertanyaan yg paling membetekan. kalo aku jawab nya sekrg paling "maunya kapan?". "pertanyaan yg sama yg ingin kutanyakan pada_Nya". "kalo aku merit emang mo kasih aku kado apa?". Nah....pada masem-masem dah tu....hahhaa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekalian bilang gini "drpd terus tanyain kapan, mending kamu jd sponsor utama pernikahan aku aja biar cepet.

      Delete
  5. Tinggal mention aja ke pacar kamu link ini hahahahah #Canda

    Kunil.

    ReplyDelete
  6. @kunil : dia mana ngerti bahasa Indonesia

    ReplyDelete

Feel free to SHARE this post with friends and family on your social media.

Don't forget to leave your thoughts in the comments section, I would love to hear from you :)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.