Saturday, June 08, 2013

Taylor Swift Syndrome

Ada yang pernah mendengar atau mengetahui Taylor Swift Syndrome? Kemunculan sindrom ini diawali dengan kebiasaan Taylor Swift yang begitu mudah jatuh cinta, pacaran lalu putus. Seorang penulis bernama Charles J. Orlando, mengatakan bahwa seseorang yang memiliki sindrom Taylor Swift, akan memiliki mind set untuk membangun kembali hubungannya yang telah hancur dengan cepat.


Banyak orang mengatakan bahwa seharusnya ada jeda yang cukup panjang antara putus dan membina hubungan lagi dengan orang yang baru. Konon kabarnya, ketika terlalu cepat membina hubungan yang baru itu hanyalah perasaan semu. Kita perlu waktu untuk diri sendiri.

Tapi jeda waktu antara putus dan membina hubungan yang baru tidak ada patokan yang sama. Tiap orang memiliki ukurannya sendiri. Dalam hitungan hari, minggu, bulan atau bahkan tahun. kita tidak bisa memaksakan seseorang yang ingin jomblo tahunan untuk mendapat pacar dalam waktu singkat. Begitu juga sebaliknya kita tidak bisa menghalangi seseorang untuk mencari pacar segera setelah putus.

Aku tidak memiliki Taylor Swift syndrome, sepanjang yang aku tahu sindrom yang aku miliki hanya Sugar Daddy syndrome. Memang kenyataannya aku sangat mudah jatuh cinta setelah putus, sama seperti yang ada pada Taylor Swift syndrome. Walaupun kadang dikemudian hari aku mikir lagi, beneran gak sih keputusanku untuk pacaran dengan sosok baru itu sedangkan sepenggal kisah masa lalu masih setia menghantuiku?

Tapi hidup tetaplah harus berjalan, yang namanya mantan itu tidak bisa dilupakan begitu saja kecuali mungkin kita menjedotkan kepala kita ke tembok hingga amnesia. Oke itu bukanlah saran yang patut untuk dicoba.

Nah kemudian yang membedakanku dengan Tayor Swift syndrome adalah aku teramat sangat sulit untuk putus. Mengakhiri hungungan yang sudah terjalin sangat sulit untukku, aku mempunyai banyak pertimbangan. Bahkan kadang aku akan bertahan selama mungkin dan baru mengakhirnya ketika hubungan itu menyakiti pikiran dan badanku.

Mungkin aku menyebut orang yang mudah jatuh cinta tapi sangat susah putus walaupun sudah tak cinta dengan nama “Leni Wijayanti Syndrome”. hahaha...

source:

4 comments:

  1. huahahahah.... susah putus itu rata2 dialami setiap cewek kokkkk

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah kalo gitu namain sindromnya gak jadi pake namaku deh hahaha

      Delete
  2. IMO, tidak masalah untuk mudah jatuh cinta, yang harus kita sadari/lakukan agar kita tidak mengingat2 masa lalu ketika kita sudah mencintai org yg baru.

    Btw nitip tulisan yg berhubungan dgn hal ini yak :D

    http://cityofdays.blogspot.com/2013/06/sepotong-hati-yang-tertinggal-di-masa.html?m=1

    ReplyDelete

Feel free to SHARE this post with friends and family on your social media.

Don't forget to leave your thoughts in the comments section, I would love to hear from you :)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.