Saturday, November 23, 2013

Dua Tahun Silam


Sore yang mendung, membawaku kembali pada kenangan dua tahun silam. Saat itu aku sedang duduk di depan layar komputer di ruang akunting salah satu villa di kawasan Seminyak. Aku baru saja menyelesaikan kewajibanku dan hendak menarik nafas sejenak. Sambil merapikan meja kerjaku yang bak kapal pecah, sesekalu aku ngecek notifikasi di jejaring sosial. Ada beberapa pesan dan mention yang masuk. Dan diantaranya ada satu yang membuatku tersenyum.

Mention di twitter dari salah satu temanku yang berasal dari Korea Selatan. Setelah setahun berteman, aku dan dia memang makin dekat. Walaupun aku tidak terlalu menanggapinya serius, saat itu dia hanya hiburan di rutinitasku yang padat.
@leni_wi adalah akun twitter lamaku, akunku saat ini @leniwiw 
Keningku mengkerut membaca apa yang dia tuliskan, dia bilang bahwa dia mencintaiku. Sempet sih ada perasaan gimana gitu, tapi kemudian aku hanya menganggap dia sedang bercanda. Siapa sih aku sampai bisa bikin dia jatuh cinta. Bukannya di Korea Selatan ada begitu banyak wanita cantik yang sudah pasti aku akan kalah bila di sandingkan dengan mereka. 

Saat itu aku katakan padanya, aku tidak akan menanggapi serius apa yang dia tuliskan padaku, bila memang dia benar mencintaku aku memintanya datang lagi ke Bali, kali ini sebagai kekasih bukan teman.

Waktu berlalu, tahun pun berganti. Akhir Januari 2012, dia beneran terbang ke Bali. Saat dia berdiri di hadapanku, aku masih tidak percaya bahwa dia memenuhi permintaanku. Dia datang dan berdiri dihadapanku dengan senyum lebarnya hingga membuat matanya menghilang. 

Beberapa hari yang aku punya, aku pergunakan untuk memahaminya, membaca perasaannya apakah dia benar mencintaiku dan juga meyakinkan perasaanku sendiri apakah aku mencintainya.

Dari awal aku tau hubungan ini tidaklah mudah, berkali-kali aku mengatakan padanya bahwa bila kami bersama maka akan ada banyak hal yang dikorbankan. Dia paham itu semua dan tetap ingin bersamaku. Hmmm baiklah kalau dia seyakin itu maka aku akan m mencobanya.

Dua tahun bukan waktu yang singkat, bukan waktu yang mudah untuk kami, khususnya aku lalui. Walaupun ada beberapa bagian dari kehidupan kami memburuk, bahkan aku sampai kehilangan keyakinan atas masa depan hubungan ini, setidaknya sampai detik ini kami masih saling mencintai dan menjaga komitmen kami atas hubungan ini. 

Aku dan tentu saja dia sama-sama berusaha yang terbaik untuk hubungan ini. Setidaknya apa yang aku perjuangkan saat ini adalah apa yang aku yakini. Masalah nanti hasil akhirnya seperti apa, kami hanya bisa berserah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Semoga pada akhirnya kami bisa berbahagia, bersama atau berpisah.


No comments:

Post a Comment

Feel free to SHARE this post with friends and family on your social media.

Don't forget to leave your thoughts in the comments section, I would love to hear from you :)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.