Friday, November 08, 2013

Kekuranganku

Tidak ada manusia yang sempurna. Kalimat sederhana yang sering dipergunakan manusia sebagai tameng saat melakukan kesalahan. Tapi memang benar, tidak ada manusia yang benar-benar sempurna. Lagi pula apa itu sempurna? Kita semua mempunya kriteria tersendiri dalam menentukan apa yang dimaksud dengan sempurna. Aku tidak akan membahas tentang kesempurnaan, aku ingin bercerita tentang kekurangan.


Apa kekurangan yang kamu miliki? Hmmm mungkin tidak semua orang terbuka akan kelemahannya, bisa jadi karena malu atau alasan lain. Aku dulu juga gitu, tapi satu tahun terakhir ini aku ingin semua orang, terutama yang sering berinteraksi denganku untuk tau apa yang menjadi kekuranganku agar orang lain memaklumi kekuranganku itu.


Susah membedakan kanan dan kiri
Sering banget dalam keseharianku, aku gak bisa membedakan mana kiri dan mana kanan. Pernah beberapa waktu lalu, aku akan pergi ke rumah temenku, temenku ini bilang untuk belok kiri, aku malah belok kanan. Kelemahanku yang satu ini sering bikin aku nyasar, saat masuk ke perumahan, aku sering tidak menemukan jalan keluar. Untungnya sekarang udah ada ponsel yang bisa digunakan sebagai panduan saat nyasar hehe..

Susah mengingat wajah orang
Aku perlu bertemu lebih dari sekali dengan seseorang sampai aku mampu mengingat wajahnya, kalau ketemu cuma sekali dalam waktu singkat, dijamin deh besok-besoknya kalau gak sengaja ketemu dijalan aku gak bakal nyapa. Nah ini nih yang bikin orang lain mikir aku ini sombong. Padahal sebenernya gak sombong-sombong amat kok, aku cuma gak inget aja kalau pernah ketemu. Aku juga agak kesulitan nginget wajah temen sekolah dulu, selain karna memang kelemahanku ini, juga karna banyak perubahan dari wajah remaja ke wajah dewasa.

Susah menghapal nama orang
Ini masih satu paket dengan susah mengingat wajah orang, mengingat nama bahkan lebih sulit dari mengingat wajah orang. Ada satu orang temen kuliah, sering sekelas, sering ambil mata kuliah yang sama, sering ngobrol tapi sampai sekarang aku gak inget namanya siapa. Awalnya sih udah pernah kenalan,trus aku lupa namanya siapa, udah pernah nanya lagi eh lupa lagi untuk nanya lagi aku malu, masa nanya namanya sampai lebih dari 5 kali. Kan gak lucu.

Kombinasi antara susah mengingat wajah  dan susah menghapal nama sukses menjadikan ‘sombong’ melekat padaku. Padahal jujur aja, jangankan wajah dan nama temen, wajah dan nama beberapa pria yang pernah aku pacarin aja juga ada yang aku gak inget. Serius.

Susah mengeja
Mungkin terdengar terbaca aneh, iya emang benar aku mengalami kendala dalam mengeja, membaca kalimat dan membunyikannya. Dalam satu naskah pasti ada banyak kata yang salah eja atau menatap kata itu sambil berpikir keras bagaimana cara membacanya. Makanya kalau dapat tugas untuk membaca naskah di depan umum, aku memilih untuk menolaknya. Tidak hanya membaca, tidak jarang aku sulit menulis, misalnya mau nulis ‘what’, aku pernah lupa bagaimana cara menulisnya, ‘wath’ atau ‘what’ sampai pada akhirnya aku mengalah dan membuka google translate.

Susah merangkai kata dalam kalimat
Selain mengeja, membaca dan menulis perkata, aku juga memiliki kelemahan dalam merangkai kata menjadi kalimat. SPOK kebolak balik dan membuat siapa saja yang mendengar atau membaca bingung. Saat aku ajak ngobrol gak jarang lawan bicaraku bengong karna gak ngerti sama arah tujuan pembicaraanku dan aku harus menjelaskannya lagi.


Ada yang bilang aku mengidap disleksia, ada juga yang bilang aku mengidap afasia. Sampai sekarang aku tidak tau karna emang belum pernah berkonsultasi ke dokter spesialis. Untuk saat ini aku memanfaatkan teknologi untuk membantuku, aku pergunakan ngebog untuk ngebantuku melatih kemampuan marangkai kalimat.

Trus di kontak ponsel aku menuliskan nama lengkap temanku, foto dan juga akun jejaring sosial yang berangkutan. Jadi suatu saat kalau aku merasa mengenal wajahnya tapi lupa namanya, aku bisa ngecek ponselku untuk memastikannya. Bila tidak ada dalam kontak ponselku, aku akan pura-pura tanya bagaimana mengeja namanya yang benar, jadi yang bersangkutan gak akan menertawakan kelemahanku.

Aku tidak mau mengutuk kekuranganku ini, aku syukuri saja apa yang terjadi pada diriku, baik dan buruknya Tuhan pasti punya maksud tersendiri. Anggap saja kekurangan adalah juga sebagai kelebihan, menjadikan setiap manusia sebagai pribadi yang unik. Lagian kekuranganku memang kelebihanku, kelebihan berat badan ^0^

No comments:

Post a Comment

Feel free to SHARE this post with friends and family on your social media.

Don't forget to leave your thoughts in the comments section, I would love to hear from you :)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.