Friday, December 06, 2013

Suami Kasar

Malam yang tenang ini diusik oleh bunyi keras dari kamar sebelah. Awalnya aku kira mungkin ada yang jatuh. Lalu aku abaikan. Aku lanjutin ngubek ponsel sambil cekikikan, ada saja postingan  temen yang bikin aku ketawa.

Bunyi keras itu makin sering terdengar, bahkan diantaranya terdengar seperti piring atau gelas yang sengaja dibanting. Samar-samar mulai terdengar suara makian tertahan. Namun makin lama suara makian itu makin kencang diiringi dengan suara bantingan beberapa benda yang makin sering.

Tetangga sebelah kamarku ini baru pindah beberapa hari lalu, aku gak kenal mereka. Setahuku mereka suami istri muda dan si istri tengah hamil besar. Aku pernah melihatnya sekali.

Mau gak mau, malam ini aku ngupingin pertengkaran mereka. Jadi ada seseorang yang ngadu ke si istri kalo si suami 'selingkuh' sama wanita lain. Trus si istri nanyain kebenarannya ke si suami. Kondisi saat ditanya si suami sedang dibawah pengaruh minuman keras.

Si suami bersikap kasar karena dia marah dituduh yang selingkuh sama si istri, katanya si istri nanya disaat yang gak tepat dan dengan kata-kata yang memojokkan si suami. Karena situasi makin memanas, ada kerabat mereka yang datang untuk menengahi tapi sepertinya gak berhasil. Saat aku nulis ini pertengkaran masih terdengar.

Hmmm entah lah, aku gak tau siapa benar dan siapa salah atau apa yang sebenernya terjadi tapi tindak kekerasan dalam rumah tangga tetaplah bukan hal yang dibenarkan. Bahkan bukan hanya yang di dalam rumah tangga, yang di luar rumah tangga sekalipun bukanlah hal yang benar. Kalau ada masalah atau perbedaan pendapat lebih baik diselesaikan dengan kepala dingin. Jangan melibatkan emosi apalagi sampai mukulin pihak yang lebih lemah.

Aku berharap semoga suamiku kelak tidak kasar, baik hanya lewat omongan ataupun sudah mukulin. Aku gak masalah kok kalau diajak hidup susah, kehidupan pas-pasan asal kita bisa menerimanya dengan iklas dan tetap berusaha yang terbaik pasti bisa menikmatinya.

Untuk para suami atau calon suami yang kebetulan nyasar di blog ini dan baca tulisan ini, tolong jangan kasarin istrimu, jangan sakiti dia, apalagi ketika dia sedang mengandung anak kalian.

2 comments:

  1. ya ampun. semoga kalau kelak waktunya aku menikah, aku bakalan ketemu sama pria yang bener-bener sayang sama aku, menyayangi aku apa adanya :)

    ReplyDelete

Feel free to SHARE this post with friends and family on your social media.

Don't forget to leave your thoughts in the comments section, I would love to hear from you :)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.