Monday, October 13, 2014

Pudar

Pudar

Hari begitu cepat berlalu, tanpa sadar sudah hampir 2 tahun lamanya aku tak bisa memelukmu. Banyak orang memaksaku untuk berhenti menunggu, sudah terlalu lama penantian ini, kata mereka. Mereka mulai menggoyahkanku lagi dengan bisikan racun mereka yang walau coba ku tepis itu semua tapi kadang membuatku terjaga semalaman memikirkan masa depan kita.

Kadang aku lelah, iya ku akui itu. Aku hampir tidak ingat bagaimana rasanya ketika tangan ini membelai wajahmu, bagaimana nyamannya ada dipelukanmu malam itu, bagaimana aroma nafasmu ketika menciumku. Bayangan tentangmu mulai memudar, kenangan tentang kita perlahan menghilang. Aku takut nanti segara memori indah antara kita terlupakan. Aku takut suatu hari aku bagung di pagi hari dan lupa caranya mencintaimu.

Tapi seberapa remangnya kenangan itu, entah kenapa aku masih mencintaimu, aku masih merasakan cinta ini untukmu dan tidak terfikirkan untuk meninggalkanmu serta berpaling pada pria lain. Ketika ada yang bertanya kenapa aku masih menantimu, aku tidak pernah menemukan alasan yang tepat. Aku hanya mengikuti apa yang hatiku bisikkan, aku akan tetap menunggu dan mencintaimu sepanjang logikaku juga menyetujuinya.

Ketika ku renungkan kembali, memikirkan beberapa saat, sepertinya alasanku masih mau menunggumu karna aku tau kamu di sana juga tidak pernah menyerah untuk kita. Pada akhirnya KITA bukanlah takdir yang harus dijalani, aku akan tetap iklas, setidaknya aku dan kamu mencoba berjuang untuk itu, sekuat kemampuan kita. Bukan menyerah.

Dan terakhir aku hanya ingin membisikkan, aku mencintaimu lelakiku.

Wednesday, July 16, 2014

Pasangan Sempurna

Pasangan Sempurna


Bagaimana sih gambaran kamu tentang sosok pasangan sempurna itu? Yang seperti Barbie dan Ken? Tinggi, langsing, cantik, ganteng, rambutnya panjang, baik, sopan, pinter masak, kaya raya, punya mobil mewah, punya selusin rumah atau bagaimana? Mungkin beberapa item yang aku sebutkan di atas itu ada yang merupakan kreteria pasangan sempurnamu.

Semua itu mungkin akan tetap terlihat sempurna saat awal jatuh cinta. Iya, menurut seorang pakar percintaan yang aku lupa namanya siapa, 6 bulan pertama si pasangan akan terlihat sangat sempurna, lalu 6 bulan sampai 18 bulan si pasangan akan tetap terlihat sempurna walaupun tak sesempurna sebelumnya. Nah setelah itu bila kamu masih mencintainya maka dialah cinta sejatimu.

Seperti kata si pakar cinta, waktu bisa merubah penilaian kita terhadap pasangan. Yang awalnya dia adalah yang terindah menjadi semakin memburuk hingga menjadi yang terburuk. Siapakah yang berubah? Dia atau pola pikir kita? Bisa salah satunya bisa juga keduanya. Kan tidak ada yang abadi di dunia ini, segala sesuatu senantiasa berubah.

Ada yang pernah memeberikan nasehat, suatu saat kamu akan melihat kekurangan pasanganmu, saat itu jangan lantas engkau segera meninggalkannya, memutuskannya atau meminta cerai padanya, tapi coba renungkan, seandainya dia sesempurna seperti imajinasimu, akankah dia mencintaimu? Kalau dia sesempurna imajinasimu bisa jadi dia tidak memilihmu dan memilih orang lain.

Secara garis besar, aku setuju dengan nasehat itu. Mencintai seseorang bukanlah mencintai kesempurnaanya, mencintai itu lebih dari itu, mencintai itu menerima kesempurnaan dan juga ketidaksempurnaannya. 

Tiga puluh bulan sudah berlalu sejak pertama kali mengiyakan ajakan Kupit untuk menjalin cinta. Hubungan jarak jauh memang menghambat proses aku mengenal siapa dia sesungguhnya tapi bukan berarti sifat jeleknya dia tertutupi dengan sempurna. Dia memang bukan pria yang sempurna, dia sudah berumur jika tidak sopan bilang dia tua, bukan orang kaya dengan tabungan dan penghasilan fantastis, keras kepala melebihi kerasnya aspal, suka mabuk dan juga perokok. Semua itu adalah alasan yang sangat kuat untuk meninggalkannya. Namun kenyataannya aku masih di sini duduk manis menunggunya dan semua itu tidak menghentikanku mencintainya.

dan semoga tidak akan pernah berhenti...

Wednesday, June 25, 2014

Korean Lesson: Pola Kalimat Bentuk Biasa

Korean Lesson: Pola Kalimat Bentuk Biasa

Kalimat bentuk biasa adalah kalimat yang dipergunakan  untuk sehari-hari,  menceritakan kegiatan yang rutin atau yang selalu dilakukan. Misalnya “aku selalu bangun jam 5 pagi”, “Ibu memasak di dapur”, “Ayah memakan nasi”.

Pola kalimat biasa dalam bahasa korea adalah
Subjek + Keterangan waktu + Keterangan tempat + Objek + Predikat
Partikel kata sifat/kerja (predikat) dari pola kalimat biasa dibedakan menjadi dua berdasarkan akhiran kata sifat/kerjanya, apakah berakhiran vokal atau konsonan. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat dibawah ini:

>> Bila kata sifat/kerja berakhiran vokal, maka pola kalimatnya menjadi

(+) ..../ + ... + .../에서 + .../ + ....ㅂ니다
(-) ..../ + ... + .../에서 + .../ + .... 않습니다
(?) ..../ + ... + .../에서 + .../ + ....ㅂ니까?

Contohnya:
너는 매년에 발리를  갑니다 // neonen maenyeone Balireul gamnida
매월에 영화를 보지앓습니다 // nan maewole yeonghwareul bojiansemnida
부디는 매주에 학교를 갑니까? // Budinen maejue hagkyoreul gamnikka?

>> Bila kata sifat/kerja berakhiran konsonan, maka pola kalimatnya menjadi

(+) ..../ + ... + .../에서 + .../ + ...습ㅂ니다
(-) ..../ + ... + .../에서 + .../ + .... 않습니다
(?) ..../ + ... + .../에서 + .../ + ....습니까?

Contohnya:
주나는  매일에 빵을 먹습니다 // Junaneun maeile ppangeul meokseumnida
니파는 매일에 목욕하지 않습니다 // Nitaneun maeile mogyokhaji anseumnida
아버지는 오늘에 테라스에서 신문을 읽습니까? // abeojineun oneule teraseueseo sinmuneul ikseumnikka?

Keterangan waktu dalam bentuk biasa, diantaranya adalah:
매일 // maeil // setiap hari
매주 // maeju // setiap minggu
매월 // maewol // setiap minggu
매년 // maenyeon // setiap bulan
오늘 // oneul // hari ini

Misalnya ingin mengatangan setiap hari selasa, maka tinggal menulis매주 + 화요일, berlaku sama dengan hari lainnya, tinggal mengganti 화요일 dengan hari lainnya.

Kosa Kata
// na // aku
// neo // kamu
아버지 // abeoji // ayah
가다 // gada // pergi
영화 // yeonghwa // film
보다 // boda // tonton, menonton
학교 // hakkyo // sekolah
// ppang // roti
먹다 // meokda // makan
테라스 // terase // teras
신문 // sinmun // koran
읽다 // ikda // baca

목욕하다 // mogyikhada // mandi

Monday, May 26, 2014

Resep ala Leni: Bulgogi Deopbap

Aku lupa bagaimana awalnya, menadadak aku pingin nyobain masak bulgogi. Aku coba googling, ada begitu macam resep bulgogi. Aku coba buka satu persatu dan ada begitu banyak versi bulgogi. Aku mulai bingung, entah mana resep yang bener. Lalu aku coba tanya ke Ekany oppa. Awalnya dia nggak mau ngasi tau, alasannya sih ribet. Tapi setelah didesak dan didesak dia ngasi tau juga walaupun penjelasan dia malah bikin aku tambah pusing >.<

Jumat malem aku pergi belanja ke salah satu supermarket di Denpasar. Cari bahan masakan, udah nyerah deh mau, nggak pingin lagi masak bulgogi. Pas aku nyasar di bagian bumbu dapur import aku nemuin bulgogi marinade yang sama seperti yang biasa dipake oppa buat masak bulgogi. Ah senangnya hatiku. Ada 3 pilihan, kalbi marinade for pork (pork's rib), spicy bulgogi marinade dan bulgogi marinade. Kata oppa, marinade yang untuk daging babi itu rasanya lebih kuat untuk menyamarkan rasa amis pada daging babi.



Oppa nyaranin aku ambil yang spicy bulgogi marinade, ada gambar babi-nya jadi kemungkinan ini saos untuk daging babi. Aku kurang tau apa ini cuma saos untuk daging babi tanpa kandungan daging babi atau ada kaldu babinya. Aku sebenernya alergi daging babi dan sapi, jadi aku mau ganti pake daging ayam aja. Aku beli chicken boneless 20.000, lumayan banyak sih dapetnya. Oke, mari kita mulai memasak!

Yang akan aku masak ini adalah Bulgogi Deopbap (불고기 덮밥) Deopbap itu artinya "nasi yang ditutupi", sebenarnya ada berbagai macam versi selain bulgogi. Karena melapisi nasi maka akan lebih enak bila bulgogi dimasak dengan extra saus.

Bahan bulgogi
200 gr chicken boneless, potong memanjang ukuran 7cm x 1 cm
4 siung bawang putih, haluskan
3 cm jahe, haluskan
2 sdm kecap manis
6 sdm spicy bulgogi marinade

Bahan saos
2 sdm spicy bulgogi marinade
4 sdm air

Bahan pelengkap
1 wortel kecil, iris korek api
1 sdm wijen, sangrai
1 mangkok nasi

Cara memasak
Campurkan semua bahan bulgogi dalam wadah, aduk hingga merata, kalau bumbunya masih kurang dan nggak semua daging ayam terlapisi bumbu, bisa ditambahkan kecap atau spicy bulgogi marinade. Namun kalau kurang suka dengan rasa bumbu yang kuat bisa ditambahkan air, tapi jangan sampai kebanyakan ya biar gak terlalu encer.


Setelah tercampur merata, diamkan selama 1 jam, kalau perlu diamkan semalan di kulkas.


Kemudian masak daging ayam menggunakan wajan anti lengket atau kalau punya gunakan pemanggang.




Setelah ayam sudah setengah matang, masukkan campuran bahan saos dan irisan wortel. Tunggu beberapa saat hingga semuanya masak sempurna.


Siapkan nasi dalam mangkok (kalau nggak ada mangkok bisa juga menggunakan piring)


Tuang bulgogi beserta kuahnya lalu taburin wijen dan siap dihidangkan dalam keadaan hangat (photo dibawah ini lupa ditaburi wijen >.<).


Kalau menurutku ini rasanya enak banget, mungkin akan lebih enak kalau aku menggunakan daging merah, tapi aku masih belum siap sama reaksi alergi yang mungkin akan ditimbulkan. Kalau merasa kesulitan menemukan saos bulgogi ini atau kurang yakin sama halal atau tidak halalnya ada juga resep yang bisa dilihat disini >> http://allrecipes.com/recipe/bulgogi-korean-barbecued-beef/

맛있게 드세요~ \^o^/

Monday, May 19, 2014

LDR : Kepercayaan atau Cinta?

LDR : Kepercayaan atau Cinta?


Dalam menjalani hubungan jarak jauh, bahkan sebenarnya dalah hubungan dengan tipe apapun, cinta dan kepercayaan adalah dua hal yang mengokohkan hubungan itu. Tapi pernahkan berpikir, antara cinta dan kepercayaan mana yang lebih dominan dalam mempertahankan suatu hubungan?

Cinta itu jelas penting. Siapa yang mau bertahan dalam satu ikatan (yang hanya) pacaran tanpa ada cinta? Mungkin kalau ikatan itu bernama pernikahan, akan ada pertimbangan lain selain cinta untuk mempertahankan perkawinan, misalnya demi kepentingan anak. Salah satu alasan terkuat seseorang bertahan dalam LDR pasti cinta. Menahan rindu saat berjauhan bukanlah perkara mudah, kalau bukan cinta yang ada dibalik alasan penantian itu, apa lagi?

Kepercayaan juga tidak kalah pentingnya. Bagaimana satu hubungan bisa berjalan dengan sehat bila hanya ada curiga di dalamnya? Aku pernah merasakannya sekali, dan percayalah hubungan yang penuh dengan kecurigaan bukanlah hubungan yang menyenangkan. Lagi kumpul sama temen tapi ditelponin setiap 15 menit sekali. Mau pergi kemanapun juga harus minta ijin. Astaga, bahkan aku ke orang tuaku saja tidak sebegitunya.

Jadi yang manakah yang lebih berperan dalam mempertahankan hubungan cinta? Bisa aku bilang kepercayaan itu lebih penting dari cinta. Alasannya sederhana, suatu hubungan masih akan tetap berjalan dengan sedikit cinta di dalamnya tapi akan menjadi luluh lantah apabila kurang ada kepercayaan di dalamnya.

Mencintai seseorang tidak selalu membuatmu bisa mempercayainya. Ketidakpercayaan pada pasangan hanya akan membuat kita stress. Curiga adalah energi negatif yang cukup menguras tenaga. Saat LDR, jarak itu sudah jadi masalah yang cukup bikin capek, jangan lagi ditambah dengan curiga yang tidak pada tempatnya. Curiga itu boleh asal memang pantas dicurigai, bukan curiga tanpa alasan.

Wednesday, April 30, 2014

Chit Chat


Hello guys! Apa kabar hari ini? Aku asumsikan kalian baik-baik saja ya, tapi kalau ada yang lagi kurang baik hmmm semoga cepet membaik ya. Sepertinya bulan April ini aku menelantarkan blog tercintaku ini. Memang agak sedikit sibuk di kantor, persiapan audit eksternal ISO dan audit aset BPK. Walaupun tidak terlibat langsung di keduanya, lumayan menguras tenaga juga. Tapi walaupun tidak diurus ternyata visitornya masih bayak juga,  beberapa malah ada yang langsung menghubungiku, terima kasih buat kalian semua.

Memang sejak hampir 2 tahun silam mulai banyak visitor blog yang menyapaku secara pribadi di Email, Katalk, Line dan BBM. Alasan utama mereka menyapaku karena ingin bertanya tentang Korea, tentang bagaimana rasanya pacaran dengan cowok Korea, tentang bahasa Korea, tentang syarat pernikahan dengan warga negara Korea. Ya memang hampir sebagian besar mereka bertanya tentang Korea dan sebagian besar atau mungkin bisa aku bilang semuanya adalah cewek.

Aku tidak merasa keberatan, aku malah merasa senang karna aku bisa punya temen baru dan bisa berbagi banyak cerita dengan mereka. Beberapa dari mereka berlajut jadi temen deket yang sering ngobrol dan berteman di Path. Namun beberapa lagi lainnya menghilang begitu saja.

Tidak semua menyenangkan, ada beberapa yang menyebalkan. Ada yang bawel banget,  ada yang maksa minta dibales  secepatnya padahal kerjaanku kan gak cuma melototin ponsel, ada yang sombong, ada juga yang cuma add pin bbm ku trus nggak pernah sekalipun menyapa, kerjaannya BC promosiin pin bbm entah siapa itu atau nongol hanya bilang “kak bahasa korea ini apa?”. Kalau nemu yang begini sih ngelus dada aja. Sebatas masih bisa diajak ngobrol dengan baik sih akan aku layani dengan senang hati.

Aku bukan manusia sempurna yang selalu balas chat dengan ramah, kadang kala ketus juga bila menghadapi orang yang menyebalkan saat moodku lagi nggak begitu baik.

Thursday, March 13, 2014

LDR itu Susah!


Iya LDR itu memang susah untuk dijalani. Banyak sekali halangan yang melintang di depan mata. Cinta saja tak cukup sebagai jaminan bahwa LDR ini berhasil. Sudah begitu banyak cerita LDR yang berguguran di tengah perjalanan, memaksa mereka mengubur dalam-dalam mimpi menyatukan cinta mereka dalam perkawinan.

Jarak, perbedaan zona waktu, beda negara dan perbedaan lainnya akan berbanding lurus dengan kesulitan saat menjalani LDR itu. Makin jauh jarak antara keduanya, apalagi beda pulau, beda negara bahkan beda benua maka akan makin mahal biaya perjalanannya. Artinya harus lebih banyak uang yang harus ditabung untuk bertemu.

Tidak hanya masalah biaya perjalanan, jarak juga akan menimbulkan perbedaan zona waktu. Apalagi kalau sudah sampai beda benua, misalnya Indonesia dan Eropa, disini kita memandang indahnya bulan purnama, di sana dia sedang tesengat panasnya matahari. Waktu komunikasi juga terbatas karena saat kita tidur dia berakifitas, saat kita baru bagun dia sudah bersiap tidur.

Perbedaan lainnya akan meruncing kerentanan LDR berakhir begitu saja. Dalam LDR yang aku alami misalnya, kami beda kewarganegaraan yang artinya untuk melangsungkan perkawinan harus ada pemikiran lebih lanjut dimana akan tinggal, di negaranya, di dengaraku atau negara ketiga. Belum lagi segala urusan keimigrasian yang walaupun sebenarnya mudah tapi dibikin sulit oleh birokrasi.

Selama aku terlibat dalam dunia perLDRan ini, aku merasa tak ada bedanya dengan jomblo. Kemana-mana sendiri, kalo kedinginan yang dipeluk bantal, kalau sakit ke dokter sendiri, makan juga sendiri, orang lain melihat hidupku ini sepi, sunyi dan dingin.

Udah gitu nih, sering banget ada cowok yang salah paham. Jadi karena dia lihat aku kemana-mana sendirian, dia kira aku jomblo trus dideketin sama dia, ya aku kira kan dia cuma mau temenan dan sepanjang dia gak nanya statusku gimana aku gak munkin juga pengumuman kan, ntar dikira aku mau pamer mentang-mentang punya pacar yang unyu. Nah karena tanggepanku yang bersahabat dikiranya aku juga menaruh hati tapi setelah ditembak *ddooooorrr...* aku menolak karena aku udah punya pacar. Marah lah dia, ngatain aku tukang PHP, kalau aku ini mempermainkan perasaannya dan kemudian berakhir dengan perang dingin antara kami.

LDR itu emang susah, entah itu rintangan yang datang dari diri sendiri atau pun dari orang lain di sekitar kita. Jadi kalau merasa gak kuat untuk setia, gak sanggup menghalau pikiran negatif, gak kuat untuk nahan kangen yang kadang beeeuuuuuh nyakitin banget, gak kuat untuk cuek sama tatapan orang, mending diurungin aja niatnya LDRan, daripada penyesalan dan sumpah serapah dikemudian hari.

Monday, March 10, 2014

Yuk Cinta Cintaan dengan Bahasa Korea

Beberapa saat lalu aku mengadakan polling untuk pembaca blogku, walaupun sebenernya tulisan ini ditulis agak jauh dari waktu polling berakhir. Ada masalah sedikit dengan netbookku dan walaupun di kantor ada komputer selain itu juga sebenarnya bisa nulis melalui app bloger mobile tapi rasanya kurang nyamanan

Dan ini dia hasil polingnya...


Sesuai dengan hasil polling, jadi kali ini aku akan menulis tentang bahasa korea, setelah menimbang-nimbang dan ngebuka semua draft aku putuskan buat bikin lanjutan dari kalimat romantis dalam bahasa Korea. Seandainya ada yang mau copy paste isi tulisan ini, sebagian atau pun seluruhnya, aku minta untuk mencantumkan sumbernya. Kalau dicari benernya pencantuman sumber itu adalah kode etik ngeblog kalau gak mau dibilang tukang jiplak sih

아직도 사랑해  >> I still love you  >>  aku masih mencintaimu
나는 오직 당신을 원해요  >> I only want you  >> aku hanya ingin engkau
나는 정말로 너를 사랑해  >> I really love you  >> aku benar-benar mencintaimu
나의 미래는 당신이다, 나의 행복은 당신이다  >> You are my future, my happines is you >> kamu adalah masa depanku, kebahagiaanku adalah kamu
아무도 장거리 연애가 쉽다고 말하지 않았다  >> no one said long distance relationship were easy  >> tidak ada yang bilang bahwa hubungan jarak jauh itu mudah
나는 빛나는 해와 별들보다 당신을 사랑한다  >> I love you more than the sun and the stars that shining  >> aku mencintaimu lebih dari matahari dan bintang-bintang yang bersinar
당신이 없는 아침은 여전히 어두운 새벽이다 >> the morning without you is darker than dawn >> pagi tanpamu adalah fajar yang gelap.
Hmmm aku sengaja tidak mencantumkan pelafalannya, agar yang belum lancar melafalkan bisa belajar dan tidak dimanjakan oleh pelafalan yang aku tulis. Segini aja dulu ya, ntar kalau misalnya ada lagi bakal ditambahin. Kalimat-kalimat romantis lainnya udah aku tulis dan bisa di lihat disini. Bila ada yang ingin ditanyakan atau koreksi bisa langsung di kolom komentar di bawah ya. 안녕~

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.