Wednesday, January 08, 2014

Kepada Semua Orang yang Berambisi Menjadi Presiden…


Selamat Tahun Baru! Mungkin sedikit terlambat tapi gak apa lah ya toh suasana tahun baru masih berasa. Tahun 2014 ini sepertinya bakalan ramai, ramai oleh Piala Dunia yang dimulai dari 12 Juni sampai 13 Juli 2014. Di Indonesia sendiri juga tak kalah ramainya, tahun 2014 adalah tahun Pemilu. Sudah mulai ada begitu banyak baliho tidak penting yang akan menghiasi jalan. Mengumbar janji manis dan indah.


Diantara baliho itu, beberapa diantaranya memajang gambar kalian yang terlihat gagah, dengan senyum percaya diri serta kata-kata yang meyakinkan dan kesiapan menjadi Presiden Republik Indonesia. Mulai dari wajah lama, seperti Wiranto, Prabowo, Yusril Ihza Mahendra sampai kalian yang secara tak terduga juga ikut mejeng seperti Rhoma Irama dan Farhat Abbas.

Kalian semua merasa mampu membawa Indonesia menjadi Negara yang lebih baik lagi, merasa paling bisa diandalkan dan merasa paling bisa dipercaya. Bisa dibilang saya sudah kehilangan keparcayaan pada kata-kata manis kalian. Sebut saya pesimis, tapi yang saya butuhkan bukan hanya sederet kata, saya memerlukan langkah nyata.

Ada pertanyaan yang ingin saya ajukan. Jawaban kalian mungkin bisa merubah ketidakpercayaan saya terhadap salah satu atau beberapa di antara kalian. Mengapa kalian ingin menjadi presiden? Benarkah yang kalian inginkan benar murni untuk membangun negeri ini? Kalau memang benar, kenapa harus menjadi presiden? Apa hanya seorang presiden yang mampu membenahi negeri ini? Apakah kalian saat ini dengan profesi kalian masing-masing tidak mampu membenahi negeri ini?

Kalian tidak harus menjadi presiden, kalian tidak harus menjadi si penentu kebijakan, kalian tidak harus menjadi orang nomor satu di negeri ini untuk membangun negeri ini. Satu langkah sederhana  saja bisa membantu negeri ini, tidak perlu publikasi. Entahlah, saya melihat kalian cenderung hanya menginginkan kekuasaan, kalian hanya berambisi untuk menjadi Presiden.

Tolong renungkan lagi, ambisi kalian menjadi presiden itu memang untuk mensejahterakan setiap warga di negeri ini atau semata untuk mensejahterakan diri kalian sendiri, keluarga kalian dan golongan kalian? Tuluskah kalian? Belum terlambat untuk kalian mundur dan iklas memberikan kesempatan pada mereka yang mungkin lebih baik dari kalian.

Terus terang saja, saya menginginkan adanya tokoh baru yang berani muncul  dan mendeklarasikan diri sebagai calon presiden, tokoh baru yang tidak hanya menjadi boneka tokoh lama. Tokoh baru yang membuat saya percaya bahwa masih ada orang bisa membenahi Indonesia, bukan karena mengejar harta dan tahta. Ada yang bilang bahwa Indonesia banyak memiliki orang yang berpotensi untuk memimpin negeri ini tapi sayangnya tidak banyak yang mau mengajukan dirinya.

4 comments:

  1. untuk tahun ini saya sangat bersyukur karna muncul tokoh-tokoh yang memiliki kemampuan untuk memimpin negeri dengar cerdas dan bersih. Sebut saja Jokowi, Dahlan Iskan atau yang paling meyakinkan Anies Baswedan. Sebelum jadi presiden saja mereka sudah membuktikan dengan nyata. Perhatian saya justru kesitu, bukannya disibukan dengan Roma Irama dan Farhat Abbas. Tokoh2 yang saya sebut diatas tidak akan anda lihat dibaliho, tidak rakus dengan kekuasaan, namun turun tangan langsung ke lapangan untuk membenahi apa yang salah di negeri ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. paling tidak masih ada harapan untuk negeri ini dan semoga semakin banyak lagi tokoh-tokoh seperti mereka muncul :) terimakasih untuk komennya..

      Delete
  2. Pemimpin yang baik dipilih bukan karena berambisi memimpin. Pilih yang benar-benar bekerja untuk rakyat. Dan langka ada pemimpin-pemimpin Indonesia seperti itu akhir-akhir ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya udah langka banget, semoga kedepannya makin banyak ya

      Delete

Feel free to SHARE this post with friends and family on your social media.

Don't forget to leave your thoughts in the comments section, I would love to hear from you :)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.