Tuesday, February 04, 2014

Banjir dan Kembang Api


Siang ini ada salah satu temanku di Path yang posting gambar dengan sederet kata-kata yang menyudutkan kembang api sebagai biang dari banjir yang terjadi di negeri ini. Katanya manusia menyerang langit saat malam pergantian tahun 2014 dan sekarang si langit menyerang balik manusia dengan hujan terus-terusan sehingga banjir. 

Jadi masih ada toh manusia yang menyalahkan perayaan tahun baru atas banjir yang terjadi di tanah air? Sekedar pemberitahuan, aku salah satu orang yang tidak menikmati pergantian tahun baru dengan kembang api. Alasannya aku tidak suka kebisingan yang ditimbulkan kembang api murahan pinggir jalan, yang cuma besar suaranya tapi cipratan cahaya ala kadarnya. Alasan lainnya aku tidak ingin membakar uangku dalam bentuk kembang api, mending aku beli makanan kan, perut kenyang perasaa  juga bahagia.

Entah logika apa yang dipergunakan untuk menganalogikan pesta kembang api sama dengan banjir dikemudian hari. Kalau ada orang yang kebetulan nyasar ke blog ini, baca tulisan ini aku mau tanya, kalau Jakarta saja banjir karena perayaan tahun baru dengan menyerang langit menggunakan kembang api, lantas apa kabar dengan Dubai? Aku pernah baca (besok kalau online di laptop aku cari link-nya) bahwa pesta kembang api saat pergantian tahun di Dubai adalah yang paling dahsyat. Seharusnya bila menggunakan analogi kembang api sama dengan banjir artinya Dubai tenggelam dong? Tapi sampai aku nulis ini Dubai masih baik-baik saja, tolong koreksi bila ternyata salah. 

Hujan itu berkah loh dari Tuhan melalui langitNya yang indah. Jangan mengutuk hujan, tanpa hujan kita tidak bisa hidup karena hujan itu bisa menyirami sawah tempat padi ditanam. Tanpa hujan kita akan kekeringan. Kalau ada yang harus dikutuk, kutuklah perilaku masyarakat yang aktif memproduksi sampah, yang masih suka membuang sambah sembarangan terutama di sungai, yang masih belum punya kesadaran menjaga alam ini. 

Jangan mengambinghitamkan berkah Tuhan untuk kebiasaan buruk manusia.

2 comments:

  1. Tapi... tapi... di Jogja kemarin pasca pergantian tahun trus pesta kembang apinya selesai langsung ujan lho... mungkin hanya kebetulan aja :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan kebetulan sih mas ya karna lagi musim hujan aja, di Bali juga gitu kok, malah dr sore udah hujan jadi kembang api sama hujannya beradu hehe.. coba kalo di negara lain yg gak lg musim hujan pasti jg gak ada hujan

      Delete

Feel free to SHARE this post with friends and family on your social media.

Don't forget to leave your thoughts in the comments section, I would love to hear from you :)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.